UNISMUH.ACI.D, YALA, THAILAND — Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI), Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar), menggelar program bimbingan dan konseling bertajuk “Study Smart, Stay Calm” di Thamavitya Mulniti School, Yala, Thailand, Minggu, 13 September 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata dan Praktik Pengalaman Lapangan (KKN-PPL) Internasional mahasiswa BKPI Unismuh Makassar.
Mengangkat subtema “Belajar Efektif tanpa Terjebak Stres”, program tersebut diikuti 39 siswa Thamavitya Mulniti School.
Tim mahasiswa BKPI terdiri atas Nur Alim, Aiska Resky Aulia, Ajustina, Suci Nadia Nur, dan Saihida A Wae.
Program dirancang untuk membantu siswa mengenali sumber tekanan akademik, memahami hubungan antara pikiran dan perilaku, menyusun prioritas belajar, serta mempraktikkan cara sederhana untuk mengelola stres.
Salah satu mahasiswa BKPI Unismuh, Nur Alim, mengatakan program tersebut sengaja dirancang agar siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga mampu mengenali kondisi dirinya sendiri.
“Melalui program ini, kami ingin siswa memahami bahwa tekanan dalam belajar itu bisa dikenali dan dikelola. Mereka perlu tahu kapan harus menenangkan diri, mengatur prioritas, dan kapan harus meminta bantuan,” ujar Nur Alim.
Ia menambahkan, pendekatan yang digunakan dibuat sederhana dan interaktif agar mudah dipahami peserta.
“Kami tidak ingin kegiatan ini terasa seperti ceramah. Karena itu, siswa kami libatkan langsung melalui latihan, studi kasus, refleksi, dan aktivitas sederhana yang dekat dengan pengalaman mereka sehari-hari,” tambahnya.
Lima Misi Interaktif
Berbeda dari pembelajaran satu arah, kegiatan dikemas melalui lima misi interaktif yang mengajak siswa terlibat langsung.
Peserta memulai kegiatan dengan mengisi lembar pendeteksi stres untuk mengenali kondisi yang mereka alami.
Mereka kemudian diajak menyelesaikan studi kasus mengenai penumpukan tugas dan menentukan skala prioritas pekerjaan yang harus diselesaikan.
Mahasiswa BKPI juga memperkenalkan latihan pernapasan sederhana yang dapat digunakan siswa untuk membantu menenangkan diri saat menghadapi tekanan belajar.
Pada bagian lain, siswa membuat catatan komitmen belajar yang kemudian ditempelkan bersama pada dinding kebaikan.
Rangkaian tersebut dirancang agar siswa tidak sekadar mengetahui konsep stres akademik, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengenali emosi dan menentukan langkah yang bisa dilakukan ketika tekanan muncul.
Siapkan Ruang Konsultasi
Sebagai bagian dari layanan lanjutan, mahasiswa BKPI juga memperkenalkan sudut konsultasi dan menyediakan kotak curhat anonim.
Fasilitas tersebut ditujukan untuk memberi ruang kepada siswa yang ingin menyampaikan persoalan secara lebih personal.
Nur Alim menjelaskan, ruang konsultasi penting karena tidak semua siswa nyaman menyampaikan persoalan secara terbuka.
“Ada siswa yang mudah bercerita, tetapi ada juga yang membutuhkan ruang yang lebih aman dan privat. Karena itu, kami menyediakan kotak curhat anonim dan sudut konsultasi agar mereka tetap punya jalan untuk mencari bantuan,” jelasnya.
Program tersebut menghasilkan sejumlah perangkat pendukung, antara lain lembar deteksi stres, perangkat perencanaan belajar mandiri, kartu panduan manajemen stres, lembar komitmen, serta papan dinding sehat.
Berdasarkan evaluasi akhir kegiatan, mayoritas peserta mampu memahami materi serta mengenali sejumlah cara untuk menghadapi tekanan akademik.
Mahasiswa Belajar Hadir sebagai Pendamping
Ketua Program Studi BKPI Unismuh Makassar, Rukiana Novianti Putri, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, KKN-PPL Internasional bukan hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan teori yang dipelajari di kampus, tetapi juga kesempatan untuk membangun kepekaan terhadap kebutuhan psikologis peserta didik dalam konteks budaya yang berbeda.
“Mahasiswa BKPI harus belajar hadir bukan hanya sebagai penyampai materi, tetapi sebagai pendamping yang mampu membaca kebutuhan siswa. Program seperti ini penting karena mahasiswa berhadapan langsung dengan persoalan yang nyata, salah satunya tekanan akademik dan pengelolaan emosi,” ujar Rukiana.
Ia menilai pendekatan yang interaktif dan kontekstual menjadi kekuatan dari program “Study Smart, Stay Calm”.
“Pendampingan yang baik harus membuat siswa merasa aman, dipahami, dan memiliki pilihan solusi. Karena itu, saya mengapresiasi upaya mahasiswa menghadirkan ruang konsultasi, kegiatan reflektif, dan strategi sederhana yang bisa langsung dipraktikkan oleh siswa,” tambahnya.
Rukiana juga berharap pengalaman internasional tersebut memperluas kompetensi profesional mahasiswa BKPI.
“Kami ingin mahasiswa memiliki kemampuan konseling yang kuat, tetapi juga adaptif terhadap budaya dan lingkungan yang berbeda. Pengalaman di Thailand ini menjadi bagian penting dalam membentuk calon konselor dan pendidik yang profesional, humanis, serta memiliki wawasan global,” ujarnya.
Pengalaman Konseling Lintas Budaya
Program “Study Smart, Stay Calm” sekaligus memberikan pengalaman bagi mahasiswa BKPI Unismuh untuk menerapkan pengetahuan bimbingan dan konseling dalam lingkungan pendidikan dengan latar budaya berbeda.
Melalui KKN-PPL Internasional, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktik di luar negeri, tetapi juga belajar menyesuaikan metode pendampingan dengan kebutuhan peserta didik setempat.
“Bagi kami, pengalaman ini sangat berharga karena kami belajar bahwa konseling harus peka terhadap budaya dan konteks siswa. Prinsipnya mungkin sama, tetapi cara menyampaikan dan pendekatannya harus menyesuaikan lingkungan tempat kita berada,” kata Nur Alim.
Kegiatan tersebut turut memperkuat interaksi akademik dan sosial antara mahasiswa Indonesia dan komunitas pendidikan di Thailand Selatan.
Bagi Program Studi BKPI Unismuh Makassar, pengalaman itu menjadi bagian dari upaya membekali mahasiswa dengan kompetensi konseling yang adaptif, kontekstual, dan berwawasan internasional.
Program ini juga sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Pendampingan terhadap kesehatan mental dan kemampuan siswa mengelola tekanan akademik berkaitan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, khususnya dukungan terhadap kesehatan dan kesejahteraan mental.
Penguatan keterampilan belajar dan pendampingan siswa mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, sedangkan pelaksanaan KKN-PPL lintas negara memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi pendidikan dan pertukaran pengalaman antara Indonesia dan Thailand.
Kontributor: Bukhairul Iman
Editor: Hadisaputra

