UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Perubahan teknologi dan dinamika ekonomi global menuntut dunia pendidikan tinggi menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja. Persoalan tersebut menjadi salah satu bahasan dalam kuliah tamu internasional yang digelar Mini Hal Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Lantai 7 Gedung Menara Iqra, Kamis 29 Oktober 2026.
Mengusung tema Economics in a Changing World: Challenges, Opportunities and Pathways to Sustainable Development, kegiatan ini menghadirkan akademisi asal Filipina, Dr. Jean V. Ramos, sebagai pembicara utama. Kuliah tamu yang berlangsung di Mini Hall Lantai 8 FEB Unismuh Makassar tersebut membahas tantangan ekonomi global, peluang transformasi teknologi, dan pentingnya kemampuan manusia menghadapi perubahan.
Jean V. Ramos, yang juga merupakan Regional Auditor of PACE Philippines, membawakan materi mengenai perubahan dunia kerja di tengah perkembangan teknologi. Salah satu pokok pembahasannya berjudul The Future of Work: Task Exposure vs. Human Adaptation, yang menyoroti hubungan antara pekerjaan yang terpapar perubahan teknologi dan kemampuan manusia untuk beradaptasi.
Melalui materi tersebut, Ramos memperkenalkan kerangka untuk memahami perubahan karakter pekerjaan akibat perkembangan teknologi. Pembahasan ini menempatkan kemampuan adaptasi manusia sebagai salah satu aspek penting dalam membaca arah perubahan dunia kerja.
Dalam presentasinya, Ramos menampilkan sejumlah ilustrasi yang menggambarkan keterkaitan antara tugas pekerjaan dan kemampuan manusia menghadapi perubahan. Materi tersebut mengangkat pertanyaan mendasar tentang arah pendidikan, yakni apakah proses pembelajaran hanya menyiapkan peserta didik untuk menjalankan tugas tertentu atau juga membekali mereka dengan kemampuan menghadapi perubahan ketika tugas-tugas tersebut berkembang.
Dekan FEB Unismuh Makassar, Dr. Edi Jusriadi, S.E., M.M., menilai perubahan ekonomi global dan perkembangan teknologi perlu direspons melalui pembaruan pendekatan pendidikan tinggi. Menurut dia, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menyiapkan lulusan yang mampu menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.
“Perubahan ekonomi global dan perkembangan teknologi menuntut perguruan tinggi untuk terus menyesuaikan proses pembelajarannya. Mahasiswa tidak cukup hanya dibekali penguasaan teori, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, beradaptasi, dan memahami perubahan dunia kerja yang semakin kompleks,” ujar Edi Jusriadi.
Edi mengatakan, penyelenggaraan kuliah tamu internasional merupakan bagian dari upaya FEB Unismuh Makassar memperluas wawasan global mahasiswa. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat jejaring akademik dan membuka ruang kerja sama dengan institusi pendidikan di luar negeri.
“Kehadiran akademisi dari Filipina memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat persoalan ekonomi dari perspektif yang lebih luas. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dalam pendidikan, penelitian, dan pengembangan kapasitas akademik,” katanya.
Menurut Edi, keterbukaan terhadap perkembangan pengetahuan dan pengalaman internasional menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa ekonomi dan bisnis. Melalui interaksi dengan akademisi dari negara lain, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih luas terhadap persoalan ekonomi yang tidak lagi terbatas oleh batas-batas geografis.
Selain menghadirkan Ramos sebagai pembicara utama, kuliah tamu ini melibatkan Wakil Dekan I FEB Unismuh Makassar Bidang Akademik dan Kemitraan, Agusdiwana Suarni, S.E., M.Acc., sebagai pembicara sekaligus moderator. Keterlibatannya menjadi bagian dari upaya mempertemukan perspektif akademik Indonesia dan Filipina dalam membahas perubahan ekonomi global.
Tema kuliah tamu tersebut juga berkaitan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan. Perubahan struktur ekonomi, transformasi digital, dan perkembangan pasar tenaga kerja menuntut adanya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam konteks pendidikan tinggi, persoalan tersebut menempatkan pengembangan kompetensi mahasiswa sebagai agenda penting. Penguasaan ilmu ekonomi dan bisnis perlu berjalan seiring dengan kemampuan berpikir analitis, berkomunikasi, dan menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan kerja.
Pelaksanaan kuliah tamu berlangsung secara tatap muka dengan dukungan presentasi multimedia. Para peserta mengikuti pemaparan mengenai perkembangan ekonomi dan masa depan pekerjaan melalui materi visual yang ditampilkan di ruang pertemuan.
Melalui kegiatan ini, FEB Unismuh Makassar berharap dapat terus memperkuat kerja sama akademik internasional sekaligus mengembangkan pembelajaran yang responsif terhadap perubahan global. Kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, dan memahami dinamika ekonomi lintas negara menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan dunia kerja pada masa mendatang.

