October 31, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Utama

FKIP Unismuh Makassar Lepas Mahasiswa KKN Internasional ke Tiga Sanggar Belajar Malaysia

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar melepas mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional yang akan menjalankan pengabdian pendidikan di tiga sanggar belajar di Malaysia. Pelepasan berlangsung secara daring melalui Zoom, Sabtu, 31 Oktober 2026, sebagai bagian dari upaya memperluas pengalaman akademik mahasiswa sekaligus mendukung pendidikan anak-anak Indonesia di luar negeri.

Mahasiswa dijadwalkan berangkat ke Malaysia pada Ahad, 1 November 2026, dan mengikuti penerimaan serta pengarahan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Senin, 2 November 2026. Program pengabdian berlangsung hingga 28 November 2026 dengan penempatan di Sanggar Belajar Meru, Sanggar Belajar Jalan Kebun, dan Sanggar Belajar Ipoh.

Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., yang akrab disapa Prof Andis, secara resmi melepas para mahasiswa. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjadikan kegiatan internasional sebagai pengalaman akademik yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa dan masyarakat di lokasi pengabdian.

“Saya menyambut baik kegiatan ini. Ini bagian dari mengeksiskan kehadiran kita Unismuh Makassar di tingkat internasional,” ujar Prof Andis dalam sambutannya.

Prof Andis juga meminta fakultas dan program studi menyiapkan mekanisme pengakuan kegiatan KKN Internasional sebagai bagian dari pemenuhan beban akademik mahasiswa. Menurut dia, aktivitas pengabdian di luar negeri perlu dinilai berdasarkan kesesuaiannya dengan capaian pembelajaran mata kuliah sehingga pengalaman mahasiswa tidak berhenti pada kegiatan lapangan semata.

Baca Juga: Prodi Ilmu Administrasi Negara Unismuh Luncurkan JIAN CONNECT untuk Layanan Akademik

Ia secara khusus mengarahkan program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Sosiologi untuk mengidentifikasi mata kuliah yang dapat dikonversi. Hasil konversi tersebut diharapkan dilaporkan secara resmi kepada pimpinan universitas sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik.

“Selain memang mata kuliah KKN dikonversi, bisa jadi ada mata kuliah-mata kuliah lain yang bisa meringankan,” kata Prof Andis. Ia berharap pengakuan kredit akademik dapat membantu mahasiswa menyelesaikan studi sekaligus meningkatkan minat mengikuti program internasional pada periode berikutnya.

Selain aspek akademik, Prof Andis mengingatkan mahasiswa bahwa keberadaan mereka di Malaysia turut membawa nama Indonesia. Karena itu, mahasiswa diminta menjaga perilaku, membangun hubungan baik dengan masyarakat setempat, serta menunjukkan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan pendidikan yang berbeda.

Dekan FKIP Unismuh Makassar, Dr. Baharullah, S.Pd., M.Pd., mengatakan KKN Internasional merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi keguruan melalui pengalaman langsung di lingkungan pendidikan lintas negara. Mahasiswa akan menghadapi perbedaan bahasa, budaya, kondisi sosial, dan praktik pembelajaran yang menuntut kemampuan komunikasi serta pemecahan masalah.

“KKN internasional ini bukan hanya sekadar kegiatan membawa mahasiswa kita ke luar negeri, tapi tentu lebih dari itu,” ujar Baharullah.

Menurut Baharullah, mahasiswa perlu memanfaatkan penugasan tersebut untuk mengembangkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan. Ia juga mendorong mahasiswa memberikan perhatian pada penguatan literasi, numerasi, keterampilan berbahasa, pembentukan karakter, dan kreativitas peserta didik di tempat pengabdian.

“Jadilah duta pendidikan dan tentu juga menjadi duta persyarikatan Muhammadiyah,” pesan Baharullah. Ia meminta mahasiswa menunjukkan kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap perbedaan budaya selama menjalankan kegiatan di Malaysia.

Baharullah berharap KKN Internasional dapat berkembang menjadi pintu masuk bagi kerja sama FKIP dengan lembaga pendidikan dan komunitas di Malaysia. Ia juga mendorong mahasiswa bersama dosen pembimbing menghasilkan inovasi pembelajaran, produk pengabdian, dokumentasi akademik, ataupun publikasi ilmiah berdasarkan pengalaman selama penugasan.

Sementara itu, Wakil Dekan I Bidang Akademik FKIP Unismuh Makassar, Dr. Andi Husniati, menjelaskan bahwa persiapan penempatan mahasiswa telah dikoordinasikan dengan pengelola sanggar belajar. Komunikasi dilakukan melalui percakapan daring dan pertemuan Zoom agar mahasiswa memahami kondisi serta kebutuhan masing-masing lokasi sebelum keberangkatan.

Andi Husniati menyebutkan bahwa tiga lokasi pengabdian telah ditetapkan, yakni Sanggar Belajar Meru, Sanggar Belajar Jalan Kebun, dan Sanggar Belajar Ipoh. Khusus penempatan di Ipoh, seorang mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris bernama Rangga dijadwalkan dijemput oleh pengelola sanggar belajar karena lokasinya berjarak sekitar tiga jam perjalanan dari Kuala Lumpur.

“Jadi diminta untuk menyusun program kerja, kira-kira program kerja apa yang bisa ditawarkan untuk adik-adik siswa yang ada di sanggar belajar nanti,” ujar Andi Husniati.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa Unismuh akan menjalankan kegiatan secara mandiri di masing-masing sanggar belajar tanpa digabungkan dengan mahasiswa perguruan tinggi lain. Pengelola sanggar memberikan kesempatan kepada peserta untuk merancang program pembelajaran sesuai kebutuhan siswa dan kondisi setempat.

Menurut Andi Husniati, mahasiswa juga telah memperoleh pembekalan mengenai prosedur perjalanan internasional, termasuk pengisian Malaysia Digital Arrival Card (MDAC) dan persiapan menghadapi pemeriksaan imigrasi. Pembekalan ini dimaksudkan untuk memastikan mahasiswa memahami persyaratan perjalanan sebelum memasuki Malaysia.

Ia berharap mahasiswa tidak sekadar menyelesaikan kewajiban akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan kemampuan belajar anak-anak Indonesia di sanggar belajar. Menurutnya, mahasiswa perlu menjadi teladan melalui cara mengajar, bertutur kata, dan berinteraksi dengan peserta didik.

Dalam sesi penutupan, perwakilan Kantor Urusan Internasional Unismuh Makassar sekaligus moderator kegiatan, Ahmad Rijal Misbah, mengingatkan bahwa peserta kali ini merupakan gelombang pertama KKN Internasional FKIP ke Malaysia. Pelaksanaan program tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi pengembangan kegiatan serupa pada periode berikutnya.

Rijal juga meminta mahasiswa segera berkomunikasi dengan fakultas, program studi, atau Kantor Urusan Internasional apabila menghadapi kendala selama penugasan. Pendampingan dari institusi diharapkan membantu mahasiswa menyelesaikan persoalan akademik maupun teknis selama berada di lokasi pengabdian.

Melalui KKN Internasional ini, FKIP Unismuh Makassar berharap mahasiswa memperoleh pengalaman mengajar lintas budaya sekaligus membantu meningkatkan kualitas pembelajaran bagi anak-anak Indonesia di Malaysia. Hasil pengabdian dan evaluasi program diharapkan menjadi dasar untuk memperluas kerja sama pendidikan internasional serta membuka kesempatan bagi lebih banyak mahasiswa mengikuti program serupa pada masa mendatang.