UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Southern Leyte State University (SLSU), Filipina, Selasa, 7 Juli 2026. Penandatanganan berlangsung secara daring melalui Zoom dari Ruang Rektor Unismuh Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, untuk memperkuat kerja sama akademik, riset, pertukaran pengetahuan, dan internasionalisasi kampus.
Acara ini diikuti pimpinan kedua perguruan tinggi. Berdasarkan undangan resmi Rektor Unismuh, kegiatan tersebut merupakan Ceremony Signing MoU antara Southern Leyte State University Philippine dan Universitas Muhammadiyah Makassar yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom.
Dari Ruang Rektor Unismuh, suasana seremoni berlangsung khidmat. Rektor Unismuh, Dr Ir H Abd Rakhim Nanda, ST, MT, IPU, mengikuti prosesi dari meja kerjanya, sementara layar besar menampilkan jajaran pimpinan SLSU dan peserta dari kedua institusi.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor Unismuh Abd Rakhim Nanda dan President SLSU, Jude A. Duarte, DPA. Dokumen MoU yang ditandatangani kedua pihak memuat kerja sama selama lima tahun sejak penandatanganan.
Dalam sambutannya, Rektor Unismuh menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini bukan sekadar seremoni administratif. “Today marks more than the signing of the partnership agreement. It represents the beginning of a shared commitment to advancing higher education through collaboration, innovation, and mutual respect,” ujar Abd Rakhim Nanda.
Abd Rakhim mengatakan, kerja sama tersebut dapat membuka kesempatan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan masyarakat luas. Ia menyebut kemitraan ini menjadi fondasi untuk pertukaran akademik, riset bersama, program pengabdian masyarakat, penguatan kapasitas, mobilitas mahasiswa, magang, serta berbagi pengetahuan dan praktik baik.
Dalam forum itu, pihak SLSU juga menyampaikan apresiasi atas terbukanya kerja sama dengan Unismuh. “May this memorandum of understanding mark the beginning of a productive, sustainable, and mutually beneficial relationship between the two universities,” kata salah seorang perwakilan SLSU dalam pembukaan acara.
Perwakilan SLSU itu menambahkan, kemitraan tersebut diharapkan menghubungkan dosen, menginspirasi mahasiswa, serta memperkuat riset yang memberi kontribusi bagi masyarakat. Harapan itu sejalan dengan agenda internasionalisasi yang sedang dibangun kedua kampus melalui kerja sama lintas negara.
MoU tersebut mencakup enam bidang kerja sama. Keenamnya meliputi pertukaran mahasiswa, dosen, dan tenaga administrasi; pertukaran peneliti; pertukaran informasi dan materi akademik; riset bersama; kuliah tamu dan simposium; serta bentuk kolaborasi akademik dan kultural lainnya.
Direktur Global Engagement and Strategic Partnerships Office SLSU, Dr Eden Green Uy, menyampaikan bahwa kolaborasi ini berawal dari komunikasi akademik yang terbangun dalam forum internasional. Ia menjelaskan, pembicaraan yang berlangsung saat pertemuan di Times Higher Education di Jakarta ikut membuka jalan bagi penandatanganan MoU tersebut.
President SLSU Jude A. Duarte menyebut kerja sama antarnegara dan antarkampus menjadi penting di tengah dunia yang semakin saling terhubung. “No country or nation is in isolation,” kata Duarte, seraya menegaskan bahwa negara dan institusi kini berbagi peluang, tantangan, serta tanggung jawab.
Duarte juga menilai kolaborasi SLSU dan Unismuh dapat meningkatkan pertukaran pengetahuan, teknologi, dan inovasi. Menurut dia, kedua universitas memiliki kekuatan, sumber daya, dan keahlian masing-masing sehingga tidak hanya dapat berkompetisi, tetapi juga saling melengkapi melalui kerja sama.
“Together, we can create a stronger future for our faculty and students,” ujar Duarte. Ia berharap kerja sama tersebut dapat memberi kontribusi nyata bagi pendidikan yang lebih maju serta membuka peluang pertemuan langsung antara kedua institusi pada masa mendatang.
Dari sisi Unismuh, keterlibatan unsur pimpinan dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa MoU diarahkan untuk menghasilkan program konkret. Undangan resmi kegiatan ditujukan kepada para wakil rektor, ketua dan sekretaris badan, direktur pascasarjana, para dekan, Ketua dan Divisi UGEC, Ketua dan Divisi Penelitian LP3M, serta para wakil dekan I.
Dokumen MoU juga mengatur bahwa proyek atau kegiatan spesifik akan dinegosiasikan dan disepakati secara terpisah oleh kedua pihak. Ketentuan teknis setiap program akan dituangkan dalam perjanjian tertulis tersendiri yang ditandatangani oleh perwakilan berwenang dari masing-masing institusi.
Selain kerja sama akademik, dokumen tersebut menekankan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku, perlindungan data pribadi, dan kerahasiaan informasi. Kedua pihak juga sepakat mengedepankan penyelesaian secara baik apabila muncul perbedaan dalam penerapan, penafsiran, atau pelaksanaan MoU.
Penandatanganan MoU dengan SLSU menambah jejaring internasional Unismuh di kawasan Asia Tenggara. Dari Ruang Rektor Unismuh, kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada dokumen, tetapi berlanjut dalam bentuk pertukaran akademik, riset bersama, kuliah tamu, mobilitas mahasiswa, dan program kolaboratif yang berdampak bagi kedua perguruan tinggi.

