October 22, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Kampus

Perkuat Mutu Institusi, Universitas Muhammadiyah Sorong Studi Banding ke Unismuh Makassar

Unamin Berguru Sistem Penjaminan Mutu ke Universitas Muhammadiyah Makassar

UNISMUH.AC.ID, Makassar – Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin) melakukan kegiatan benchmarking ke Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) untuk memperkuat tata kelola sistem penjaminan mutu internal dan persiapan akreditasi institusi. Kegiatan studi banding interaktif ini berlangsung di Lantai 15 Gedung Iqra Unismuh, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis–Jumat, 22-23 Oktober 2026.

Langkah strategis ini diambil oleh Unamin guna membenahi struktur Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) serta merintis penerapan sertifikasi ISO yang belum pernah diimplementasikan sejak kampus tersebut berdiri pada tahun 1982. Melalui kerja sama antar lembaga pendidikan Muhammadiyah ini, Unismuh membagikan praktik terbaiknya dalam mengelola 76 program studi serta tata cara pengawasan mutu yang terintegrasi dari tingkat universitas hingga fakultas.

Kepala BPM Unismuh Makassar, Dr. Amrullah Mansida, ST., MT., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan keterbukaannya untuk saling berbagi dokumen dan strategi pengelolaan mutu antarperguruan tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA). “Terkait dengan ilmu, tidak boleh kita berpikir dalam memberi ilmu kepada siapapun, apalagi sesama PTMA. Semakin banyak yang mendapatkan ilmu kita, itu semakin bagus sepanjang bermanfaat untuk semua,” ujar Amrullah.

Amrullah mengungkapkan bahwa pengawasan dan penjaminan mutu di Unismuh kini berada di bawah koordinasi Wakil Rektor IV yang membidangi penjaminan mutu, perencanaan, dan daya saing global. Untuk mengawal operasional yang mencakup puluhan program studi, BPM Unismuh ditopang oleh beberapa bidang spesifik seperti Bidang Akreditasi serta Bidang Audit Mutu Internal (AMI) dan Monitoring Evaluasi (Monep).

Selain itu, BPM Unismuh juga membawahi langsung unit Tracer Study tingkat universitas guna memudahkan koordinasi data lulusan yang menjadi syarat penting dalam kriteria akreditasi. Penarikan unit pelacakan alumni ke dalam ranah BPM dinilai sangat efektif untuk memenuhi standar indikator kinerja utama perguruan tinggi yang dipersyaratkan oleh lembaga akreditasi.

“Kami menarik Tracer Study masuk di BPM karena dalam instrumen akreditasi paling tidak terkait lulusan itu ada sekitar sepuluh indikator. Jika hanya dihimbau tanpa koordinasi langsung, responsnya sering kali lambat, padahal data tersebut sangat vital untuk kebutuhan akreditasi,” kata Amrullah menegaskan.

Guna meringankan beban kerja di tingkat pusat, Unismuh kini tengah memaksimalkan pendampingan dan pengawasan di tingkat bawah. Kampus ini membentuk Gugus Kendali Mutu (GKM) di tingkat fakultas dan Tim Penjaminan Mutu (TPM) di tingkat program studi untuk memverifikasi dokumen secara berjenjang sebelum diajukan ke tingkat universitas.

Baca Juga: Perkuat Caturdarma, Unismuh Tandatangani Kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Sorong

Pihak Unamin mengakui bahwa struktur penjaminan mutu di internal kampusnya saat ini masih membutuhkan banyak penguatan dan penyempurnaan. Saat ini, dari tujuh fakultas yang dimiliki Unamin, masing-masing fakultas baru dikawal oleh satu orang Dewan Penjaminan Mutu (DPM) tanpa didukung oleh sekretaris maupun unit penjaminan mutu yang berdiri secara terpisah.

Perwakilan delegasi Unamin menyampaikan bahwa keterbatasan struktur di tingkat fakultas dan belum terimplementasinya ISO menjadi tantangan utama bagi kampusnya. Oleh karena itu, kunjungan ke Unismuh diharapkan dapat memberikan gambaran konkret mengenai pembuatan sistem penjaminan mutu, penyusunan instrumen standar AMI, hingga adaptasi regulasi pendidikan tinggi terbaru.

“Kunjungan ini kami manfaatkan sebagai kesempatan untuk belajar dan bertukar pengalaman, terutama mengenai penerapan standar penjaminan mutu dan sertifikasi ISO untuk menguatkan sistem manajemen institusi kami,” ujar perwakilan Unamin dalam sesi diskusi.

Selama dua hari pementoran, tim BPM Unismuh mendampingi perwakilan Unamin secara intensif untuk membedah empat dokumen utama SPMI serta penyesuaian instrumen terhadap regulasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Kedua belah pihak berdiskusi mengenai langkah operasional dalam menghadapi perubahan tata kelola akreditasi serta penyelarasan instrumen Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) yang makin beragam.

Melalui sinergi benchmarking ini, Unamin berkomitmen untuk segera merevisi struktur penjaminan mutu internalnya dan mengadopsi pola pendampingan berjenjang yang diterapkan oleh Unismuh. Kegiatan dua hari ini diharapkan menjadi titik awal bagi Unamin untuk mempercepat akselerasi mutu akademiknya sekaligus mempererat kolaborasi antar-PTMA di kawasan timur Indonesia.