UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah Makassar melalui Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (LP2B) resmi membuka kelas kursus Bahasa Mandarin sebagai bagian dari upaya pengembangan kompetensi bahasa asing bagi mahasiswa dan masyarakat umum. Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis kampus dalam memperkuat daya saing sumber daya manusia di era globalisasi. Kegiatan ini berlangsung di Lontara Meeting Room, Kamis 21 Mei 2026.
Kursus Bahasa Mandarin tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang sebelumnya dijalin oleh Kantor Layanan Kerja Sama dan Urusan Internasional (LKUI) Unismuh Makassar dengan INTACT BASE Surabaya. Selanjutnya, program itu dikembangkan bersama LP2B Unismuh Makassar untuk memperluas layanan pendidikan bahasa asing, khususnya Bahasa Mandarin yang kini semakin dibutuhkan dalam dunia pendidikan, bisnis, dan industri global.
Ketua LKUI Unismuh Makassar, Dr. Maharida, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kursus Bahasa Mandarin sejalan dengan upaya internasionalisasi kampus serta penguatan kompetensi global bagi civitas akademika dan masyarakat umum.
“Kursus Bahasa Mandarin ini merupakan program yang sangat positif dalam mendukung pengembangan kemampuan bahasa asing dan memperluas jejaring internasional. Kami mendukung penuh kegiatan ini agar dapat terus berkembang dan memberikan manfaat luas bagi peserta,” ujarnya.
Ketua LP2B Unismuh Makassar, Prof. Sulfasyah, turut mengapresiasi terlaksananya program kursus tersebut. Ia menilai, penguasaan bahasa asing menjadi kebutuhan penting di tengah meningkatnya tuntutan internasionalisasi pendidikan dan dunia kerja.
“Program kursus Bahasa Mandarin ini merupakan langkah positif dalam memperluas kompetensi bahasa asing peserta. Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan INTACT BASE Surabaya sehingga program ini dapat terlaksana dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Firman menjelaskan bahwa peserta kursus tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa Unismuh Makassar, tetapi juga diikuti guru dan masyarakat umum yang memiliki minat mempelajari Bahasa Mandarin.
“Antusiasme peserta cukup tinggi karena kursus ini terbuka bagi berbagai kalangan. Tidak hanya mahasiswa, tetapi juga para guru dan masyarakat umum turut bergabung untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing mereka,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa instruktur dalam program tersebut merupakan tenaga pengajar profesional dan kompeten sesuai bidang keilmuan masing-masing. Para pengajar memiliki pengalaman akademik di bidang Bahasa Mandarin sehingga proses pembelajaran diharapkan berlangsung efektif, terarah, dan berkualitas.
Program kursus Bahasa Mandarin ini akan berlangsung selama tiga bulan dengan total 24 kali pertemuan. Materi pembelajaran dirancang untuk memberikan pemahaman dasar hingga kemampuan praktis Bahasa Mandarin secara bertahap dan berkelanjutan.
Melalui program ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan komunikasi internasional, memperluas wawasan budaya, serta meningkatkan daya saing di era globalisasi. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen LP2B Unismuh Makassar dalam menghadirkan layanan pendidikan bahasa yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.
Pihak LKUI Unismuh Makassar juga menyampaikan bahwa kerja sama dengan INTACT BASE Surabaya akan terus dikembangkan melalui berbagai program pelatihan dan pembelajaran bahasa lainnya. Dengan adanya kursus ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami dasar-dasar Bahasa Mandarin, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat diterapkan di dunia kerja maupun bidang akademik.
Kegiatan kursus berlangsung dengan antusiasme peserta yang tinggi dan menjadi awal positif bagi pengembangan program bahasa internasional di lingkungan Unismuh Makassar.

