UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar sosialisasi program Gemini Academy bersama Google for Education sebagai langkah awal meningkatkan kompetensi dosen dalam pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kegiatan yang berlangsung di Balai Sidang Muktamar Ke-47 Unismuh Makassar, Selasa, 27 Oktober 2026, ini menjadi pengenalan program sebelum pelatihan yang dijadwalkan pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Sosialisasi tersebut mendapat respons positif dari kalangan dosen. Berdasarkan laporan panitia saat pembukaan, jumlah pendaftar mencapai sekitar 500 orang, melampaui target awal yang ditetapkan universitas.
Wakil Rektor II Unismuh Makassar, Dr Ihyani Malik, yang membuka kegiatan secara resmi, mengatakan bahwa program Gemini Academy menjadi bagian dari upaya universitas memperkuat kompetensi digital dosen, khususnya dalam memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung pembelajaran dan penelitian.
Partisipasi Dosen Melampaui Target
Ihyani mengungkapkan, Unismuh Makassar memiliki sekitar 839 dosen. Pada tahap awal, universitas menargetkan sedikitnya separuh dari jumlah tersebut dapat berpartisipasi dalam pengenalan program Gemini Academy.
“Target kita itu minimal 50% atau sekitar 400an orang,” kata Ihyani dalam sambutannya.
Meski demikian, Ihyani mengingatkan bahwa keikutsertaan dalam sosialisasi baru merupakan tahap awal. Para dosen diharapkan melanjutkan partisipasinya pada pelatihan Gemini Academy yang dijadwalkan berlangsung Kamis, 29 Oktober 2026.
Gemini Academy Digelar 29 Oktober
Ihyani menjelaskan, Gemini Academy diharapkan dapat meningkatkan keterampilan praktis dosen dalam menggunakan kecerdasan buatan untuk menunjang kegiatan akademik.
Menurut dia, penguasaan teknologi digital merupakan bagian penting dari pengembangan profesional dosen. Pemanfaatan AI secara tepat dapat membantu proses pembelajaran, pengembangan bahan ajar, serta kegiatan penelitian.
“Kalau kemampuan dosen meningkat, kemampuan dosen membaik, kita akan bisa berharap lebih banyak kemampuan mahasiswa juga semakin membaik,” kata Ihyani.
Ia menekankan bahwa program pengembangan kompetensi tersebut tidak seharusnya berhenti pada pengenalan aplikasi. Dosen perlu memperoleh kesempatan mempelajari dan mempraktikkan penggunaan teknologi agar dapat diterapkan dalam kegiatan akademik sehari-hari.
Selain meningkatkan kompetensi dosen, Unismuh Makassar juga merencanakan pengembangan program Gemini Academy bagi mahasiswa. Untuk mendukung rencana tersebut, dosen yang telah mengikuti rangkaian pelatihan akan melalui proses seleksi sebelum dilibatkan sebagai calon tutor atau pendamping mahasiswa.
Para tutor nantinya diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami penggunaan Gemini sekaligus mempersiapkan diri mengikuti program sertifikasi yang disediakan Google for Education.
Ihyani berharap kerja sama dengan Google for Education dapat berlangsung secara berkelanjutan sehingga penguatan kompetensi digital tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi menjadi bagian dari peningkatan mutu pembelajaran dan penelitian di lingkungan universitas.
Google Perkenalkan Program Sertifikasi Gemini
Dalam sosialisasi yang menghadirkan tim Gemini Akademik dari Google for Education secara virtual melalui Zoom, peserta memperoleh penjelasan mengenai rangkaian program Gemini Academy, termasuk pelatihan, sertifikasi, kompetisi antarkampus, dan pengakuan institusional.
Tim Google for Education memperkenalkan program Gemini Certified Faculty, yakni sertifikasi bagi dosen yang mengikuti ujian dan memenuhi ketentuan program. Sementara itu, mahasiswa memiliki kesempatan memperoleh sertifikasi Gemini Certified University Student melalui mekanisme yang disediakan.
Sosialisasi tersebut juga memperkenalkan Gemini Arena, kompetisi yang melibatkan perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia. Berdasarkan pemaparan tim Google for Education, sebanyak 34 universitas telah mengikuti kompetisi tersebut.
Selain sertifikasi individual, Google for Education membuka kesempatan bagi perguruan tinggi untuk memperoleh predikat Gemini Reference Institution. Pengakuan ini diberikan pada tingkat institusi dan bersifat opsional bagi perguruan tinggi yang berkomitmen mengintegrasikan Gemini dalam kegiatan akademik.
Tim Google for Education menjelaskan bahwa salah satu persyaratan untuk memperoleh pengakuan tersebut ialah tingkat penggunaan Gemini yang melampaui 50 persen dari populasi dosen dan mahasiswa. Selain itu, penggunaan NotebookLM ditargetkan mencapai sekurang-kurangnya 20 persen dari jumlah dosen dan mahasiswa.
Program pengembangan kompetensi Gemini Academy direncanakan berlangsung secara bertahap hingga November 2026. Untuk Unismuh Makassar, agenda terdekat setelah sosialisasi adalah pelatihan bagi dosen pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Pemanfaatan AI Perlu Disertai Etika Akademik
Sebelum pemaparan program Gemini Academy, Ketua Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah) Fakultas Agama Islam (FAI) Unismuh Makassar, Dr Muktashim Billah, Lc, MH, menyampaikan pengajian mengenai pentingnya ilmu pengetahuan yang dilandasi keimanan dan tanggung jawab moral.
Ia mengaitkan pesan Surah Al-Mujadalah ayat 11 dengan kewajiban setiap pendidik untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi. Menurut dia, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, perlu disikapi sebagai peluang untuk memperluas pengetahuan dan meningkatkan kualitas pendidikan.
“Menggunakan AI boleh tidak masalah. Tapi sekali lagi kalau ilmu tidak disertai iman pasti akan merusak,” ujar Muktashim.
Ia mengingatkan bahwa ketergantungan berlebihan terhadap kecerdasan buatan dapat mengurangi kemandirian berpikir apabila pekerjaan akademik sepenuhnya diserahkan kepada teknologi.
Sebaliknya, AI dapat memberikan manfaat apabila ditempatkan sebagai sarana pendukung untuk memperkuat proses belajar, meningkatkan produktivitas, dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
Karena itu, Muktashim mengajak para dosen memanfaatkan perkembangan teknologi dengan tetap menjaga integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, serta tanggung jawab profesional sebagai pendidik.
Melalui sosialisasi ini, Unismuh Makassar berharap para dosen memiliki pemahaman awal mengenai program Gemini Academy sebelum mengikuti pelatihan pada 29 Oktober 2026. Program tersebut sekaligus menjadi langkah awal penguatan literasi AI di lingkungan kampus, dengan sasaran jangka panjang peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, dan kompetensi digital mahasiswa.

