UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Dosen Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar, Agusdiwana Suarni, menjadi presenter pada ajang The 1st International Conference on Mosque, Da’wah, and Islamic Leadership (ICOMDIL) 2026 yang diselenggarakan STIDKI Ar Rahmah Surabaya, Kamis 21 Mei 2026.
Konferensi internasional yang digelar secara hybrid tersebut menghadirkan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk membahas beragam isu strategis terkait masjid, dakwah, kepemimpinan Islam, filantropi, hingga pengembangan masyarakat Muslim kontemporer.
Dalam forum tersebut, Agusdiwana tampil sebagai presenter di Room 1 dengan fokus pembahasan Mosque, Islamic Society, Education, Philanthropy, and Contemporary Issues. Ia mempresentasikan dua artikel ilmiah yang menyoroti isu transformasi digital dan tata kelola keuangan masjid di kawasan Asia Tenggara.
Paper pertama berjudul Bridging Digital Spaces: A Preliminary Study on How Social Media Engages Muslim Youth with Mosques in Malaysia and Indonesia. Penelitian tersebut membahas pemanfaatan media sosial dalam meningkatkan keterlibatan generasi muda Muslim dengan aktivitas masjid di Malaysia dan Indonesia.
Sementara itu, paper kedua bertajuk The Role of Centralized and Decentralized Regulation in Mosque Financial Reporting: Comparative Insights from Indonesia, Malaysia, Singapore, and Brunei Darussalam mengulas perbandingan sistem regulasi pelaporan keuangan masjid di empat negara Asia Tenggara.
Partisipasi Agusdiwana dalam konferensi internasional ini menjadi bagian dari kontribusi akademik dosen FEB Unismuh Makassar dalam pengembangan kajian ekonomi Islam, khususnya yang berkaitan dengan transformasi digital, tata kelola masjid, dan penguatan peran institusi Islam di era kontemporer.
Agusdiwana mengatakan, keterlibatan dalam forum akademik internasional seperti ICOMDIL 2026 menjadi ruang penting untuk memperluas jejaring akademik, memperkenalkan hasil penelitian kepada komunitas global, sekaligus membuka peluang kolaborasi riset lintas negara.
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas dosen dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, terutama pada bidang penelitian dan publikasi ilmiah internasional.
Keikutsertaan dosen FEB Unismuh Makassar dalam konferensi internasional itu juga mencerminkan komitmen institusi dalam membangun budaya akademik yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.

