July 7, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA UTAMA

FKIP Unismuh Bekali Mahasiswa PPG Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR— Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar (FKIP Unismuh) menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara” di lantai 2 Gedung Menara Iqra, Kampus Unismuh Makassar, pada Selasa, 7 Juli 2026. Kegiatan ini wajib diikuti oleh ratusan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Gelombang 1 Tahun 2026 guna membekali para calon pendidik profesional dengan pemahaman nasionalisme yang kokoh sebelum mereka terjun ke masyarakat.

Acara yang berlangsung khidmat ini menghadirkan Kepala Staf Komando Distrik Militer (Kasdim) 1409 Gowa, Mayor Arh. Muhammad Yuliansyah, S.Ap., sebagai pemateri utama. Penguatan ideologi ini dirasa mendesak karena para calon guru sekolah dasar (SD) dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) ini kelak akan menjadi garda terdepan dalam menjaga karakter moral dan rasa cinta tanah air generasi penerus bangsa Indonesia di masa depan.

Dalam sambutannya, Dekan FKIP Unismuh, Dr. H. Baharullah, M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas kesediaan pihak TNI Angkatan Darat (AD) melalui perwakilan Kodim Gowa untuk memberikan materi langsung. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini bermaksud mengonversikan mata kuliah wajib nasional ke dalam forum diskusi interaktif yang lebih kontekstual.

Menurut Baharullah, bela negara dalam konteks pendidikan modern tidak lagi dimaknai sebagai aktivitas fisik atau angkat senjata. Hal tersebut kini lebih direalisasikan melalui dedikasi tinggi, integritas profesional, dan sikap pengabdian tulus dalam membentuk kualitas intelektual anak bangsa.

Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Dr. K.H. Mawardi Pewangi, M.Pdi., dalam pengajian pembuka sempat menyayangkan mulai lunturnya hafalan lagu-lagu kebangsaan di kalangan siswa. Ia menekankan bahwa doktrin mencintai tanah air adalah bagian dari iman dan hal ini mengadopsi prinsip piagam Madinah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Inilah yang memberi inspirasi pada pendiri bangsa kita ini, maka lahirlah Pancasila itu: Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, keadilan, dan musyawarah,” ujar Mawardi saat menjelaskan irisan nilai keagamaan dan dasar negara.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik Unismuh Makassar, Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., menekankan pentingnya bagi seorang pendidik untuk membedakan antara cara pandang (wawasan) dan tindakan nyata (bela negara). Pihak universitas menginginkan agar pemahaman ini tidak hanya berhenti di tataran kognitif, melainkan berlanjut hingga ke aksi kepedulian sosial sehari-hari.

“Wawasan kebangsaan itu adalah cara kita memandang negeri kita, sedangkan bela negara itu adalah sebuah aktivitas, kegiatan dalam kaitannya dengan bagaimana tetap mewujudkan NKRI,” kata Andi Sukri Syamsuri. Ia menambahkan bahwa menaati aturan hukum legalitas formal negara juga merupakan salah satu bentuk nyata dari aksi bela negara.

Pada sesi pemaparan materi inti, Kasdim 1409 Gowa, Mayor Arh. Muhammad Yuliansyah, S.Ap., mengajak para peserta untuk bercermin pada besarnya potensi dan kemajemukan geografis Indonesia yang telah ia kelilingi selama masa penugasan militer. Ia mewanti-wanti para calon guru agar senantiasa waspada dan membentengi murid dari berbagai provokasi politik maupun agenda terselubung oknum tertentu di luar kampus.

Yuliansyah mendorong para calon pendidik profesional ini untuk selalu memberikan performa terbaik dalam mengajar dan tidak bekerja setengah-setengah. “Ayo kerja, ayo kita kerja dengan hati dengan kemampuan yang kita punya maksimal, excellence, jangan asal lewat,” tegas Mayor Yuliansyah secara langsung di hadapan audiens.

Rangkaian acara ditutup dengan prosesi penyerahan cenderamata dari pimpinan Unismuh Makassar kepada jajaran Kodim 1409 Gowa, yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh civitas akademika serta mahasiswa. Melalui kuliah tamu ini, FKIP Unismuh Makassar berharap dapat melahirkan generasi guru profesional baru yang tangguh, toleran, mengutamakan musyawarah, serta mampu mengalirkan energi positif bela negara ke ruang-ruang kelas di seluruh penjuru Indonesia.