September 24, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Utama

Dosen Unismuh Kembangkan Video “English for Nursing”, Lolos Program Kemdiktisaintek 2026

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr Wildhan Burhanuddin, terpilih sebagai salah satu penerima Insentif Video Pembelajaran Berbasis Riset untuk Penguatan Talenta Akademik Tahun 2026 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Penetapan penerima diumumkan melalui surat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Nomor 892/DST/C2/AL.04.02/2026 tertanggal 22 September 2026. Sebanyak 85 dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tercatat sebagai penerima program tersebut.

Wildhan berada pada nomor urut 81 dalam daftar penerima. Ia mewakili Unismuh Makassar dengan mengembangkan video pembelajaran untuk mata kuliah English for Nursing.

Program tersebut mencakup beragam bidang ilmu dan mata kuliah, antara lain Artificial Intelligence, Deep Learning, teknik permesinan, asuhan kebidanan, psikologi sosial, hingga bahasa Inggris untuk keperawatan.

Untuk mengikuti program itu, peserta harus melalui sejumlah tahapan. Pada seleksi awal, dosen mengajukan sejumlah dokumen, antara lain Letter of Interest, daftar riwayat hidup, Rencana Pembelajaran Semester (RPS), serta rancangan materi video.

Peserta yang lolos seleksi awal selanjutnya mengikuti bimbingan teknis pengembangan video pembelajaran. Tahapan berikutnya berupa pengembangan produk sebelum dilakukan seleksi akhir.

Dalam program tersebut, Wildhan mengembangkan lima video pembelajaran interaktif English for Nursing. Materi dirancang dengan pendekatan English for Specific Purposes (ESP), yakni pembelajaran bahasa Inggris yang disesuaikan dengan kebutuhan komunikasi pada bidang atau profesi tertentu.

Menurut Wildhan, pendekatan tersebut membuat mahasiswa keperawatan tidak semata-mata mempelajari tata bahasa dan kosakata umum. Bahasa Inggris ditempatkan dalam konteks pekerjaan yang kelak mereka hadapi sebagai tenaga kesehatan.

“English for Nursing merupakan bagian dari English for Specific Purposes. Jadi, mahasiswa tidak hanya belajar grammar atau vocabulary secara umum. Mereka belajar bahasa Inggris yang benar-benar dibutuhkan ketika menjalankan tugas sebagai perawat,” kata Wildhan.

Ia mencontohkan, mahasiswa berlatih menggunakan bahasa Inggris saat menyambut dan berkomunikasi dengan pasien, menanyakan kondisi kesehatan, melakukan asesmen awal, memberikan instruksi, hingga menghadapi situasi kegawatdaruratan.

Mendekatkan Bahasa dengan Profesi

Lima video tersebut disusun secara bertahap dengan mengambil situasi yang dapat dijumpai mahasiswa di lingkungan pelayanan kesehatan.

Materinya meliputi komunikasi dasar antara perawat dan pasien, pengenalan lingkungan rumah sakit dan penerimaan pasien, pemeriksaan tanda-tanda vital dan asesmen awal, komunikasi mengenai gejala dan penggunaan obat, keselamatan pasien, serta komunikasi dalam keadaan darurat.

Materi juga mencakup komunikasi profesional menggunakan metode SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation), pola komunikasi terstruktur yang digunakan tenaga kesehatan untuk menyampaikan informasi mengenai kondisi pasien.

Wildhan mengatakan, pembelajaran dirancang secara bilingual untuk mengakomodasi kemampuan awal bahasa Inggris mahasiswa yang beragam. Bahasa Indonesia digunakan untuk membantu mahasiswa memahami konteks sebelum secara bertahap diarahkan menggunakan bahasa Inggris.

Proses pembelajaran dilengkapi dengan pengenalan kosakata, ungkapan, dialog, latihan pengucapan, pembahasan kasus, dan kuis interaktif.

“Harapannya, mahasiswa tidak berhenti pada mengetahui arti sebuah kata atau menghafal ungkapan. Mereka harus berani menggunakannya,” ujarnya.

Menurut dia, pembelajaran bahasa Inggris akan lebih bermakna apabila materi yang dipelajari memiliki hubungan langsung dengan situasi komunikasi yang akan dihadapi mahasiswa dalam dunia kerja.

“Melalui pendekatan ESP, bahasa Inggris kita dekatkan dengan profesi mereka. Dengan demikian, apa yang dipelajari di kelas memiliki hubungan langsung dengan situasi komunikasi yang akan mereka hadapi sebagai tenaga kesehatan,” kata Wildhan.

Program Video Pembelajaran Interaktif Berbasis Riset untuk Penguatan Talenta Akademik dirancang untuk mendorong dosen dan tenaga ahli menghasilkan konten pembelajaran digital berbasis riset. Program tersebut juga diarahkan untuk memperluas penyebaran hasil riset, memperkaya sumber belajar mandiri, serta memperkuat pembelajaran berbasis riset dan inovasi di perguruan tinggi.

Wildhan berharap lima video yang dikembangkannya tidak hanya digunakan dalam program tersebut, tetapi juga dapat menjadi media pendukung pembelajaran English for Nursing di Unismuh Makassar serta dikembangkan untuk pembelajaran bahasa Inggris berbasis kebutuhan profesi lainnya.