March 10, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA KAMPUS

Delapan Dosen Unismuh Makassar Raih Pendanaan Penelitian Fundamental 2025 Tahun II, Empat Peneliti Lolos Program Hilirisasi Prototipe 2026

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali menorehkan capaian dalam bidang penelitian. Sebanyak delapan dosen Unismuh Makassar dinyatakan sebagai penerima pendanaan Program Penelitian Fundamental Reguler Tahun ke-2 Tahun Pelaksanaan 2025, sementara empat dosen lainnya memperoleh pendanaan Program Hilirisasi Prototipe Tahun Pelaksanaan 2026.
Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Unismuh Makassar, Muh Arief Muhsin, menyampaikan apresiasi kepada para dosen yang berhasil meraih pendanaan tersebut.

“Capaian ini menunjukkan bahwa kultur riset di lingkungan Unismuh Makassar terus berkembang dengan baik. Kami berharap penelitian yang didanai ini tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan masalah di masyarakat,” ujar Muh Arief Muhsin saat dikonfirmasi Selasa, 10 Maret 2026.

Dalam skema Penelitian Fundamental Reguler Tahun ke-2 Tahun Pelaksanaan 2025, delapan dosen yang berhasil memperoleh pendanaan adalah Yusri Handayani, Amrullah M., Suardi, Syahban Nur, Lismayana, Agustan S., Dewi Sartika, dan A Luhur Prianto.

Sementara itu, pada skema Program Hilirisasi Prototipe Tahun Pelaksanaan 2026, empat peneliti Unismuh Makassar juga berhasil lolos pendanaan, yakni Darmawati, Syamsia, Andi Rustam, dan Muhammad Muzaini.


Menurut Arif Muhsin, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja kolektif para dosen dalam meningkatkan kualitas proposal penelitian serta konsistensi Unismuh Makassar dalam membangun ekosistem akademik berbasis riset.

Baca Juga: Ketua BPH Unismuh: Muhammadiyah Berkemajuan Harus Bertumpu pada Ilmu dan Keberlanjutan

Ia menambahkan bahwa LP3M terus mendorong para dosen untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai skema pendanaan penelitian nasional, baik yang berorientasi pada pengembangan teori maupun yang berfokus pada hilirisasi hasil riset.

“Program penelitian fundamental memperkuat basis keilmuan dan pengembangan teori, sedangkan program hilirisasi prototipe mendorong hasil riset agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas, termasuk oleh industri dan masyarakat,” kata Arif.

Lebih lanjut, ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi dosen lain di lingkungan Unismuh Makassar untuk terus meningkatkan produktivitas penelitian dan inovasi.

“Ke depan, LP3M akan terus memberikan pendampingan mulai dari tahap penyusunan proposal, pelaksanaan penelitian, hingga publikasi dan hilirisasi hasil riset,” ujarnya.
Arif Muhsin juga menekankan bahwa penguatan riset merupakan bagian penting dari upaya Unismuh Makassar dalam meningkatkan reputasi akademik serta kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional.

Dengan bertambahnya jumlah dosen yang berhasil memperoleh pendanaan penelitian, Unismuh Makassar diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi di tingkat nasional.