August 23, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Utama

Kuliah Tamu Internasional Agroteknologi Unismuh Bedah Strategi Menulis dan Publikasi Ilmiah

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) memperkuat keterampilan penulisan akademik mahasiswa melalui Kuliah Tamu Internasional bertema “Academic Writing”, Rabu, 19 Agustus 2026.

Kegiatan menghadirkan Ilmas Abdurofi, Ph.D., akademisi dari Faculty of Sustainable Agriculture, Universiti Malaysia Sabah, sebagai narasumber. Kuliah tamu tersebut menjadi bagian dari upaya program studi memperluas pengalaman belajar mahasiswa, khususnya dalam menulis karya ilmiah dan memahami proses publikasi akademik.

Kegiatan berlangsung di Ruang Seminar Menara Iqra Lantai 6. Sejak awal, suasana berlangsung interaktif. Dosen dan mahasiswa memenuhi ruang seminar, menyimak paparan yang ditampilkan melalui layar utama, kemudian terlibat dalam sesi diskusi dan tanya jawab.

Ilmas tidak hanya membahas tata cara menulis secara teknis. Materinya membawa peserta memahami penulisan akademik sebagai proses membangun gagasan, argumentasi, bukti ilmiah, hingga mengomunikasikan hasil penelitian kepada komunitas akademik.

Ia mengawali pembahasan dengan tiga fungsi utama tulisan akademik, yakni persuasif, analitis, dan informatif.

Tulisan persuasif membutuhkan argumen yang kuat dengan dukungan bukti empiris dan penalaran teoritis. Tulisan analitis menuntut penulis mengurai persoalan, mengevaluasi berbagai interpretasi, dan menyintesiskan data. Sementara tulisan informatif harus mampu menjelaskan konsep dan kerangka ilmiah secara objektif dan mudah dipahami.

Bangun Paragraf dengan MEAL

Salah satu strategi praktis yang diperkenalkan kepada peserta adalah kerangka MEAL, yakni Main Idea, Evidence, Analysis, dan Link.

Melalui kerangka tersebut, setiap paragraf perlu memiliki satu gagasan utama yang jelas. Argumen kemudian diperkuat dengan data, referensi, atau temuan empiris, dilanjutkan dengan analisis yang menjelaskan hubungan bukti dengan argumentasi penulis.

Bagian akhir paragraf menghubungkan pembahasan dengan tesis utama maupun gagasan berikutnya.

Pendekatan itu sekaligus menekankan bahwa tulisan akademik tidak cukup hanya berisi kumpulan kutipan.

Ilmas juga membahas pentingnya menyintesiskan sumber. Referensi ilmiah perlu dipertemukan berdasarkan kesamaan temuan, perbedaan pendapat, perdebatan teori, maupun hasil penelitian yang belum terjawab.

Dengan demikian, kajian literatur membentuk suatu dialog akademik dan membantu peneliti menemukan research gap yang menjadi dasar pentingnya penelitian dilakukan.

Pemahaman tersebut sejalan dengan tujuan kuliah tamu untuk membangun pola pikir akademik mahasiswa, mulai dari mengembangkan gagasan secara sistematis dan logis hingga menggunakan referensi ilmiah yang valid.

Kenalkan Struktur IMRaD

Peserta juga diperkenalkan dengan struktur artikel ilmiah IMRaD, yakni Introduction, Methods, Results, dan Discussion.

Pada bagian Introduction, penulis perlu menjelaskan persoalan penelitian, konteks literatur, dan argumentasi utama. Bagian Methods menjelaskan desain penelitian, sampel, dan prosedur analisis secara memadai.

Sementara Results menyajikan temuan secara objektif dan Discussion digunakan untuk menafsirkan hasil, menjelaskan implikasi, mengakui keterbatasan, serta menawarkan arah penelitian selanjutnya.

Proses menulis artikel sendiri dijelaskan berlangsung dalam empat tahap, mulai dari merencanakan penelitian dan membaca literatur, menyusun draf gagasan utama, melakukan revisi kritis, hingga menyempurnakan bahasa dan sitasi.

Pada tahap revisi, penulis perlu mengevaluasi koherensi argumen, transisi antarparagraf, kekuatan bukti, serta alur keseluruhan manuskrip.

