February 3, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA UTAMA

Unismuh Makassar Dorong Implementasi SDGs melalui Forum Akademik Internasional

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar forum akademik internasional yang membahas implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), pemeringkatan global perguruan tinggi, serta praktik tata kelola berkelanjutan. Forum ini menghadirkan akademisi dari dalam dan luar negeri untuk berbagi pengalaman, capaian, dan tantangan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Teater I-Gift, Kampus Unismuh Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin 2 Februari 2026.

Capaian Pemeringkatan dan Komitmen Riset Berbasis SDGs

Wakil Rektor IV Unismuh Makassar, Dr. Burhanuddin, M.Si., dalam paparannya menjelaskan posisi Unismuh Makassar dalam Times Higher Education Impact Rankings. Ia menegaskan bahwa capaian pemeringkatan tidak semata-mata dipahami sebagai angka, melainkan refleksi komitmen institusi dalam mengintegrasikan SDGs secara sistematis dan terukur.

Baca Juga : FEB Unismuh–UTHM Sepakati Kerja Sama Akademik, Fokus Riset dan Pertukaran

“Unismuh Makassar masuk Times Higher Education Impact Ranking pada peringkat 1001–1500 dunia. Khusus untuk SDG 2 tentang Zero Hunger, Unismuh berada pada peringkat 401–600 dari 955 perguruan tinggi dunia,” ujar Burhanuddin.

Ia menjelaskan, capaian tersebut ditopang oleh kebijakan institusi yang mendorong riset dosen agar relevan dengan isu ketahanan pangan, gizi, dan sistem pangan berkelanjutan. Dari 463 publikasi dosen Unismuh Makassar dalam lima tahun terakhir, sebanyak 90 artikel terindeks Scopus berkaitan langsung dengan isu ketahanan pangan.

“Data ini menjadi dasar evaluasi kami agar riset ke depan semakin menyentuh aspek gizi dan pangan berkelanjutan yang masih perlu diperkuat,” katanya.

Akses Pendidikan, Pengelolaan Limbah, dan Agenda Keberlanjutan Kampus

Di luar riset, Unismuh Makassar juga menyiapkan kebijakan pengurangan limbah makanan melalui pembentukan Pusat Solusi Limbah Berkelanjutan. Lembaga ini bertugas mengelola persampahan kampus sekaligus merumuskan solusi berkelanjutan dengan melibatkan sivitas akademika.

“Perguruan tinggi harus memulai dari kebijakan, lalu menerjemahkannya dalam solusi nyata. Pengelolaan limbah merupakan bagian penting dari kontribusi kampus terhadap SDGs,” ujar Burhanuddin. Ia menambahkan, kebijakan kampus yang minim kantin turut berkontribusi dalam menekan limbah makanan.

Dalam aspek akses pendidikan, Burhanuddin memaparkan peningkatan jumlah penerima beasiswa internal Unismuh Makassar. Pada 2023 tercatat 155 mahasiswa menerima beasiswa internal, meningkat menjadi 227 mahasiswa pada 2024, dan 317 mahasiswa pada 2025. Selain itu, skema angsuran biaya pendidikan diterapkan untuk membantu mahasiswa dari keluarga berpenghasilan menengah ke bawah.

Dalam tiga tahun terakhir, Unismuh Makassar mencatat sekitar 2.408 mahasiswa penerima beasiswa, termasuk dari program Kartu Indonesia Pintar. Kebijakan ini, menurut Burhanuddin, sejalan dengan upaya perguruan tinggi mengurangi kerentanan ekonomi mahasiswa sekaligus memperluas pemerataan akses pendidikan.

Kontribusi Unismuh Makassar terhadap SDG 3 atau kesehatan dipaparkan melalui pengembangan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK). Burhanuddin menjelaskan, FKIK Unismuh Makassar telah meraih akreditasi unggul dan membuka sejumlah program pendidikan spesialis untuk menjawab kebutuhan tenaga medis di Sulawesi Selatan.

“Data menunjukkan kekurangan dokter umum di Sulawesi Selatan mencapai sekitar 1.640 orang, sementara dokter gigi sekitar 3.724 orang. Kondisi ini menjadi dasar pembukaan program pendidikan spesialis,” ujarnya.

Tata Kelola dan Kolaborasi Internasional Menuju Kampus Berkelanjutan

Forum internasional ini juga menghadirkan pembicara dari Ateneo de Davao University, Filipina, Ellen Gaboya. Ia memaparkan strategi Fortiores 2030 yang mengintegrasikan SDGs ke dalam pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat, dengan penekanan pada kualitas pendidikan dan keberlanjutan lingkungan.

“Pendidikan harus diterjemahkan menjadi aksi nyata di masyarakat. SDGs bukan sekadar konsep, tetapi praktik yang berdampak langsung,” kata Gaboya. Ia menjelaskan, Ateneo menerapkan kebijakan energi bersih, pengurangan plastik, serta program pendidikan kesehatan berbasis komunitas.

Sementara itu, perwakilan University of Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Prof. Dr. Narima Binti Kassim, menyoroti pentingnya tata kelola yang baik dalam mendukung SDG 16 tentang institusi yang kuat dan berkeadilan. Menurut dia, prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas merupakan fondasi utama pengelolaan perguruan tinggi.

“Good governance adalah kunci membangun kepercayaan publik. Tanpa itu, pencapaian SDGs akan sulit diwujudkan,” ujar Narima.

Forum ditutup dengan paparan dari perwakilan Yala Rajabhat University, Thailand, yang menekankan peran dosen dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pelestarian budaya dan lingkungan. Ia menyebutkan, kebijakan Green University menjadi salah satu strategi kampus dalam menjaga keberlanjutan pembangunan.

Melalui forum ini, Unismuh Makassar menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi internasional dan mengintegrasikan SDGs ke dalam seluruh aspek tridarma perguruan tinggi. Hasil diskusi diharapkan menjadi rujukan penguatan kebijakan dan kerja sama lintas negara dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkelanjutan.