May 1, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA UTAMA

Unismuh Makassar Lepas Jenazah Bakri Salempang, Rektor Kenang Puluhan Tahun Jejak Pengabdiannya

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar melepas jenazah almarhum Drs. Bakri Salempang, M.Pd., dalam suasana duka yang mendalam, Kamis, 30 April 2026. Prosesi berlangsung di lingkungan kampus dan dihadiri pimpinan universitas, dosen, karyawan, serta keluarga almarhum.Bakri Salempang wafat pada Rabu, 29 April 2026. Semasa hidup, ia dikenal sebagai salah satu pengabdi lama di Unismuh Makassar. Ia pernah menjalankan berbagai amanah, mulai dari karyawan, dosen, Kepala Biro Administrasi Umum, hingga Kepala Tata Usaha di sejumlah fakultas.Pelepasan jenazah dipimpin langsung Rektor Unismuh Makassar Dr Abd Rakhim Nanda. Dalam sambutannya, Rakhim mengatakan, wafatnya almarhum menjadi pengingat bahwa kematian merupakan pintu yang pasti dilalui setiap manusia.Mengutip makna Surah Al-Jumu’ah ayat 8, Rakhim menegaskan bahwa manusia tidak dapat menghindar dari kematian. Setelah itu, setiap orang akan kembali kepada Allah SWT dan dimintai pertanggungjawaban atas seluruh perbuatannya selama hidup di dunia.“Kematian adalah pelajaran. Karena itu, kita semua wajib mengambil pelajaran dari peristiwa ini,” ujar Rakhim. Rakhim mengenang almarhum sebagai sosok yang telah lama hadir dalam perjalanan Unismuh Makassar. Ia menyebut mengenal Bakri sejak masa dirinya masih menjadi mahasiswa pada era 1980-an. Saat itu, almarhum telah aktif dalam berbagai kegiatan kampus, termasuk kepanitiaan penerimaan mahasiswa baru yang dahulu dikenal dengan istilah Masa Kasih Sayang.Dalam perjalanan berikutnya, almarhum menjalankan peran sebagai karyawan, dosen, dan pejabat administrasi kampus. Bahkan, ketika Unismuh masih memiliki kelas-kelas jauh di daerah, Bakri turut mengajar di sejumlah tempat.Rektor juga mengenang keterlibatan almarhum dalam masa-masa penting pembangunan fasilitas kampus. Pada masa kepemimpinan almarhum KH Djamaluddin Amien, Bakri disebut ikut mendampingi proses pengembangan sarana Unismuh Makassar.“Banyak kenangan kami bersama beliau, terutama dalam pembangunan Unismuh ini,” kata Rakhim.Bagi Rakhim, almarhum bukan hanya seorang pegawai kampus, melainkan bagian dari sejarah panjang pertumbuhan Unismuh Makassar. Ia juga menyebut Bakri sebagai pribadi yang taat menjalankan ajaran agama. Ia mengenang almarhum sebagai orang yang dekat dengan masjid dan turut menjadi bagian dari pengurus masjid kampus sejak masa-masa awal.“Masya Allah, kami menyaksikan beliau adalah orang yang taat kepada ajaran Allah dan Rasul-Nya,” ujarnya. Atas nama pimpinan Unismuh Makassar, Rakhim memohon kepada seluruh warga kampus dan warga Muhammadiyah untuk mendoakan almarhum. Ia juga mengajak hadirin melapangkan hati dan memaafkan segala kesalahan almarhum sebelum jenazah dilepas menuju alam barzakh.“Semoga doa dan pemaafan Bapak-Ibu sekalian menjadi sebab beliau dilapangkan di alam barzakh,” kata Rakhim.Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Prof Ambo Asse dalam nasihat singkatnya menyampaikan pesan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia mengatakan, kematian merupakan musibah yang tidak dapat dihindari karena setiap manusia telah memiliki ketetapan ajal dari Allah SWT.“Kita semua sudah punya jadwal. Hanya saja, kita tidak tahu kapan jadwal itu tiba,” ujar Ambo. Ambo menegaskan, kehidupan dan kematian adalah ujian untuk melihat siapa di antara manusia yang paling baik amalnya. Karena itu, ia mengajak seluruh hadirin menjadikan peristiwa duka ini sebagai momentum memperbaiki amal, terutama memperkuat akidah tauhid.Menurut Ambo, amal yang baik harus berangkat dari akidah yang lurus. Jika akidah terganggu oleh kesyirikan, amal seseorang tidak akan bernilai di sisi Allah SWT.Ia juga mengenang Bakri sebagai pribadi yang akrab, mudah tersenyum, dan meninggalkan kesan baik bagi banyak orang. Ambo menyebut almarhum kerap terlibat dalam kepanitiaan kurban. Dalam berbagai percakapan, Bakri dikenang sebagai sosok yang ringan tertawa dan mudah bergaul.“Kalau saya bicara dengan beliau, beliau selalu tertawa. Apa saja yang kita ucapkan, sama-sama lalu tertawa,” kata Ambo. Ambo juga menguatkan permintaan Rektor agar seluruh hadirin memaafkan kesalahan almarhum. Jika ada kekhilafan, kesalahan, atau hal yang masih berkaitan dengan almarhum, ia meminta agar hal itu diselesaikan dengan lapang hati. Jika ada urusan materi, hal itu dapat disampaikan kepada ahli waris. Namun, menurut dia, memaafkan dan mengikhlaskan adalah sikap yang lebih baik.Dalam nasihatnya, Ambo mengingatkan bahwa kematian tidak mengenal usia. Ada yang wafat pada usia lanjut, ada pula yang meninggal sebelum mencapai usia tua. Karena itu, setiap orang diminta selalu bersiap dengan memperbaiki amal.Ambo juga meluruskan kebiasaan sebagian masyarakat mengirimkan Al Fatihah kepada orang meninggal. Menurut dia, orang yang wafat sebaiknya didoakan secara langsung agar diampuni dosanya, diterima amalnya, dilapangkan kuburnya, dan ditempatkan di sisi Allah SWT.Ia menambahkan, amal jariah yang dilakukan almarhum selama hidup, termasuk pengabdiannya di Unismuh Makassar, akan terus mengalir sebagai pahala. Bakri disebut sebagai salah satu orang yang berjasa dalam mendampingi pimpinan kampus dan ikut mengelola perkembangan Unismuh hingga akhir hayatnya.“Amal jariah yang telah dikerjakan di kampus ini akan mengalir. Beliau termasuk orang yang berjasa,” ujar Ambo.Prosesi pelepasan jenazah kemudian dilanjutkan dengan shalat jenazah sebelum almarhum diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir di Makam Yayasan Peduli Bersama, Pattallassang, Gowa. Suasana haru menyelimuti seluruh rangkaian prosesi, diiringi doa dan penghormatan terakhir dari keluarga besar Unismuh Makassar.