Menulis hingga Memilih Jurnal

Pembahasan kuliah tamu kemudian bergerak lebih jauh pada strategi publikasi di jurnal ilmiah bereputasi.

Ilmas mengingatkan bahwa manuskrip yang baik tetap membutuhkan pemilihan jurnal yang tepat. Penulis perlu mencermati kesesuaian antara penelitian dengan aims and scope jurnal, artikel-artikel terbaru yang diterbitkan, indeksasi, kuartil SJR, serta reputasi jurnal dalam Scopus maupun Web of Science.

Pemilihan target jurnal menjadi penting karena salah satu penyebab manuskrip berhenti pada tahap awal adalah ketidaksesuaian ruang lingkup.

Dalam materi juga dibahas sejumlah penyebab umum desk rejection, antara lain lemahnya kesesuaian dengan cakupan jurnal, klaim kebaruan yang kurang kuat, kelemahan metodologis, serta manuskrip yang tidak mengikuti author guidelines.

Karena itu, penulis dianjurkan melakukan audit sebelum submission, termasuk memeriksa format, bahasa, artikel terbaru dari jurnal tujuan, serta memastikan aspek kebaruan penelitian tampak dengan jelas.

Judul dan Abstrak Harus Tajam

Ilmas juga memberi perhatian khusus pada judul dan abstrak.

Judul artikel ilmiah perlu ringkas dan langsung menggambarkan pokok penelitian tanpa menggunakan ungkapan sensasional.

Abstrak harus menyajikan latar belakang, tujuan, metode, hasil utama, dan kesimpulan secara jelas. Penulis juga perlu menunjukkan sejak awal persoalan atau kesenjangan ilmiah yang hendak dijawab penelitian.

Materi kemudian berlanjut pada penyusunan cover letter. Surat pengantar kepada editor perlu menerangkan signifikansi penelitian, alasan jurnal tersebut menjadi tempat yang sesuai bagi manuskrip, serta pernyataan mengenai orisinalitas karya.

Belajar Menghadapi Reviewer

Tahapan peer review juga menjadi bagian yang menarik perhatian peserta.

Dalam materi tersebut, penulis diingatkan untuk tidak merespons kritik reviewer secara terburu-buru atau emosional. Setiap komentar perlu dibaca secara cermat kemudian dijawab secara profesional dan sistematis.

Respons dapat disusun dalam bentuk matriks yang memuat komentar reviewer, jawaban penulis, perubahan yang dilakukan, serta lokasi revisi pada manuskrip.

Materi menekankan pentingnya mengutip komentar reviewer secara lengkap, menjelaskan perubahan secara jelas, dan mencantumkan bagian manuskrip yang telah diperbaiki.

Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada publikasi sebagai satu proses utuh, mulai dari penulisan, pemilihan jurnal, submission, pemeriksaan editor, peer review, revisi, hingga keputusan akhir.

Perkuat Budaya Akademik Agroteknologi

Ketua Program Studi Agroteknologi Unismuh Makassar, Dr. Ir. Rosanna, M.P., mengatakan kuliah tamu tersebut merupakan bagian dari upaya program studi memperkuat budaya akademik dan menyediakan pengalaman belajar mahasiswa di luar perkuliahan reguler.

Kemampuan academic writing dinilai penting bagi mahasiswa Agroteknologi, tidak hanya saat mengerjakan tugas perkuliahan, tetapi juga ketika menyusun proposal penelitian, skripsi, hingga menyiapkan artikel untuk publikasi ilmiah.

Diskusi berlangsung cair. Sejumlah peserta terlibat dalam sesi tanya jawab, sementara dosen dan mahasiswa mengikuti pembahasan hingga akhir kegiatan. Kuliah tamu kemudian ditutup dengan foto bersama narasumber, pimpinan program studi, dosen, dan mahasiswa.

Melalui kegiatan tersebut, Prodi Agroteknologi berharap mahasiswa semakin percaya diri menyusun karya ilmiah yang argumentatif, berbasis bukti, terstruktur, dan memenuhi standar komunikasi akademik.

Kuliah tamu internasional ini sekaligus memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan keterampilan akademik dan literasi ilmiah mahasiswa, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pertukaran pengetahuan dan kolaborasi akademik antara Unismuh Makassar dan akademisi dari Universiti Malaysia Sabah.