UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) melepas 164 calon wisudawan dalam acara ramah tamah wisuda ke-89 di Myko Hotel, Makassar, Senin 19 Oktober 2026. Para lulusan diharapkan tidak hanya mengandalkan capaian akademik, tetapi juga menjaga akhlak, berbakti kepada orang tua, serta mengamalkan ilmu untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Rektor Unismuh Makassar Dr. Ir. Abd. Rakhim Nanda, S.T., M.T., IPU, Dekan FAI Unismuh Dr. Amirah Mawardi, S.Ag., M.Si., perwakilan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Alumni (DPP IKA) Unismuh Dr. Abd. Wahid, M.Si., dan Dr. Abbas Baco Miro, Lc., M.A., yang menyampaikan amanah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan. Mereka menekankan bahwa kelulusan merupakan awal tanggung jawab baru bagi para alumni, baik dalam keluarga, dunia profesional, organisasi, maupun kehidupan bermasyarakat.
Rektor Unismuh Makassar Abd. Rakhim Nanda mengingatkan para calon wisudawan agar tidak menjadikan gelar sarjana sebagai alasan untuk mengurangi penghormatan kepada orang tua. Menurut dia, keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi tidak terlepas dari doa, pengorbanan, dan dukungan keluarga selama mahasiswa menempuh pendidikan.
“Jangan baru mengambil sarjananya, karena sudah berubah sikapnya kepada orang tua,” kata Rakhim.
Ia menegaskan, keberhasilan akademik perlu diiringi dengan pembentukan karakter dan rasa syukur. Penghormatan kepada orang tua, lanjutnya, harus tetap dijaga meskipun anak telah menyelesaikan pendidikan dan mulai membangun karier.
Rakhim juga mengingatkan bahwa tanggung jawab kepada orang tua tidak berhenti ketika seseorang meraih gelar sarjana. Para lulusan diharapkan tetap memberikan perhatian dan pengabdian kepada keluarga, termasuk ketika orang tua memasuki usia lanjut.
Menurut dia, orang tua juga perlu terus mendoakan dan mendukung anak-anak mereka setelah menyelesaikan pendidikan. Dukungan tersebut penting ketika para lulusan mulai memasuki dunia kerja dan menghadapi tanggung jawab yang lebih luas.
FAI sebagai Representasi Nilai Keislaman
Rakhim secara khusus menyoroti posisi FAI sebagai salah satu fakultas yang merepresentasikan identitas keislaman Unismuh Makassar. Sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah, Unismuh tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter dan mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Fakultas Agama Islam ini adalah perlambang Universitas Muhammadiyah Makassar,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap para lulusan FAI mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Ilmu agama yang diperoleh selama kuliah, menurut dia, harus tercermin dalam perilaku, etika profesional, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putri mereka kepada Unismuh Makassar. Atas nama pimpinan universitas dan sivitas akademika, ia turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pendidikan terdapat pelayanan atau pengalaman yang kurang berkenan.
Sementara itu, Dekan FAI Unismuh Amirah Mawardi mengatakan, pelepasan 164 calon wisudawan merupakan hasil dari proses pendidikan yang melibatkan mahasiswa, keluarga, dosen, pimpinan program studi, dan tenaga kependidikan.
Ia menjelaskan, setiap mahasiswa memiliki perjalanan akademik yang berbeda. Namun, seluruh proses tersebut menjadi bagian dari upaya fakultas dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi keilmuan, karakter, dan kesiapan menghadapi tantangan di masyarakat.
Amirah juga memaparkan perkembangan mutu akademik FAI. Menurut dia, empat program studi telah meraih akreditasi Unggul, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Hukum Ekonomi Syariah (HES), serta Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).
Adapun program studi lainnya terus menjalani pengembangan mutu dan proses akreditasi. Capaian tersebut, kata Amirah, merupakan hasil kerja bersama pimpinan program studi, Gugus Kendali Mutu, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.
Penguatan mutu akademik menjadi bagian penting dari upaya fakultas meningkatkan kualitas lulusan. Keberhasilan pendidikan, menurut dia, tidak cukup diukur dari kelulusan, tetapi juga dari kemampuan alumni menerapkan ilmu dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Integrasi Pendidikan dan Pembinaan Keislaman
Selain meningkatkan mutu akademik, FAI Unismuh mengembangkan integrasi pendidikan dengan pembinaan keislaman melalui keterlibatan mahasiswa Ma’had Al-Birr dan Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) dalam lingkungan fakultas.
Amirah menjelaskan, integrasi tersebut diharapkan memperkuat hubungan antara pembelajaran akademik dan pembinaan nilai-nilai agama. Dengan demikian, lulusan tidak hanya memiliki bekal keilmuan sesuai bidang studinya, tetapi juga mampu menjaga prinsip keislaman ketika menjalankan profesi.
