NEWS.UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) Universitas Muhammadiyah Makassar bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar dan PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) menggelar kegiatan Campus Hiring dan pembuatan Kartu Antar Kerja (AK-1) di Aula Iqra Gedung Iqra Universitas Muhammadiyah Makassar, Kamis, 30 Juli 2026.
Kegiatan tersebut diikuti alumni dan calon pencari kerja untuk memperoleh akses informasi ketenagakerjaan, layanan administrasi kerja, serta peluang rekrutmen dari perusahaan mitra.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja melalui layanan karier terpadu, pembekalan kesiapan kerja, serta fasilitasi proses rekrutmen secara langsung. Selain menghadirkan perusahaan perekrut, peserta juga memperoleh informasi mengenai program magang, pelatihan kompetensi, dan layanan ketenagakerjaan yang disediakan pemerintah.
Mewakili Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Wakil Rektor IV Dr. Burhanuddin, M.Si., mengatakan bahwa kampus terus berupaya memperluas akses alumni terhadap dunia kerja. Menurut dia, pengembangan karier lulusan menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kualitas institusi sekaligus dukungan terhadap keberhasilan alumni setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Burhanuddin menjelaskan bahwa Universitas Muhammadiyah Makassar saat ini memiliki sekitar 14.000 mahasiswa yang tersebar di 73 program studi. Ia menyebut kampus tidak hanya berfokus menghasilkan lulusan, tetapi juga mendorong alumni memperoleh kesempatan magang, bekerja, hingga melanjutkan studi ke luar negeri.
“Kami sangat mengharapkan ananda semua bisa menembus dunia kerja sehingga tidak menjadi beban orang tua,” ujar Burhanuddin dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi unggul dituntut mampu mendorong sedikitnya 10 persen alumninya mengikuti program magang. Karena itu, kampus terus membuka komunikasi dengan berbagai mitra, termasuk perusahaan nasional dan lembaga pemerintah, untuk memperluas akses magang dan penempatan kerja bagi lulusan.

Dalam sesi materi, Fungsional Pengantar Kerja Ahli Madya Disnaker Kota Makassar, Uyun Fanny Fahraeni, S.T., M.M., memaparkan berbagai layanan ketenagakerjaan yang dapat dimanfaatkan lulusan perguruan tinggi. Layanan tersebut meliputi informasi lowongan kerja dalam dan luar negeri, pelatihan peningkatan kompetensi, program magang, perluasan kesempatan kerja, hingga penerbitan Kartu AK-1.
“Dinas Ketenagakerjaan tidak bisa menjamin teman-teman lulusan langsung memperoleh pekerjaan. Tapi kami dapat memastikan bahwa setiap lulusan memiliki akses terhadap informasi pasar kerja, layanan penempatan, dan pembinaan kompetensi,” kata Uyun.
Menurut Uyun, pemerintah saat ini telah menyediakan platform Siap Kerja yang mengintegrasikan berbagai layanan, seperti Career Hub, Skill Hub, Magang Hub, dan Talent Hub. Ia menjelaskan bahwa platform tersebut dirancang untuk membantu pencari kerja memperoleh pelatihan, sertifikasi, informasi rekrutmen, serta peluang pengembangan usaha secara lebih mudah.
Uyun juga menegaskan bahwa kemampuan teknis semata tidak lagi menjadi faktor utama dalam proses rekrutmen. Secara tidak langsung ia menjelaskan bahwa banyak perusahaan kini memberi perhatian besar terhadap etika, karakter, dan kesiapan individu dalam beradaptasi dengan lingkungan kerja profesional.
“Walaupun setinggi apa skill kalian, setinggi apa IPK kalian, kalau etika kalian tidak ada, kadang perusahaan kali nol,” ujarnya.
Sementara itu, Talent Head Hunter PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS), Andi Zakinah Juniarti, memberikan pembekalan mengenai strategi menghadapi proses rekrutmen. Materi yang disampaikan meliputi pengembangan kepribadian, kesiapan wawancara kerja, cara membangun kesan pertama, hingga penguatan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Ia menjelaskan bahwa lulusan perguruan tinggi perlu memiliki kemampuan beradaptasi, bersaing, dan berkolaborasi agar mampu bertahan di lingkungan kerja yang dinamis. Menurutnya, perusahaan tidak hanya menilai kemampuan akademik, tetapi juga melihat nilai tambah yang dimiliki setiap pelamar.

“Tidak ada yang abadi. Mau kesulitan, mau kemudahan, itu akan berotasi. Jadi kita harus memperbarui diri terus,” kata Zakinah saat memotivasi peserta.
Selain itu, Zakinah menerangkan bahwa proses wawancara merupakan tahapan penting dalam rekrutmen karena menjadi sarana perusahaan menilai kepribadian, kemampuan komunikasi, pengalaman organisasi, serta kesiapan calon pekerja. Ia juga mengingatkan peserta agar mempersiapkan penampilan, sikap, dan pemahaman mengenai perusahaan yang dilamar sebelum mengikuti seleksi.
Secara tidak langsung, Zakinah menekankan bahwa pencari kerja perlu terus meningkatkan kualitas diri melalui pengalaman organisasi, pelatihan, maupun pengembangan jejaring profesional. Menurutnya, kemampuan tersebut kerap menjadi pembeda di tengah semakin ketatnya persaingan tenaga kerja setiap tahun.
Melalui kegiatan Campus Hiring ini, Universitas Muhammadiyah Makassar berharap alumni tidak hanya memperoleh informasi pekerjaan, tetapi juga memiliki kesiapan kompetensi dan mental untuk memasuki dunia kerja. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha tersebut diharapkan dapat memperluas peluang kerja sekaligus mempercepat penyerapan lulusan di berbagai sektor industri.

