UNISMUH.AC.ID, SAMANGKI, MAROS — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar (KKN-DIK Unismuh Makassar) menjalankan program mengajar di sejumlah sekolah di Desa Samangki, mulai Kamis, 27 Agustus hingga Senin, 31 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di MA Darul Rasyidin dan SDN 14 Samanggi sebagai bagian dari program kerja mahasiswa dalam mendukung proses pembelajaran sekaligus memperoleh pengalaman mengajar secara langsung di sekolah.
Di MA Darul Rasyidin, kegiatan berlangsung selama dua hari dengan materi berbeda. Pada Kamis, 27 Agustus 2026, mahasiswa memberikan pembelajaran Bahasa Indonesia kepada siswa kelas XII dengan materi teks cerita sejarah.
Pembelajaran tersebut dibawakan Marni dan Santi Sangaji dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Siswa diarahkan memahami karakteristik dan struktur teks cerita sejarah melalui proses pembelajaran di dalam kelas.
Sehari kemudian, Jumat, 28 Agustus 2026, mahasiswa kembali mengajar siswa kelas X pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).
Materi yang disampaikan membahas kewenangan lembaga-lembaga negara berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Pembelajaran tersebut dibawakan Anangril Iksan dan Abd Rauf dari Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan.
Koordinator Desa (Kordes) KKN-DIK Unismuh di Desa Samangki, Anang, mengatakan program mengajar dirancang agar keberadaan mahasiswa KKN memberikan kontribusi langsung bagi sekolah dan siswa.
“Program mengajar ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kami di Desa Samangki. Kami ingin kehadiran mahasiswa KKN-DIK tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi benar-benar ikut terlibat dalam proses pendidikan dan memberikan manfaat yang bisa dirasakan oleh siswa maupun sekolah,” ujar Anang.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa di ruang kelas juga menjadi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan.
“Bagi kami sebagai mahasiswa kependidikan, pengalaman berada langsung di kelas sangat penting. Kami belajar bagaimana menyampaikan materi, memahami karakter siswa, serta menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi yang kami temui di sekolah,” tambahnya.
Mengajar Siswa Sekolah Dasar
Program mengajar kemudian dilanjutkan di SDN 14 Samanggi pada Senin, 31 Agustus 2026.
Mahasiswa mengajar siswa kelas IV A dan IV B pada tiga mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), serta Pendidikan Kewarganegaraan.
Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, siswa mempelajari cara membaca kata-kata baru dengan lafal dan intonasi yang tepat.
Mahasiswa mendampingi siswa untuk meningkatkan kemampuan membaca sekaligus membiasakan mereka mengucapkan kata dengan pelafalan dan intonasi yang sesuai.
Pada pembelajaran IPAS, siswa diajak mengenal konsep gaya melalui kegiatan pengamatan. Materi dikaitkan dengan berbagai aktivitas dan peristiwa yang dijumpai siswa dalam kehidupan sehari-hari sehingga konsep yang dipelajari lebih mudah dipahami.
Sementara pada pembelajaran PKn, mahasiswa memperkenalkan perangkat desa atau kelurahan beserta tugas dan fungsinya.
Melalui materi tersebut, siswa dikenalkan dengan struktur pemerintahan di lingkungan terdekat sekaligus peran masing-masing perangkat desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami berusaha membuat pembelajaran lebih mudah dipahami oleh siswa. Karena itu, materi tidak hanya dijelaskan secara teoritis, tetapi sebisa mungkin dikaitkan dengan lingkungan dan pengalaman sehari-hari mereka,” kata Anang.
Pembelajaran di kelas IV A dibawakan Widyafni, Ina Irawati, Nuralfiah, dan Fitri Agniati Nur Tika.
Adapun kelas IV B didampingi Khusnul Khotimah, Mutmainnah, Nurhalifah, Andini Novayanti, dan Annisa Nur Alifiah.
Ruang Belajar bagi Mahasiswa dan Siswa
Program mengajar menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-DIK Unismuh dalam bidang pendidikan selama menjalankan pengabdian di Desa Samangki.
Sebelumnya, mahasiswa juga telah membangun komunikasi dengan Yayasan Pendidikan Darul Rasyidin untuk mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan pendidikan di wilayah tersebut.
Anang berharap program yang dijalankan mahasiswa tidak hanya memberi manfaat selama masa KKN, tetapi juga meninggalkan pengalaman positif bagi siswa dan sekolah.
“Kami berharap apa yang kami lakukan bisa membantu proses belajar siswa, meskipun dalam waktu yang terbatas. Pada saat yang sama, kegiatan ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami untuk lebih siap menjadi pendidik dan mengabdi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-DIK Unismuh Makassar berupaya menghadirkan pengabdian yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.
Kegiatan mengajar sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan pedagogik, komunikasi, kerja sama, dan adaptasi sebelum nantinya menjalankan peran sebagai pendidik di tengah masyarakat.
Pelaksanaan KKN-DIK mahasiswa di Desa Samangki didampingi Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Dr. Hadisaputra dan Syamsurianti, M.Pd.