Perhatian terhadap pembentukan karakter juga diwujudkan melalui pembiasaan meminta restu orang tua atau wali pada sejumlah tahapan penting perkuliahan. Menurut Amirah, kebiasaan itu diterapkan sejak awal studi hingga menjelang ujian proposal, skripsi, dan yudisium, dengan penyesuaian bagi mahasiswa yang telah menikah atau kehilangan orang tua.
Ia menilai, dukungan keluarga menjadi salah satu unsur penting dalam keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan. Karena itu, para lulusan diharapkan tetap menjaga hubungan dengan keluarga serta menghargai pengorbanan orang-orang yang mendukung perjalanan akademik mereka.
Amirah juga mengajak para alumni mempertahankan hubungan dengan almamater setelah menyelesaikan studi. Ia berharap komunikasi dan kerja sama antara fakultas dan lulusan terus terjalin melalui berbagai bentuk kontribusi dalam pengembangan akademik maupun kegiatan kemasyarakatan.
Alumni Didorong Mengisi Berbagai Ruang Pengabdian
Perwakilan DPP IKA Unismuh Abd. Wahid menegaskan bahwa lulusan FAI memiliki peluang pengabdian yang luas. Kompetensi keagamaan, menurut dia, dibutuhkan di berbagai bidang, mulai dari birokrasi, lembaga legislatif, sekolah, masjid, hingga organisasi kemasyarakatan.
“Anak Fakultas Agama itu sangat dibutuhkan di semua lini kehidupan,” kata Wahid.
Ia mengatakan, kebutuhan tersebut perlu dijawab dengan kemampuan profesional dan kesediaan mengamalkan ilmu. Lulusan FAI diharapkan tidak hanya mengandalkan identitas sebagai sarjana agama, tetapi juga terus meningkatkan kompetensi agar dapat menjalankan tanggung jawab sesuai bidang pekerjaan masing-masing.
Wahid juga mendorong alumni untuk berkontribusi dalam penguatan organisasi Muhammadiyah, mulai dari tingkat ranting, cabang, hingga pimpinan daerah. Menurut dia, keterlibatan alumni penting untuk mendukung dakwah, memperkuat organisasi, serta menghadirkan nilai-nilai Islam yang mencerahkan masyarakat.
Selain aktif dalam organisasi, alumni diharapkan mengambil peran sesuai kebutuhan lingkungan masing-masing. Mereka dapat berkontribusi melalui pendidikan, pelayanan keagamaan, pemerintahan, maupun kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Wahid turut mendorong para lulusan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pendidikan lanjutan dinilai dapat memperkuat kapasitas keilmuan dan profesionalisme alumni sekaligus membuka peluang pengembangan karier.
Sementara itu, Dr. Abbas Baco Miro, yang menyampaikan amanah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, mengingatkan para calon wisudawan agar menjaga silaturahmi, ketakwaan, dan istiqamah setelah menyelesaikan pendidikan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan hidup tidak hanya ditentukan oleh jabatan atau pencapaian profesional, tetapi juga oleh konsistensi dalam berbuat baik dan menjaga hubungan dengan sesama.
Menurut Abbas, pengabdian membutuhkan keikhlasan dan ketekunan. Hasil dari pekerjaan yang baik tidak selalu langsung terlihat, tetapi dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Karena itu, para lulusan diharapkan bersungguh-sungguh ketika memasuki dunia kerja, baik sebagai pendidik, dai, imam, maupun dalam profesi lainnya. Keberhasilan profesional juga perlu berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap keluarga dan lingkungan sosial.
Perkuat Jaringan Alumni
Keberlanjutan hubungan antara lulusan dan almamater ditandai dengan penyerahan nama-nama alumni dari pihak fakultas kepada pengurus Ikatan Keluarga Alumni FAI Unismuh, yang selanjutnya diteruskan kepada DPP IKA Unismuh.
Penyerahan tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan lulusan dengan jaringan alumni. Melalui organisasi tersebut, para lulusan diharapkan tetap menjalin komunikasi dengan almamater sekaligus memperoleh ruang untuk berkontribusi dalam pengembangan fakultas dan persyarikatan Muhammadiyah.
Sebanyak 164 calon wisudawan yang dilepas dalam kegiatan tersebut berasal dari enam program studi. Mereka terdiri atas 57 orang dari Pendidikan Agama Islam, 32 orang dari Pendidikan Bahasa Arab, 32 orang dari Ahwal Syakhshiyah, 28 orang dari Komunikasi dan Penyiaran Islam, 10 orang dari Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam, serta lima orang dari Hukum Ekonomi Syariah.
Melalui kegiatan ramah tamah ini, FAI Unismuh menegaskan pentingnya menyelaraskan peningkatan mutu akademik dengan pembentukan karakter dan pembinaan alumni. Setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan diharapkan terus mengembangkan ilmu, menjaga hubungan dengan keluarga dan almamater, serta mengamalkan nilai-nilai Islam melalui pekerjaan dan pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat.

