UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mencatat sekitar 44 calon mahasiswa asing mengikuti proses penerimaan mahasiswa internasional. Para pendaftar berasal dari sejumlah negara dan memilih beragam program studi, mulai dari pendidikan dokter, farmasi, teknik, manajemen, hingga psikologi.
Data tersebut dibahas dalam rapat koordinasi pimpinan Unismuh Makassar di Ruang Rapat Senat, Lantai 17 Gedung Iqra, Kamis, 1 Oktober 2026.
Rapat dipimpin Rektor Unismuh Makassar Dr Ir H Abd Rakhim Nanda, ST, MT, IPU, dan dihadiri Wakil Rektor I Prof Andi Sukri Syamsuri, Dekan FEB Dr Edy Jusriadi, Dekan FKIP Dr Baharullah, Ketua Lembaga Penerimaan Mahasiswa Baru Dr Muhammad Akhir, Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Prof Sulfasyah, Ketua Lembaga Kerja Sama dan Urusan Internasional Dr Maharida, para Wakil Dekan, serta Kepala Humas Unismuh Makassar.
Ketua Lembaga Kerja Sama dan Urusan Internasional Unismuh Makassar, Dr Maharida, menjelaskan bahwa sekitar 44 calon mahasiswa asing telah mendaftar. Mereka kemudian mengikuti proses seleksi melalui tes wawancara dan Computer Based Test atau CBT.
“Ada sekitar 44 yang mendaftar. Setelah dilakukan tes wawancara dan CBT, hasilnya kemudian dirapatkan sebelum kami mengeluarkan letter of acceptance,” ujar Maharida.
Maharida mengatakan, Unismuh menyiapkan tiga skema pembiayaan bagi calon mahasiswa asing. Penentuan skema didasarkan pada hasil seleksi dan capaian akademik masing-masing peserta.
Skema pertama memberikan dukungan pembiayaan paling besar. Namun, beberapa komponen seperti tiket pesawat, visa, dan kebutuhan tertentu lainnya tidak termasuk dalam tanggungan. Sementara skema kedua dan ketiga memiliki cakupan pembiayaan yang berbeda.
Calon mahasiswa yang mendaftar antara lain berasal dari Pakistan, Bangladesh, dan Tanzania. Program studi yang diminati juga cukup beragam, antara lain Pendidikan Dokter, Informatika, Manajemen, Ekonomi Islam, Farmasi, Agroteknologi, Teknik Sipil, Psikologi, dan Hukum Bisnis.
Maharida menjelaskan, hasil akhir penerimaan masih akan diperbarui berdasarkan hasil rapat. Setelah keputusan ditetapkan, calon mahasiswa yang lolos akan memperoleh penjelasan mengenai skema pembiayaan yang mereka terima.
Maharida menambahkan, distribusi mahasiswa asing ke berbagai program studi juga menjadi perhatian dalam proses penerimaan. Kehadiran mahasiswa internasional diharapkan dapat memperkuat atmosfer akademik global sekaligus mendukung pengembangan program studi di Unismuh.
Sejumlah calon mahasiswa dari Tanzania, misalnya, tercatat memilih program pada bidang kesehatan dan hukum bisnis. Penempatan mahasiswa asing juga membutuhkan kesiapan program studi, terutama jika mereka nantinya mengikuti perkuliahan bersama mahasiswa lokal.
“Kalau satu orang masuk dalam kelas bercampur dengan mahasiswa lokal, mungkin perlu menyiapkan slide dalam bahasa Inggris,” ujar Maharida.
Selain pendaftar secara individual, Unismuh juga menerima calon mahasiswa melalui jalur kerja sama kelembagaan. Salah satunya berasal dari Muslim University of Morogoro.
Dalam rapat dijelaskan bahwa perguruan tinggi tersebut telah memiliki nota kesepahaman dengan Unismuh dan pada 31 Agustus 2026 mengajukan 13 nama calon mahasiswa untuk melanjutkan studi di Makassar.
Dari jumlah tersebut, beberapa calon dinyatakan lolos berdasarkan hasil seleksi. Namun, skema pembiayaan yang diperoleh tidak seluruhnya sesuai dengan skema yang diharapkan sejak awal.
Maharida menjelaskan, hasil seleksi nantinya akan disampaikan secara resmi kepada mitra luar negeri. Surat tersebut juga akan memuat nama peserta yang diterima beserta skema pembiayaan masing-masing, serta penjelasan akademik bagi peserta yang belum dinyatakan lolos.
Penerimaan mahasiswa asing menjadi bagian dari penguatan internasionalisasi Unismuh Makassar. Selain memperluas jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri, kehadiran mahasiswa internasional juga diharapkan menambah keragaman lingkungan akademik dan memperluas interaksi lintas budaya di lingkungan kampus.

