UNISMUH.AC.ID, PAREPARE — Tim Dosen Pendidikan Sosiologi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mendampingi perempuan pesisir di Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, dalam mengembangkan usaha abon ikan tuna berbasis kesehatan kerja dan pemberdayaan sosial, Rabu, 19 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut merupakan program Pengabdian kepada Masyarakat dengan skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat bersama Kelompok Usaha Abon Ikan Ummi.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian yang memperoleh pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek Tahun 2026.
Ketua Tim Pelaksana, Prof. Dr. Nurlina Subair, M.Si., mengatakan pendampingan diarahkan untuk memperkuat kapasitas perempuan pesisir dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.
Ikan tuna yang menjadi salah satu komoditas perikanan diolah menjadi produk abon agar memiliki nilai tambah ekonomi dan dapat dikembangkan sebagai sumber pendapatan kelompok.
“Program ini bertujuan memperkuat kapasitas perempuan pesisir dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal, khususnya pengolahan ikan tuna menjadi produk abon yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Nurlina.
Libatkan 30 Pelaku UMKM
Kegiatan diikuti 30 pelaku UMKM yang tergabung dalam Kelompok Usaha Abon Ikan Ummi yang diketuai Juarni.
Sejumlah penyuluh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan juga mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran penyuluh menjadi bagian dari upaya mempertemukan pendampingan perguruan tinggi dengan dukungan pemerintah dalam pengembangan usaha masyarakat pesisir.
Kegiatan dibuka Camat Bacukiki Barat, Ardiansyah Arifuddin, S.STP., M.Si. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi keterlibatan Unismuh Makassar dalam mendampingi masyarakat di wilayahnya.
Menurut Ardiansyah, dukungan perguruan tinggi bersama penyuluh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dapat membantu masyarakat mengembangkan potensi lokal menjadi kegiatan ekonomi produktif.
Pendampingan juga menghadirkan Dr. Risma Haris, S.Si., M.Si., sebagai narasumber. Tim pelaksana turut melibatkan Dr. Syahban Nur, S.Pd., M.Pd., dan Badriani Badawi, S.ST., M.Kes.
Kegiatan mengangkat tema “Penguatan Peran Perempuan Pesisir melalui Usaha Abon Ikan Tuna Berbasis Kesehatan Kerja dan Pemberdayaan Sosial.”
Tema tersebut menempatkan pengembangan usaha tidak hanya pada aspek produksi dan nilai ekonomi, tetapi juga memperhatikan kapasitas perempuan sebagai pelaku usaha serta aspek kesehatan dalam menjalankan aktivitas kerja.
Perkuat Kemandirian Perempuan Pesisir
Nurlina mengatakan pengabdian kepada masyarakat menjadi salah satu ruang bagi perguruan tinggi untuk menerapkan pengetahuan dan hasil kajian sesuai kebutuhan masyarakat.
Pendampingan terhadap Kelompok Usaha Abon Ikan Ummi diharapkan dapat memperkuat kemampuan anggota kelompok dalam mengembangkan usaha secara lebih mandiri dan produktif.
Program itu juga diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil perikanan. Ikan tuna yang sebelumnya dipasarkan sebagai bahan mentah dapat dikembangkan menjadi produk olahan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Menurut Nurlina, pemberdayaan perempuan menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi keluarga dan masyarakat pesisir.
“Program ini diharapkan dapat mendorong Kelompok Usaha Abon Ikan Ummi semakin mandiri, produktif, serta mampu meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan dan kesejahteraan perempuan pesisir,” ujarnya.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi Unismuh Makassar, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang diarahkan pada pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan komunitas.
Program pemberdayaan perempuan pesisir ini juga berkaitan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 5: Kesetaraan Gender melalui penguatan kapasitas dan peran ekonomi perempuan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan UMKM berbasis potensi lokal, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui peningkatan nilai tambah hasil perikanan menjadi produk olahan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

