March 12, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA KAMPUS

Dosen PBSI Unismuh Makassar Diundang dalam Proyek Riset Internasional Metascience oleh University of Sussex

UNISMUH.AC.ID, Makassar — Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr. Maria Ulviani, S.Pd., M.Pd., menerima undangan untuk berpartisipasi dalam proyek riset internasional bertajuk Metascience Novelty Indicators Challenge. Keterlibatan tersebut menjadi pengakuan atas kontribusi akademiknya dalam bidang pendidikan, literasi digital, serta kajian bahasa dan sastra.

Program Metascience Novelty Indicators Challenge merupakan proyek penelitian global yang bertujuan mengembangkan indikator baru untuk menilai tingkat kebaruan (novelty) dalam publikasi ilmiah. Riset ini didukung oleh lembaga riset pemerintah Inggris, UK Research and Innovation, dan melibatkan peneliti dari University of Sussex, khususnya unit Science Policy Research Unit (SPRU). Selain itu, proyek tersebut juga bekerja sama dengan lembaga penelitian internasional RAND Europe yang berfokus pada analisis kebijakan publik dan riset ilmiah.

Undangan tersebut dikirim kepada akademisi dari berbagai negara yang dinilai memiliki keahlian sesuai dengan bidang penelitian tertentu. Dalam kasus ini, karya ilmiah Dr. Maria Ulviani yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan menjadi salah satu dasar pemilihannya sebagai partisipan.

Salah satu publikasi yang menjadi rujukan adalah artikelnya berjudul “Shaping Educational Futures: How ICT Influences Teaching Practices and Policy Agendas.” Publikasi tersebut membahas peran teknologi digital dalam membentuk praktik pengajaran sekaligus memengaruhi arah kebijakan pendidikan di masa depan.

Dalam proyek ini, para akademisi diminta memberikan penilaian terhadap sejumlah publikasi ilmiah sesuai bidang kepakaran masing-masing. Penilaian tersebut mencakup berbagai aspek, antara lain tingkat kebaruan teori, metode penelitian, konteks kajian, data yang digunakan, hingga kontribusi temuan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Melalui penilaian para ahli dari berbagai disiplin ilmu tersebut, tim peneliti berharap dapat membangun basis data berskala besar mengenai evaluasi kebaruan penelitian ilmiah secara global.

Maria Ulviani menilai keterlibatan akademisi Indonesia dalam proyek penelitian internasional semacam ini merupakan kesempatan penting untuk memperluas jejaring akademik sekaligus berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dunia.

Menurut dia, kolaborasi lintas negara dalam penelitian metascience—kajian mengenai bagaimana ilmu pengetahuan diproduksi dan dievaluasi—menjadi semakin relevan di tengah perkembangan teknologi dan informasi yang pesat.

Partisipasi dosen Unismuh Makassar dalam proyek tersebut juga menunjukkan bahwa karya ilmiah akademisi Indonesia mulai mendapat perhatian dalam komunitas akademik internasional. Hal ini diharapkan dapat memotivasi para dosen dan peneliti untuk terus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah.

Sebagai akademisi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Makassar, Maria Ulviani dikenal aktif melakukan penelitian dan publikasi di bidang pendidikan bahasa, literasi digital, serta kajian wacana dan kritik sastra. Sejumlah karya ilmiahnya telah dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional.

Baca juga: Delapan Dosen Unismuh Makassar Raih Pendanaan Penelitian Fundamental 2025 Tahun II, Empat Peneliti Lolos Program Hilirisasi Prototipe 2026

Keterlibatan dalam proyek Metascience Novelty Indicators Challenge diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman akademik baru bagi Maria Ulviani, tetapi juga mendorong penguatan budaya riset di lingkungan Unismuh Makassar.

Dengan semakin banyaknya akademisi yang terlibat dalam jaringan penelitian internasional, perguruan tinggi di Indonesia diharapkan dapat berperan lebih aktif dalam percakapan ilmiah global serta memperkuat posisi Indonesia dalam peta perkembangan ilmu pengetahuan dunia.