UNISMUH.AC.ID, MALINO — Transformasi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menuju teaching university tidak berarti mengurangi perhatian terhadap riset. Sepanjang tahun akademik 2025–2026, Unismuh mengelola 161 penelitian dengan total pendanaan sekitar Rp8,7 miliar serta 61 kegiatan pengabdian kepada masyarakat senilai sekitar Rp1,6 miliar.
Dengan demikian, pendanaan penelitian dan pengabdian yang dikelola mencapai lebih dari Rp10 miliar.
Capaian tersebut dipaparkan Wakil Rektor I Unismuh Makassar Prof Dr H Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., saat menyampaikan evaluasi Bidang Akademik dan Kerja Sama pada Rapat Kerja (Raker) Unismuh Tahun Akademik 2026–2027 di Malino Highlands, Kabupaten Gowa, Selasa, 25 Agustus 2026.
Pemaparan empat Wakil Rektor menjadi bagian dari evaluasi capaian program 2025–2026 sekaligus dasar penyusunan program tahun akademik berikutnya.
Prof Andis, sapaan akrab Andi Sukri Syamsuri, mengatakan capaian bidang akademik merupakan hasil kerja bersama berbagai lembaga dan unit yang berada dalam koordinasi Wakil Rektor I.
“Ini akan saya laporkan tugas saya selaku Wakil Rektor yang tentu didukung penuh oleh Bapak dan Ibu semua, terkhusus lembaga yang berkoordinasi dengan bidang akademik dan kerja sama,” ujarnya.
161 Penelitian Dibiayai Rp8,7 Miliar
Salah satu capaian yang menonjol berasal dari bidang penelitian.
Prof Andis menyebut sebanyak 161 penelitian memperoleh pendanaan dengan nilai kumulatif sekitar Rp8,7 miliar. Sumber pendanaan berasal dari berbagai skema, mulai program pemerintah, BRIN, RisetMu, hibah internal perguruan tinggi, hingga kolaborasi lainnya.
Di bidang pengabdian kepada masyarakat, terdapat 61 judul yang memperoleh dukungan pendanaan dengan nilai sekitar Rp1,6 miliar.
Sebagian program tersebut berasal dari skema pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan wilayah, desa binaan, program inovasi, Pengabdian kepada Masyarakat di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah, hingga kolaborasi internasional.
Menurut Prof Andis, capaian tersebut menunjukkan bahwa penguatan teaching university dapat berjalan bersamaan dengan budaya penelitian dan pengabdian.
Riset tidak berhenti sebagai aktivitas dosen, tetapi diarahkan untuk memperkaya pembelajaran dan menghasilkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Publikasi Jurnal Tembus 1.109
Produktivitas akademik juga terlihat dari luaran publikasi.
Sepanjang 2025–2026, Prof Andis mencatat terdapat 1.109 publikasi jurnal dan 687 publikasi buku yang dihasilkan dalam ekosistem akademik Unismuh.
Namun, ia juga mengingatkan perlunya perhatian terhadap kekayaan intelektual. Data yang dipaparkan menunjukkan capaian HKI turun dari 372 pada 2024–2025 menjadi 231 pada 2025–2026.
Angka tersebut menjadi bahan evaluasi untuk tahun akademik mendatang.
“Memang kita harus fokus. Penguatan kita adalah publikasi bereputasi, pengayaan buku, perlindungan kekayaan intelektual, dan kolaborasi kita dengan dunia usaha dan dunia industri,” kata Prof Andis.
520 Dosen Ikuti PEKERTI Unismuh
Penguatan mutu pembelajaran juga menjadi bagian penting dari capaian Bidang Akademik dan Kerja Sama.
Unismuh telah melakukan pendampingan pengembangan kurikulum terhadap 50 program studi, melampaui target awal sebanyak 45 prodi. Pendampingan juga dilakukan dalam penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), modul bahan ajar, serta mata kuliah wajib.
Salah satu program yang mengalami perkembangan signifikan adalah Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI).
Prof Andis menyebut pelaksanaan PEKERTI Unismuh telah menjangkau sekitar 520 dosen dari berbagai daerah di Indonesia.
“Alhamdulillah kita bersyukur, ada 520 dosen seluruh Indonesia yang kita berikan PEKERTI,” ujarnya.
Unismuh juga telah memperoleh rekomendasi untuk menjadi salah satu perguruan tinggi penyelenggara PEKERTI/AA. Prof Andis mengingatkan dosen agar memperhatikan pelatihan PEKERTI dan Applied Approach (AA), terutama karena sertifikat AA akan semakin penting dalam pengembangan karier akademik menuju profesor.
RPL Jangkau 1.435 Peserta
Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) juga menunjukkan perkembangan.
Prof Andis menyebut pelaksanaan RPL yang mendapat pembiayaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah berjalan dalam tiga gelombang dengan total 1.435 peserta.
Program tersebut terutama menjangkau bidang PGSD dan PG-PAUD. Unismuh juga masih membuka peluang pengembangan RPL melalui kerja sama dengan pemerintah daerah maupun peserta mandiri, sepanjang memenuhi ketentuan pemerintah.
Ia berharap program pascasarjana juga dapat menangkap peluang RPL secara lebih aktif dengan tetap berpedoman pada regulasi.
Internasionalisasi Akademik Diperkuat
Dari sisi internasionalisasi, Unismuh mencatat terdapat 46 mahasiswa internasional full-time serta 165 mahasiswa part-time.
Dalam paparan Warek I, implementasi kerja sama internasional antara lain telah berjalan dengan mitra dari Malaysia, China, Korea, Sudan, Pakistan, Ghana, Thailand, dan Mesir.
Prof Andis menegaskan bahwa kerja sama internasional ke depan tidak cukup berhenti pada penandatanganan dokumen.
“Fokus penguatan kita adalah mobilitas internasional, kolaborasi global, implementasi kerja sama, dan penguatan reputasi internasional,” ujarnya.
Penguatan akademik juga mencakup program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), kursus bahasa asing, program Darmasiswa, pengembangan sertifikasi profesi, hingga pengelolaan laboratorium terpadu.
Capaian tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi dalam sidang komisi Raker untuk menentukan program prioritas 2026–2027.
Melalui penguatan riset, pembelajaran, RPL, kompetensi dosen, sertifikasi, dan internasionalisasi, Bidang Akademik dan Kerja Sama diarahkan menjadi salah satu penopang transformasi Unismuh menuju teaching university yang berdampak, berkelanjutan, dan bereputasi global.

