September 21, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Kampus Profil Inspiratif

Dari Satpol PP hingga Camat di Selayar, Alumni Unismuh Rusmin Terapkan Kepemimpinan Berbasis Akhlak

Dari Satpol PP hingga Camat di Selayar, Alumni Unismuh Rusmin Terapkan Kepemimpinan Berbasis Akhlak

UNISMUH.AC.ID, SELAYAR — Perjalanan Rusmin, S.Sos., M.M., dari tenaga kontrak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) hingga mengemban amanah sebagai camat di Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar tidak terlepas dari pengalaman akademiknya di Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar).

Bagi Rusmin, kuliah di Unismuh bukan sekadar jalan memperoleh gelar akademik. Nilai keislaman, pembinaan karakter, dan pengalaman berorganisasi yang diperolehnya selama menjadi mahasiswa hingga kini ia gunakan ketika menghadapi berbagai persoalan di tengah masyarakat.

“Setelah saya jadi camat ini, sebetulnya ilmu yang kita dapat di bangku kuliah itu banyak yang kita terapkan di masyarakat kita. Dalam penanganan masalah-masalah, kita pendekatannya secara spiritual, keagamaan,” kata Rusmin, di sela acara Pelantikan IKA Alumni Cabang Selayar, di Kantor Bupati Selayar, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Ia secara khusus mengenang pembinaan melalui Darul Arqam Dasar (DAD) yang diikutinya selama menjadi mahasiswa. Menurutnya, kaderisasi tersebut memberi dasar mengenai karakter, akhlak, dan cara melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui nilai-nilai agama.

Kuliah Sambil Bekerja

Perjalanan pendidikan tinggi Rusmin di Unismuh dimulai pada 2000. Ia menjadi bagian dari angkatan awal program D-2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang ketika itu dilaksanakan di Selayar.

Rusmin menyelesaikan pendidikan D-2 pada 2003. Pada masa tersebut, ia harus membagi waktu antara kuliah dan pekerjaannya sebagai tenaga kontrak pusat di Satpol PP.

“Dulu masih belum banyak universitas di Sulawesi Selatan. Kebetulan Unismuh Makassar yang pertama membuka di Selayar. Jadi masih kelas jauh,” kenangnya.

Kesempatan itu dimanfaatkan Rusmin dan banyak warga Selayar untuk meningkatkan jenjang pendidikan tanpa harus sepenuhnya meninggalkan daerah dan pekerjaan.

Setelah menamatkan D-2, ia melanjutkan pendidikan melalui jalur konversi ke Program Studi Ilmu Administrasi Negara pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unismuh Makassar.

Perkuliahan S-1 dijalaninya sambil tetap bekerja. Proses studinya sempat tertunda karena berbagai aktivitas sebelum akhirnya diselesaikan pada 2010.

Satu Angkatan Lebih dari 200 Mahasiswa

Rusmin masih mengingat suasana perkuliahan Unismuh di Selayar pada masa itu.

Selain dapat bertatap muka secara langsung dengan dosen, perkuliahan mempertemukannya dengan mahasiswa dari berbagai wilayah Kepulauan Selayar.

“Dulu enaknya karena kita bertatap muka dengan dosen. Kemudian bisa berbaur dengan teman-teman. Itulah seninya dulu,” ujarnya.

Menurut Rusmin, jumlah mahasiswa pada angkatannya mencapai lebih dari 200 orang. Mereka berasal dari wilayah daratan hingga kepulauan.

“Dulu angkatan saya itu lebih 200. Terdiri dari daratan hingga kepulauan. Jadi saya banyak teman-teman alumni,” katanya.

Jejaring pertemanan yang terbentuk selama masa kuliah menjadi salah satu pengalaman yang tetap ia rasakan hingga menjalani pengabdian di pemerintahan.

Nilai Keislaman dalam Kepemimpinan

Setelah dipercaya menjadi camat, Rusmin merasakan bahwa bekal akademik dan pembinaan karakter selama di Unismuh memiliki relevansi dengan persoalan yang dihadapi di lapangan.

Ia tidak hanya menggunakan pendekatan administratif dalam menyelesaikan persoalan masyarakat. Pada kondisi tertentu, pendekatan keagamaan dan kemanusiaan menurutnya justru menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dengan warga.

Rusmin menilai kepemimpinan di tingkat masyarakat membutuhkan kemampuan memahami karakter dan kondisi sosial warga.

Karena itu, pengetahuan tentang administrasi pemerintahan perlu berjalan bersama dengan nilai akhlak dan karakter.

Pengalaman tersebut pula yang membuatnya berharap Unismuh terus memperluas akses pendidikan ke berbagai daerah.

“Kalau bisa tetap kita perlebar sayap ke daerah-daerah supaya ilmu agama itu dasar dari segala perilaku kita itu bisa terarah. Apalagi di era Industri 5.0, itu perlu karakter, akhlak,” ujarnya.

Melihat Perubahan Unismuh

Rusmin juga mengikuti perkembangan almamaternya setelah lebih dari dua dekade sejak pertama kali menjadi mahasiswa.

Ia melihat perubahan Unismuh tidak hanya pada pengembangan kelembagaan, tetapi juga pada mutu akademik dan dampak lulusan di masyarakat.

“Kalau saya gambarkan Unismuh saat ini, luar biasa perkembangannya. Dari keilmuan, akreditasinya luar biasa. Kemudian mahasiswanya, kalau dilihat di masyarakat itu luar biasa dampaknya,” katanya.

Menurutnya, salah satu nilai lebih pendidikan di Unismuh adalah perhatian terhadap pembentukan karakter keislaman yang kemudian dibawa alumni ke lingkungan pekerjaan, keluarga, maupun masyarakat.

Ia melihat alumni dapat mengambil peran dalam pendidikan dan pembinaan masyarakat dengan menggabungkan kompetensi keilmuan dan nilai agama.

Perjalanan Rusmin dari mahasiswa yang kuliah sambil bekerja hingga mengemban amanah sebagai camat menunjukkan salah satu jejak alumni Unismuh di Kepulauan Selayar. Baginya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari gelar atau jabatan, tetapi juga dari sejauh mana pengetahuan, karakter, dan nilai keislaman yang diperoleh di kampus dapat diterapkan untuk melayani masyarakat.

Kontributor: Arinal
Editor: Hadisaputra