UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ditetapkan sebagai juara umum pertama pada OlympicAD VIII Makassar.
Disusul Kontingen Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim), Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Lampung.
Pengumuman disampaikan pada penutupan ajang Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII di Universitas Muhammadiyah Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu 14 Februari 2026, setelah berlangsung pada 12–14 Februari 2026.
Hasil tersebut merupakan rekapitulasi resmi panitia berdasarkan akumulasi poin dari seluruh cabang lomba yang dipertandingkan selama tiga hari.
Ketua Panitia Pusat Prof. Baharuddin mengatakan bahwa penetapan juara umum dilakukan setelah seluruh nilai diverifikasi dan disahkan oleh dewan juri.
“DIY menempati posisi puncak klasemen akhir setelah mengumpulkan poin tertinggi dari berbagai cabang akademik dan non kademik,” ungkapnya.
Konsistensi perolehan medali di sejumlah kategori menjadi faktor penentu keberhasilan kontingen tersebut.
Jateng berada di posisi juara umum kedua dengan selisih poin dari DIY.
Kontingen ini menunjukkan performa stabil dan mampu bersaing ketat hingga hari terakhir pelaksanaan lomba.
Jatim menyusul di peringkat ketiga dengan kontribusi poin signifikan dari beberapa cabang unggulan. Perolehan tersebut menempatkan Jatim di bawah Jateng dalam klasemen akhir.
Sulsel meraih posisi juara umum keempat setelah mengumpulkan poin dari berbagai kategori lomba.
Sebagai tuan rumah, Sulsel tampil kompetitif dan mempertahankan posisi lima besar.
Lampung melengkapi daftar lima besar dengan menempati juara umum kelima.
Kontingen ini tetap menunjukkan daya saing di tengah persaingan antardaerah yang berlangsung ketat.
OlympicAD VIII diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah).
“Ajang ini menjadi wadah kompetisi nasional bagi peserta didik Muhammadiyah dari berbagai provinsi,” harapnya.
Selama pelaksanaan, ratusan peserta mengikuti rangkaian lomba yang tersebar di sejumlah titik arena kompetisi di lingkungan kampus.
Seluruh hasil pertandingan direkap secara terpusat sebelum diumumkan secara resmi pada seremoni penutupan.
Dengan diumumkannya lima provinsi sebagai juara umum, OlympicAD VIII resmi ditutup pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Hasil tersebut menjadi tolok ukur pembinaan prestasi di masing-masing wilayah sekaligus referensi evaluasi untuk penyelenggaraan OlympicAD berikutnya.
Terpisah, Salah satu pendamping kontingen Juara Umum 1 dari Pondok Pesantren Muallimin DIY Yogyakarta Rafa Farzaki menyampaikan rasa haru bisa meraih juara umum pertama.
“Tentu saja kita akan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kepada Allah SWT atas rahmat yang telah kita peroleh. Dan juga terlepas dari support dari PWM sendiri yang sangat men-support kita dari segi akomodasi, transportasi, dan lain sebagainya,” tuturnya.
Ia berharap semoga kedepannya kontengen DIY selalu mendominasi di OlimpicAD selanjutnya.
Terpisah, salah satu pendamping juara Umum 2 asal jateng Wibowo Juli Supatro asal SMP Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen Jateng menyampaikan terimkasih kepada seluruh peserta dan semua elemen terkait yang telah mensukseskan kegiatan ini.
Baca juga: OlympicAD VIII di Makassar Cetak Rekor Peserta Terbanyak, Kedua Kalinya Digelar di Luar Jawa
“Rasa haru bisa juara kedua, disyukuri walau dikalah, insyaAllah kedepan bisa lagi juara umum,” katanya.
Ia menyebut bahwa ajang olimpicAD VIII ini sebagai ajang meningkatkan mutu sekolah Muhammadiyah, untuk terus mendorong anak kita bisa lebih kreativ dan terus mengasa skillnya.
“Kedepan banyak tantangan kita, termasuk juga sebagai persiapaan lomba OSN, semoga ananda kita bisa lebih berprestasi lagi diajang berikutnya,” harapnya.

