April 6, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA UTAMA

Tindaklanjuti Kuliah Tamu BPIP, Unismuh Makassar Dorong Pembentukan Pusat Studi Pancasila

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mendorong pembentukan Pusat Studi Pancasila sebagai tindak lanjut kuliah tamu bertajuk Penguatan Wawasan Ideologi Pancasila yang digelar di Aula Teater I-Gift, Gedung Iqra Kampus Unismuh Makassar, Sabtu, 4 April 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Pengkajian Kebijakan PIP BPIP RI, Prof. Dr. Muhammad Sabri AR, serta diikuti unsur pimpinan universitas, dekanat, kaprodi, dan dosen.

Rektor Unismuh Makassar Dr. Ir. H. Abd. Rakhim Nanda, ST, MT, IPU menegaskan, penguatan pemahaman Pancasila di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah penting dilakukan agar tidak muncul jarak antara identitas keislaman dan komitmen kebangsaan. Menurut dia, Pancasila tidak dapat dilepaskan dari sejarah keterlibatan tokoh-tokoh Islam, termasuk Muhammadiyah, dalam proses kelahirannya.

Dalam sambutannya, Rakhim Nanda bahkan menyatakan secara tegas, “Pancasila itu milik Muhammadiyah. Tidak usah alergi dan kalau saya berharap malah lebih kuat nanti gaungnya di Universitas Muhammadiyah Makassar.”

Pernyataan ini menjadi penanda bahwa kampus ingin menempatkan Pancasila sebagai bagian dari kesadaran sejarah dan kesadaran ideologis Muhammadiyah sendiri, bukan sebagai konsep yang berdiri di luar tradisi Islam.

Rektor juga menyampaikan bahwa Unismuh ingin melahirkan ruang kajian yang lebih sistematis melalui pusat studi tersebut. Ia menyebut lembaga itu diharapkan menjadi tindak lanjut konkret dari forum ilmiah yang telah berlangsung, sekaligus medium untuk mengembalikan pembacaan sejarah Pancasila pada konteks yang utuh.

Dalam penutupan acara, ia langsung mengumumkan pembentukan tim inisiator dengan pernyataan, “Supaya tidak lupa kita bentuk dulu tim inisiator pembentukan pusat studi ideologi Pancasila.”

Dukungan terhadap gagasan itu juga datang dari Prof. Dr. Muhammad Jufri, Maheswara Utama BPIP RI yang juga Kepala BPSDM Sulawesi Selatan. Ia menilai inisiatif Unismuh strategis karena kampus memiliki posisi penting dalam pengembangan ideologi Pancasila berbasis pendidikan dan riset. Dalam forum itu, Jufri mengatakan, “Saya kira hari ini terobosan dengan ide kreatif Pak Rektor bersama jajaran yang menghadirkan Prof. Sabri untuk memberi kuliah umum, kuliah tamu, sekaligus mungkin menjadi awal yang baik untuk ide cerdas yang akan ditindaklanjuti dengan pendirian Pusat Studi Pancasila di Universitas Muhammadiyah.”

Ia bahkan membuka peluang kolaborasi lebih lanjut antara BPSDM Sulawesi Selatan dan Unismuh Makassar jika pusat studi tersebut resmi dibentuk. Menurut Jufri, keberadaan pusat studi akan memperkuat pengembangan ideologi Pancasila di Sulawesi Selatan melalui kerja sama kelembagaan yang lebih terarah.

Sementara itu, Prof. Muhammad Sabri AR dalam kuliah tamunya menekankan bahwa Pancasila tidak semestinya berhenti sebagai teks normatif, melainkan harus terus ditafsirkan dalam konteks sejarah, pemikiran, dan bahasa. Ia mengingatkan pentingnya mengembalikan pemahaman Pancasila ke akar kesejarahannya, termasuk keterlibatan tokoh-tokoh Muhammadiyah dalam proses perumusan dasar negara.

Sabri menegaskan, “Kita mendorong terbentuknya pusat studi Pancasila, sehingga Pancasila tidak hanya sekadar menjadi doktrin ideologis dan sepertinya kita mengalami distorsi setiap saat, tapi juga menjadi kajian-kajian ilmiah.” Ia juga menyebut kampus sebagai ruang paling strategis untuk menjadikan Pancasila bukan sekadar wacana normatif, melainkan objek kajian akademik yang terus hidup.

Dalam salah satu bagian kuliahnya, Sabri menyampaikan pandangan yang cukup kuat tentang inti nilai Pancasila. Ia mengatakan, “Jadi inti Pancasila sebenarnya adalah cinta. Ini republik cinta, saudara-saudara.” Dari titik ini, ia mengajak hadirin melihat Pancasila bukan hanya sebagai rumusan formal kenegaraan, tetapi sebagai fondasi etik yang harus diterjemahkan dalam kehidupan sosial, politik, dan kebangsaan.

Pada akhir acara, pembentukan tim inisiator Pusat Studi Ideologi Pancasila diumumkan secara terbuka. Wakil Rektor I Prof Andi Sukri Syamsuri, ditunjuk sebagai ketua tim, sedangkan Ketua Prodi PPKn Dra Jumiati Nur, M.Pd, menjadi sekretaris, dengan pelibatan unsur Fakultas Hukum, FISIP, dan fakultas lain yang dinilai relevan. Langkah ini menandai bahwa forum tersebut tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan diarahkan menjadi agenda kelembagaan yang berkelanjutan.

Menutup kuliah tamunya, Prof. Sabri memberi kalimat yang merangkum arah forum tersebut. “Perjumpaan kita hari ini ibarat bait-bait azan, dia tidak hadir untuk menyudahi, tetap justru baru memulai,” pungkasnya.