UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar memfasilitasi pembuatan Kartu Antar Kerja (AK-1) bagi alumni Universitas Muhammadiyah Makassar dalam kegiatan Campus Hiring yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Karier dan Alumni (LPKA) Universitas Muhammadiyah Makassar di Aula Iqra, Kamis, 30 Juli 2026. Layanan tersebut diberikan untuk membantu lulusan memperoleh dokumen administrasi ketenagakerjaan sekaligus memperluas akses terhadap informasi dan peluang kerja.
Kegiatan ini menghadirkan tim Disnaker Kota Makassar yang memberikan sosialisasi mengenai fungsi AK-1, penggunaan platform Siap Kerja, serta berbagai layanan ketenagakerjaan yang dapat dimanfaatkan oleh para pencari kerja. Peserta juga mendapat pendampingan langsung dalam proses pembuatan akun dan pencetakan AK-
Fungsional Pengantar Kerja Ahli Madya Disnaker Kota Makassar, Uyun Fanny Fahraeni, S.T., M.M., menjelaskan bahwa AK-1 merupakan salah satu dokumen yang masih dipersyaratkan oleh sejumlah perusahaan dalam proses rekrutmen tenaga kerja, terutama pada sektor tertentu seperti perbankan dan industri. Karena itu, kepemilikan kartu tersebut dinilai penting bagi lulusan yang sedang memasuki pasar kerja.
“Sebagian perusahaan, not all, tapi sebagian itu biasa meminta mempersyaratkan kartu AK-1. Khususnya mungkin perusahaan yang berada di daerah tambang dan bank, biasanya meminta kartu AK-1,” ujar Uyun.
Baca juga:
Menurut Uyun, AK-1 tidak hanya berfungsi sebagai kartu pencari kerja, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pendataan tenaga kerja yang dikelola pemerintah. Melalui data tersebut, Disnaker dapat memetakan kebutuhan tenaga kerja sekaligus mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga profesional.
Dalam pemaparannya, Uyun menjelaskan bahwa proses pengurusan AK-1 kini terintegrasi dengan platform digital Siap Kerja yang dikembangkan Kementerian Ketenagakerjaan. Platform ini memungkinkan pencari kerja mengakses layanan ketenagakerjaan, pelatihan, magang, sertifikasi, hingga informasi lowongan kerja melalui satu akun terintegrasi.
“Dinas Ketenagakerjaan tidak bisa menjamin teman-teman lulusan langsung memperoleh pekerjaan. Tapi kami dapat memastikan bahwa setiap lulusan memiliki akses terhadap informasi pasar kerja, layanan penempatan, dan pembinaan kompetensi,” kata Uyun.
Ia menjelaskan bahwa platform Siap Kerja terdiri atas sejumlah layanan, antara lain Career Hub, Skill Hub, Talent Hub, Magang Hub, dan Biz Hub. Melalui layanan tersebut, lulusan dapat mengakses berbagai peluang pengembangan karier sesuai kebutuhan dan minat masing-masing.
Secara tidak langsung, Uyun menegaskan bahwa proses pencarian kerja pada era digital tidak lagi bergantung pada pengajuan lamaran secara konvensional. Pencari kerja dituntut aktif memanfaatkan teknologi informasi untuk memperoleh akses yang lebih luas terhadap peluang kerja dan pengembangan kompetensi.
Selain menjelaskan prosedur pengurusan AK-1, Disnaker juga mendorong peserta untuk aktif mengikuti berbagai program pelatihan yang tersedia secara gratis melalui platform pemerintah. Menurut Uyun, pelatihan tersebut dapat menjadi sarana bagi lulusan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memperkuat daya saing di tengah meningkatnya jumlah pencari kerja setiap tahun.

Uyun juga menekankan bahwa keberhasilan memperoleh pekerjaan tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik. Menurut dia, dunia kerja saat ini semakin memberi perhatian terhadap karakter, etika, dan kemampuan beradaptasi para pelamar.
“Walaupun setinggi apa skill kalian, setinggi apa IPK kalian, kalau etika kalian tidak ada, kadang perusahaan kali nol,” ujarnya.
Dalam sesi praktik, peserta yang belum memiliki akun Siap Kerja diberikan pendampingan untuk melakukan registrasi serta melengkapi dokumen yang diperlukan, seperti ijazah atau surat keterangan lulus. Setelah akun aktif dan data dinyatakan lengkap, peserta dapat langsung mengakses layanan pencetakan AK-1 yang disediakan oleh tim Disnaker.
Melalui layanan ini, LPKA Universitas Muhammadiyah Makassar dan Disnaker Kota Makassar berupaya memperkuat kesiapan alumni memasuki dunia kerja. Kehadiran layanan AK-1 di lingkungan kampus diharapkan dapat memudahkan lulusan memperoleh dokumen yang dibutuhkan sekaligus meningkatkan akses terhadap berbagai peluang kerja yang tersedia di tingkat lokal maupun nasional.

