June 24, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA KAMPUS

Mahasiswa PGSD Unismuh Ajarkan Kosakata Multibahasa di Thailand

UNISMUH.AC.ID, Narathiwat, Thailand Selatan — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Makassar, Sri Marhadini Putri, memperkenalkan program Kelas Kosakata Indonesia–Melayu Pattani–Thailand–Inggris di Islam Buraphawittaya School, Narathiwat, Thailand Selatan, Senin 22 Juni 2026. Program ini menjadi bagian dari KKN Internasional Batch 2 yang bertujuan memperkuat kemampuan komunikasi lintas bahasa dan budaya siswa sekolah dasar. Kegiatan tersebut berlangsung dengan pendekatan pembelajaran interaktif yang melibatkan siswa secara aktif di kelas.

Program ini diselenggarakan melalui skema International Community Service oleh LP3M Unismuh Makassar sebagai upaya memperluas kontribusi pendidikan lintas negara. Mahasiswa ditempatkan di berbagai wilayah Thailand Selatan, termasuk Narathiwat, Pattani, dan Yala, untuk menjalankan program berbasis pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan di sekolah tersebut difokuskan pada pengenalan empat bahasa secara simultan.

Dalam pelaksanaannya, Sri Marhadini Putri merancang pembelajaran berbasis permainan, diskusi kelompok, dan latihan pengucapan. Siswa diajak mengenali kosakata sehari-hari seperti salam, angka, warna, hingga benda-benda di lingkungan sekolah. Metode ini dibuat agar siswa lebih mudah memahami perbedaan dan persamaan antarbahasa.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu siswa mengenal dan menggunakan kosakata dasar dalam Bahasa Indonesia, Melayu Pattani, Bahasa Thailand, dan Bahasa Inggris,” ujar Sri Marhadini Putri. Ia menambahkan bahwa pembelajaran ini juga diarahkan untuk memperkuat sikap saling menghargai dalam keberagaman bahasa dan budaya.

Menurut Sri, pendekatan multibahasa dipilih karena dinilai efektif dalam memperluas wawasan siswa sejak usia dini. Ia menilai proses pembelajaran yang interaktif dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa asing secara sederhana. Hal ini juga mendorong kemampuan komunikasi dasar dalam kehidupan sehari-hari.

Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat aktif mengikuti setiap sesi pembelajaran. Mereka berpartisipasi dalam permainan bahasa, menjawab pertanyaan, dan menirukan pengucapan kosakata yang diajarkan. Antusiasme tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan metode pembelajaran yang diterapkan.

Pihak Islam Buraphawittaya School memberikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Guru pendamping menilai pembelajaran multibahasa membantu siswa memahami keragaman bahasa sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi mereka. Program ini juga dianggap relevan dengan kebutuhan pembelajaran global saat ini.

Ketua Program Studi PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar, Ernawati, S.Pd., M.Pd., menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk inovasi pembelajaran mahasiswa. “Kegiatan ini menunjukkan kemampuan mahasiswa PGSD dalam merancang pembelajaran yang kreatif, komunikatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik,” ujar Ernawati.

Ia menambahkan bahwa pembelajaran multibahasa tidak hanya meningkatkan kemampuan komunikasi siswa, tetapi juga menanamkan nilai toleransi dan keterbukaan budaya. Menurutnya, pengalaman internasional seperti ini menjadi bekal penting bagi calon guru di era global.

Dekan FKIP Unismuh Makassar, Dr. Baharullah, M.Pd., juga memberikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa dalam program internasional tersebut. “Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa FKIP mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pengalaman mengajar di luar negeri memberikan dampak signifikan terhadap kompetensi pedagogik mahasiswa. Program KKN Internasional ini dinilai mampu memperkuat wawasan global sekaligus membentuk calon pendidik yang adaptif dan profesional.

Program KKN Internasional Batch 2 sendiri melibatkan 30 mahasiswa dari berbagai fakultas yang tersebar di sejumlah wilayah Thailand Selatan. Melalui kegiatan pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar berupaya memperkuat hubungan pendidikan Indonesia–Thailand sekaligus menghadirkan kontribusi nyata di tingkat internasional.