July 15, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA KAMPUS

Momentum Rashdul Kiblat, Tim PKM-PM Unismuh Pastikan Arah Kiblat Masjid Nurul Iman Akurat

UNISMUH.AC.ID, JENEPONTO — Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memanfaatkan momentum Rashdul Kiblat atau Istiwa A‘zam untuk mengecek arah kiblat Masjid Nurul Iman Buludoang, Desa Tuju, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Rabu, 15 Juli 2026.

Pengecekan dilakukan menggunakan tongkat istiwa, yakni alat sederhana yang memanfaatkan bayangan Matahari ketika posisinya berada tepat di atas Ka’bah. Pada momentum tersebut, arah bayangan benda yang berdiri tegak dapat digunakan sebagai pedoman untuk mengkalibrasi arah kiblat secara akurat.

Kegiatan itu dilaksanakan Tim PKM-PM “Arah Sejuta Umat” yang memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Tahun 2026 dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan atau Belmawa.

Tim diketuai Ramdhani Saputra dengan anggota Ayu Soraya dan Nur Fitrani dari Program Studi Pendidikan Agama Islam, serta Ibrohim dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Unismuh Makassar.

Melalui program tersebut, para mahasiswa memberikan pelatihan pengukuran arah kiblat untuk masjid dan makam. Mitra kegiatan terdiri atas pengurus Masjid Nurul Iman Buludoang, pemerintah setempat, tokoh agama, dan masyarakat.

Edukasi Urgensi Arah Kiblat

Kegiatan dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 13.00 hingga 14.30 Wita, diawali dengan pretest untuk mengukur pengetahuan awal masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai urgensi dan metode penentuan arah kiblat.

Sesi kedua berupa pengecekan arah kiblat Masjid Nurul Iman dengan memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat.

Rashdul Kiblat merupakan fenomena astronomis ketika Matahari berada tepat di atas Ka’bah. Saat fenomena itu terjadi, bayangan benda yang berdiri tegak akan menunjukkan arah yang berlawanan dengan posisi Ka’bah. Momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memeriksa ketepatan arah kiblat bangunan ibadah.

Dosen pendamping Tim PKM-PM, Sartika, S.H., M.H., mengatakan program pendanaan PKM memberikan ruang kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di dalam kelas dalam kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Teori pembelajaran di kelas penting diimplementasikan dalam bentuk tindakan nyata. Salah satu kebutuhan masyarakat ialah memastikan pelaksanaan ibadah sesuai dengan syariat Islam, termasuk ketepatan menghadap Ka’bah ketika melaksanakan salat maupun dalam pemakaman jenazah,” ujarnya.

Menurut Sartika, kegiatan pengabdian tersebut sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepedulian sosial, kemampuan berkomunikasi, dan keterampilan memecahkan persoalan di tengah masyarakat.

Warga Terbiasa Mengikuti Arah Bangunan

Ketua Pengurus Masjid Nurul Iman Buludoang, Andi Amran, S.E., M.Si., Kr. Bungko, mengapresiasi mahasiswa Unismuh Makassar yang memilih wilayahnya sebagai lokasi pelaksanaan program.

Menurut dia, masyarakat setempat belum pernah memperoleh pelatihan khusus mengenai metode pengukuran arah kiblat.

“Selama ini, ketika mengukur kiblat masjid atau makam, kami hanya melihat arah Matahari terbenam atau mengikuti arah kiblat bangunan di sekitar. Kadang kami menggunakan kompas, tetapi belum memahami ilmu dan rumus penentuan arah kiblat,” ungkapnya.

Ia menilai pelatihan tersebut semakin bermakna karena dilaksanakan bertepatan dengan momentum Rashdul Kiblat. Masyarakat dapat menyaksikan secara langsung proses pemeriksaan arah kiblat menggunakan bayangan Matahari.

“Dengan momentum ini, kami dapat mengecek kembali arah kiblat masjid secara langsung,” katanya saat membuka kegiatan.

Berdasarkan hasil pretest, sebagian besar masyarakat Dusun Buludoang belum pernah mendapatkan edukasi mengenai pengukuran arah kiblat. Pengetahuan masyarakat umumnya masih didasarkan pada kebiasaan, arah bangunan sekitar, dan perkiraan posisi Matahari.

Arah Kiblat Masjid Dinyatakan Akurat

Masjid Nurul Iman Buludoang merupakan bangunan baru yang didirikan sebagai bagian dari upaya memperbaiki arah kiblat masjid lama yang dinilai kurang tepat.

Sebelum pembangunan, Kementerian Agama Kabupaten Jeneponto telah melakukan pengukuran arah kiblat secara langsung. Hasil pengecekan kembali oleh Tim PKM-PM Unismuh melalui fenomena Rashdul Kiblat menunjukkan arah kiblat masjid tersebut telah tepat dan akurat.

Penanggung jawab kegiatan, Nur Fitrani, menjelaskan program pengabdian berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 15–16 Juli 2026.

Setelah pemeriksaan arah kiblat masjid, tim dijadwalkan melanjutkan kegiatan pada hari kedua dengan mengecek arah kiblat makam di pemakaman Dusun Buludoang pada Kamis, 16 Juli 2026, pukul 17.00 Wita.

Kegiatan turut dihadiri Sekretaris Pengurus Masjid Nurul Iman, Aswan Asbudi, S.Pd., Dg. Sikki’; Imam Masjid, Sukimin Dg. Narang; Kepala Dusun, Sukri Dg. Ngangka; Imam Dusun, Ilyas Ali; tokoh agama, Herman Dg. Bilaji; serta masyarakat setempat.

Melalui program “Arah Sejuta Umat”, Tim PKM-PM Unismuh Makassar berharap masyarakat tidak lagi hanya mengandalkan perkiraan dalam menentukan arah kiblat, tetapi mampu menggunakan metode pengukuran yang dapat dipertanggungjawabkan secara keagamaan dan ilmiah.