September 26, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Utama

Tujuh LPTK PTMA Ikuti Bimtek Akreditasi di Unismuh Makassar

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar bimbingan teknis penyusunan Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS) dan Laporan Evaluasi Diri (LED) untuk Instrumen Suplemen Konversi (ISK), Sabtu , 29 September 2026, di Aula Lantai 16, Gedung Iqraq, Kampus Unismuh Makassar.

Kegiatan ini diarahkan untuk membantu program studi di lingkungan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (LPTK PTMA) mempersiapkan konversi peringkat akreditasi menuju Unggul.

Prof Dr Sutrisna Wibawa, M.Pd., hadir sebagai narasumber. Agenda mencakup pembahasan ISK Unggul tiga tahun, strategi penyiapan butir kualitatif, hingga pendampingan penyusunan DKPS dan LED.

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unismuh Makassar Dr Baharullah, M.Pd., dalam laporannya menyebut kegiatan tersebut diikuti 30 peserta dari tujuh LPTK PTMA. Peserta berasal dari berbagai program studi pada perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Sulawesi.

Menurut Baharullah, kegiatan itu merupakan tindak lanjut Rapat Koordinasi Nasional Asosiasi LPTK-PTMA di Lampung. Salah satu agenda yang didorong ialah peningkatan mutu program studi agar semakin banyak yang mencapai peringkat akreditasi Unggul.

Ia mengingatkan, ISK bukan sekadar proses administratif untuk menaikkan peringkat akreditasi. Program studi tetap harus mampu menunjukkan bahwa persyaratan substantif telah terpenuhi.

“ISK itu bukan jalan otomatis dari Baik Sekali ke Unggul. Program studi tetap harus membuktikan keterpenuhan persyaratan substantif,” ujar Baharullah.

Karena itu, ia meminta peserta tidak hanya memahami cara mengisi instrumen, tetapi juga memastikan pembagian tanggung jawab, kesiapan bukti pendukung, serta kemampuan menyusun evaluasi diri berbasis data. Narasi yang disusun, kata dia, harus dapat menunjukkan proses peningkatan mutu program studi secara nyata.

Kesempatan Perkuat Mutu

Rektor Unismuh Makassar Dr Ir H Abd Rakhim Nanda, S.T., M.T., IPU, menilai skema ISK memberikan peluang bagi program studi yang memenuhi persyaratan untuk memperbaiki peringkat akreditasi dengan proses yang lebih efisien dibandingkan menyiapkan akreditasi dari awal.

“ISK ini sangat membantu kita, baik dari segi pembiayaan maupun persiapannya. Bagi prodi-prodi yang memiliki syarat untuk menempuh jalur ISK, saya kira sangat baik untuk kita manfaatkan sebaik-baiknya,” kata Rakhim saat membuka kegiatan.

Ia meminta peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali aspek regulasi maupun teknis langsung dari narasumber. Menurut dia, pendampingan menjadi penting agar pengelola program studi tidak hanya mengejar perubahan peringkat, tetapi memahami persyaratan mutu yang harus dibuktikan.

Dalam sesi pendampingan, peserta juga diarahkan mendalami sejumlah bagian yang kerap menjadi perhatian dalam asesmen, antara lain kurikulum dan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Pada aspek SPMI, program studi dituntut dapat memperlihatkan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) secara utuh dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Prof Sutrisna Wibawa mengatakan peningkatan mutu program studi di lingkungan Muhammadiyah menjadi tujuan bersama. Karena itu, ia meminta peserta tidak ragu mendiskusikan persoalan yang dihadapi masing-masing program studi selama proses persiapan akreditasi.

“Karena kita ingin meningkatkan prodi di lingkungan Muhammadiyah, itu harus Unggul. Jadi, jangan sungkan-sungkan bertanya,” ujarnya.

Bimbingan teknis berlangsung hingga sore dengan sesi paparan, telaah dokumen, serta pendampingan penyusunan DKPS dan LED. Melalui kegiatan itu, setiap program studi diharapkan pulang tidak hanya dengan pemahaman mengenai instrumen, tetapi juga peta kerja yang lebih jelas untuk memperkuat sistem penjaminan mutu dan kesiapan menuju akreditasi Unggul.