UNISMUH.AC.ID, YALA, Thailand Selatan – Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin pesat mendorong perlunya peningkatan literasi digital di kalangan generasi muda. Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Wafiq Azizah, melaksanakan program edukasi teknologi dan literasi digital di THAWEEWUT CHITPHAKDI C&E School, Yala, Thailand Selatan, pada 14 Juni 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program KKN Internasional Batch 2 yang diselenggarakan oleh LP3M Unismuh Makassar melalui skema International Community Service. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan kompetensi akademik sekaligus memperkenalkan perkembangan teknologi informasi kepada siswa sekolah kesehatan di Thailand Selatan.
Dalam kegiatan itu, Wafiq memperkenalkan Program Studi Teknik Informatika sebagai disiplin ilmu yang mempelajari teknologi komputer, pengembangan perangkat lunak, kecerdasan buatan, keamanan siber, hingga berbagai inovasi digital yang kini berkembang pesat di berbagai sektor kehidupan.
Para siswa juga diperkenalkan pada beragam teknologi yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk pemanfaatan AI dalam bidang pendidikan, kesehatan, komunikasi, dan dunia kerja. Melalui penyampaian yang interaktif, siswa diajak memahami bahwa teknologi tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk belajar, berkreasi, dan meningkatkan produktivitas.
Salah satu materi yang mendapat perhatian besar dari peserta adalah pengenalan kecerdasan buatan. Dalam sesi tersebut, siswa diperlihatkan berbagai contoh penerapan AI yang dekat dengan kehidupan mereka, mulai dari aplikasi penerjemah bahasa, asisten virtual, teknologi pengenalan wajah, hingga pemanfaatannya dalam sektor kesehatan.
Selain membahas perkembangan teknologi, kegiatan ini juga menitikberatkan pada penguatan literasi digital. Siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan internet secara bijak, menjaga keamanan data pribadi, menghindari penyebaran informasi palsu atau hoaks, serta menerapkan etika yang baik dalam berkomunikasi di ruang digital.
Wafiq Azizah mengatakan bahwa pengenalan AI sejak dini penting dilakukan agar generasi muda memahami perkembangan teknologi yang akan menjadi bagian dari kehidupan dan dunia kerja mereka di masa depan.
“AI merupakan salah satu teknologi yang berkembang sangat cepat dan telah digunakan di berbagai bidang. Melalui kegiatan ini, kami ingin siswa memahami bahwa teknologi harus dimanfaatkan untuk hal-hal positif, mendukung pembelajaran, meningkatkan kreativitas, dan membantu menyelesaikan berbagai permasalahan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana aktif dan penuh antusiasme. Para siswa terlibat dalam diskusi, sesi tanya jawab, serta berbagi pengalaman mengenai penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Sejumlah peserta juga menunjukkan ketertarikan untuk mengetahui lebih jauh peluang pendidikan dan karier di bidang informatika.
Ketua Program Studi Teknik Informatika Unismuh Makassar, Rizki Yusliana Bakti, S.T., M.T., mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang menghadirkan edukasi teknologi dalam lingkungan internasional. Menurutnya, mahasiswa informatika tidak hanya dituntut menguasai teknologi, tetapi juga berperan sebagai agen literasi digital di tengah masyarakat.
“Kegiatan yang dilakukan menunjukkan bahwa kompetensi di bidang informatika dapat dimanfaatkan untuk memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai pemanfaatan teknologi secara positif, aman, dan bertanggung jawab. Pengenalan AI dan literasi digital sejak dini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan generasi yang siap menghadapi transformasi digital global,” katanya.
Senada dengan itu, Dekan Fakultas Teknik Unismuh Makassar, Ir. Muhammad Syafaat S. Kuba, S.T., M.T., menilai program internasional memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus memperluas wawasan global.
“Kami mendorong mahasiswa untuk membawa kompetensi keilmuan yang dimiliki ke tengah masyarakat. Edukasi mengenai AI dan literasi digital yang dilakukan mahasiswa menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi instrumen penting dalam mendukung pendidikan, kesehatan, dan pembangunan sumber daya manusia di era digital,” ujarnya.
Program KKN Internasional Batch 2 diikuti 30 mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan Unismuh Makassar yang ditempatkan di sejumlah sekolah dan komunitas di Provinsi Narathiwat, Pattani, dan Yala, Thailand Selatan. Dari jumlah tersebut, 11 mahasiswa berasal dari Fakultas Teknik, terdiri atas empat mahasiswa Program Studi Arsitektur, empat mahasiswa Teknik Informatika, dua mahasiswa Teknik Pengairan, dan satu mahasiswa Teknik Elektro.
Melalui edukasi AI dan literasi digital ini, mahasiswa Unismuh Makassar tidak hanya berbagi pengetahuan teknologi kepada siswa di Thailand Selatan, tetapi juga berkontribusi dalam mempersiapkan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan era digital. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata pengabdian internasional yang menghubungkan pendidikan, teknologi, dan kolaborasi lintas budaya untuk membangun masa depan yang lebih baik.

