UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Masjid Subulussalam Al-Khoory Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menjadi tempat keluarga besar Muhammadiyah dan Unismuh Makassar melepas kepergian Dr H Mahmud Nuhung SE MSi, Kamis, 24 September 2026.
Di hadapan keluarga, kolega, dan sivitas akademika yang memenuhi masjid, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Prof H Ambo Asse mengenang satu kebiasaan sederhana almarhum yang membekas dalam ingatannya: Mahmud Nuhung selalu berusaha hadir lebih dahulu di masjid.
“Beliau ini, asal ada di kampus, berjamaah di kampus. Kalau bukan di sana, di sini. Lebih dahulu masuk masjid, lebih dahulu masuk masjid,” kata Ambo Asse saat memberikan sambutan sekaligus melepas jenazah almarhum.
Bagi mantan Rektor Unismuh Makassar itu, kebiasaan tersebut menjadi salah satu gambaran tentang kehidupan Mahmud Nuhung yang dijalani dengan kedisiplinan beribadah dan pengabdian kepada Persyarikatan.
Ambo Asse menyebut almarhum sebagai kader Muhammadiyah yang memiliki komitmen dan konsistensi. Sebagian besar perjalanan pengabdiannya diberikan untuk Universitas Muhammadiyah Makassar dan Persyarikatan Muhammadiyah.
“Kita berduka besar. Kader Muhammadiyah, tadi disebut Ustaz Mawardi, istiqamah, punya komitmen, punya konsistensi sebagai kader Persyarikatan Muhammadiyah. Pengabdiannya full di Universitas Muhammadiyah Makassar dan Persyarikatan Muhammadiyah,” ujarnya.
Kesaksian serupa sebelumnya disampaikan Wakil Rektor III Unismuh Makassar Dr KH Mawardi Pewangi.
Di hadapan pelayat, Mawardi menyebut Mahmud Nuhung sebagai sosok yang istiqamah menjalani kehidupan organisasi dan pengabdiannya di kampus.
“Doktor Haji Mahmud Nuhung ini betul-betul orang istiqamah. Istiqamah di Unismuh, istiqamah di Muhammadiyah,” ujar Mawardi.
Mawardi menyampaikan bahwa amanah terakhir Mahmud Nuhung di lingkungan Unismuh adalah sebagai Ketua Halal Center. Ia juga mengajak seluruh jamaah mendoakan agar almarhum memperoleh husnul khatimah serta ditempatkan bersama hamba-hamba Allah yang saleh.
Jejak pengabdian Mahmud Nuhung di Unismuh terbentang panjang. Ia pernah memimpin Fakultas Ekonomi Unismuh Makassar sebagai dekan pada periode 2013–2017. Dalam perjalanan berikutnya, ia mendapat amanah sebagai Direktur Kerja Sama, Humas, dan Keprotokoleran Unismuh Makassar periode 2017–2021.
Pengabdiannya kemudian berlanjut dalam berbagai aktivitas akademik dan kelembagaan. Salah satu amanah terakhir yang dijalankannya ialah memimpin Halal Center Unismuh.
Ambo Asse mengenang, melalui lembaga tersebut Mahmud Nuhung aktif memberikan pembinaan, termasuk berkaitan dengan praktik penyembelihan halal.
Namun, bagi Ambo Asse, kepergian Mahmud Nuhung bukan hanya saat untuk mengenang perjalanan hidup seorang akademisi dan kader Muhammadiyah. Peristiwa itu juga menjadi pengingat tentang kehidupan dan kematian.
“Kepergian Pak Mahmud Nuhung memberi pelajaran kepada kita bahwa kita semua juga akan begitu. Tidak ada orang yang bisa menghindar dari proses seperti itu, lambat atau cepat,” pesannya.
Karena itu, ia mengajak keluarga besar Unismuh dan Muhammadiyah menjadikan kepergian almarhum sebagai momentum untuk memperbaiki ibadah, memperbanyak amal saleh, dan menjalankan setiap amanah dengan sebaik-baiknya.
“Yang ada jabatannya, menjabat dengan baik. Yang ada tugas-tugas kenegaraan, dengan baik. Semua dengan amanah. Kehidupan ini adalah amanah Allah,” ujar Ambo Asse.
Suasana haru terasa ketika Ambo Asse kemudian mengajak seluruh pelayat memaafkan kekhilafan almarhum selama menjalani kehidupan.
“Kalau ada kesalahan-kesalahan, kekhilafan di antara kita dengan beliau, saya mohon agar dimaafkan,” katanya.
Ia berharap Mahmud Nuhung menghadap Allah tanpa membawa beban persoalan dengan sesama manusia.
“Beliau berangkat tanpa beban. Tidak ada kesalahan yang dia bawa karena kita memaafkan semuanya. Tinggal Allah. Tugas kita memohonkan ampun kepada Allah,” ujar Ambo Asse.
Pelepasan kemudian dilanjutkan dengan salat jenazah berjamaah di Masjid Subulussalam Al-Khoory. Sebelum salat dimulai, imam mengingatkan jamaah mengenai tata cara salat jenazah empat takbir, dilanjutkan doa bersama untuk almarhum.
Dr H Mahmud Nuhung SE MSi wafat pada Kamis, 24 September 2026, sekitar pukul 05.00 WITA.
Selain menjadi akademisi dan pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di Unismuh, perjalanan pengabdian Mahmud Nuhung di Muhammadiyah telah dimulai sejak muda melalui Ikatan Pelajar Muhammadiyah.
Dari kader pelajar Muhammadiyah, dosen, Dekan Fakultas Ekonomi, Direktur Kerja Sama, Humas, dan Keprotokoleran, hingga Ketua Halal Center Unismuh, almarhum meninggalkan jejak panjang pengabdian.
Namun, pada pagi duka di Masjid Subulussalam Al-Khoory itu, salah satu jejak yang dikenang justru datang dari hal yang sederhana: seorang Mahmud Nuhung yang, ketika berada di kampus, berusaha datang lebih dahulu ke masjid.
Setelah salat jenazah, almarhum selanjutnya dibawa menuju kompleks pemakaman Muhammadiyah di Pattallassang untuk dimakamkan.

