May 11, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA KAMPUS BERITA UTAMA

Dosen Unismuh Latih Masyarakat Olah Sampah Organik Jadi Kompos

UNISMUH.AC.ID, BARRU– Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) terus berinovasi dalam riset dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu kegiatan yang mendapat pendanaan dari Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian Perguruan Tinggi Swasta Tahun 2023 adalah riset terkait peningkatan kualitas kompos.

Riset ini berfokus pada peningkatan kualitas kompos melalui pengayaan cendawan pelarut kalium dan penambahan limbah kulit kapok, dengan kelompok sasaran Tani Hutan (KTH) Mega Buana 3 di Desa Lipukasi, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru.

Ketua Tim Peneliti, Andi Rahayu Anwar, bersama anggota timnya—Husnah Latifah, Asriyanti Syarif, dan Burhanuddin—melaksanakan serangkaian kegiatan yang meliputi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan bagi kelompok tani setempat. Kegiatan penyuluhan ini dimulai pada Jumat, 7 Juli 2023, di Sekretariat KTH Mega Buana 3, dengan tujuan utama meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola kompos yang bernilai tinggi.

Tujuan Program

Program ini bertujuan untuk mendukung usaha produksi kompos yang telah dirintis oleh KTH Mega Buana 3 melalui tiga inovasi utama yakni Pengembangan teknologi pengayaan kompos untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk kompos, penerapan teknologi, pengemasan dan labelisasi agar produk kompos memiliki nilai jual yang lebih tinggi, dan penggunaan teknologi digital marketing untuk memperluas jangkauan pemasaran produk kompos.

Kepala KPH Ajatappareng, Sukri SP, MM, turut hadir dalam kegiatan penyuluhan dan memberikan dukungan penuh. Ia menyatakan harapannya bahwa program ini dapat menjadi contoh bagi KPH lainnya di Sulawesi Selatan dalam upaya meningkatkan kualitas kompos lokal.

Dalam kegiatan penyuluhan, tim dosen Unismuh memberikan materi tentang bahan-bahan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas kompos, serta pentingnya uji hara untuk memastikan bahwa kompos yang dihasilkan memenuhi standar SNI. Ketua Divisi HKI LP3M Unismuh, Prof. Dr. Ratnawati Tahir, M.Si., juga memberikan materi mengenai pentingnya pendaftaran merek produk sebagai langkah strategis dalam melindungi produk kompos di pasar. Sedangkan Asriyanti Syarif, SP., M.Si., membahas pemasaran online untuk meningkatkan distribusi produk kompos.

Selain penyuluhan, kegiatan ini juga mencakup pelatihan tentang pembuatan bahan pengkaya kompos menggunakan limbah pertanian seperti kulit kapok, batang pisang, dan sabut kelapa. Peserta dilatih untuk membuat abu arang, mulai dari penggunaan tungku pengarangan hingga pengolahan arang menjadi bubuk dengan mesin penggiling.

Ketua tim, Andi Rahayu Anwar, menyampaikan terima kasih kepada Kemdikbud-Ristek atas pendanaan yang diberikan melalui program MBKM ini. Ia berharap program ini dapat memberikan dampak positif bagi kelompok tani di Desa Lipukasi, sekaligus menjadi inspirasi bagi pelaksanaan riset-riset serupa di masa depan.