UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sultanbatara, Prof Budu, mengapresiasi kemajuan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dalam meningkatkan mutu akademik, memperkuat akreditasi program studi, dan mengembangkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Apresiasi tersebut disampaikan Budu saat memberikan sambutan pada Wisuda Ke-89 Unismuh Makassar di Balai Sidang Muktamar Ke-47, Selasa, 20 Oktober 2026. Wisuda yang berlangsung selama dua hari, 20–21 Oktober 2026, itu diikuti 1.598 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan.
Menurut Budu, Unismuh menunjukkan perkembangan positif sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang terus memperkuat mutu kelembagaan. Capaian tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah program studi berakreditasi Unggul serta pengembangan pendidikan pada berbagai jenjang.
“Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi Universitas Muhammadiyah Makassar,” ujar Budu.
Ia secara khusus menyoroti capaian akreditasi Unismuh. Dari lebih dari 70 program studi yang dimiliki universitas tersebut, puluhan telah memperoleh akreditasi Unggul. Menurut dia, capaian itu menjadi modal penting bagi penguatan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan tinggi.
Budu berharap Unismuh terus meningkatkan jumlah program studi berakreditasi Unggul. Ia menilai penguatan program studi yang telah berjalan perlu menjadi perhatian agar perkembangan kelembagaan tetap diikuti peningkatan kualitas.
Kemampuan Adaptasi
Budu mengungkapkan, selama sekitar dua bulan menjalankan tugas di LLDikti Wilayah IX, pihaknya melakukan pemetaan terhadap 215 perguruan tinggi swasta di wilayah kerjanya.
Pemetaan tersebut memperlihatkan kondisi perguruan tinggi yang beragam. Ada perguruan tinggi yang telah maju, masih berkembang, dan membutuhkan pembinaan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
Dari pengamatannya, keberlanjutan sebuah perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kekuatan tata kelola, kepatuhan terhadap standar pendidikan, serta kemampuan menyesuaikan diri dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, Budu melihat Muhammadiyah memiliki kekuatan kelembagaan yang dapat mendukung keberlanjutan pengelolaan perguruan tinggi.
Ia juga mengapresiasi langkah Unismuh mengembangkan program studi pada berbagai jenjang, mulai dari sarjana hingga pascasarjana. Pengembangan itu dinilai penting untuk memperluas kesempatan pendidikan sekaligus memperkuat kesinambungan pengembangan keilmuan.
Namun, Budu mengingatkan bahwa pengembangan program studi perlu mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Menurut dia, mahasiswa saat ini semakin memperhatikan prospek pekerjaan ketika menentukan pilihan pendidikan tinggi.
“Oleh karena itu kita harus adaptif dan transformatif,” tegasnya.
Budu mendorong Unismuh untuk terus mengevaluasi relevansi program studi, meningkatkan mutu pembelajaran, dan mengembangkan kompetensi lulusan sesuai perubahan kebutuhan dunia kerja.
Apresiasi Jumlah Lulusan
Selain capaian akreditasi, Budu menyoroti kemampuan Unismuh dalam menerima mahasiswa baru dan menghasilkan lulusan.
Ia mengingatkan bahwa salah satu indikator yang dipantau LLDikti adalah keseimbangan antara jumlah mahasiswa yang diterima dan kemampuan perguruan tinggi meluluskan mahasiswa secara berkelanjutan.
Pada Tahun Akademik 2026/2027, Unismuh menerima sekitar 5.000 mahasiswa baru. Sementara itu, dalam Wisuda Ke-89, universitas tersebut meluluskan 1.598 orang.
Budu menjelaskan, pemantauan jumlah mahasiswa baru dan lulusan diperlukan untuk melihat keberlanjutan proses pendidikan. Perguruan tinggi diharapkan mampu menjaga kelancaran studi mahasiswa sehingga peningkatan penerimaan tidak menimbulkan penumpukan mahasiswa yang belum menyelesaikan pendidikan.
Alumni menjadi Kekuatan Reputasi
Pada bagian lain sambutannya, Budu menegaskan bahwa kemajuan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh akreditasi, fasilitas, atau jumlah mahasiswa. Keberhasilan alumni dalam dunia kerja juga menjadi ukuran penting bagi reputasi universitas.
Menurut dia, perkembangan karier lulusan merupakan salah satu aspek yang perlu dipantau perguruan tinggi, termasuk untuk mendukung peningkatan daya saing dan reputasi internasional.
Perguruan tinggi perlu mengetahui berapa banyak lulusan yang memperoleh pekerjaan dalam tiga bulan, enam bulan, dan satu tahun setelah wisuda. Selain itu, perkembangan alumni yang berhasil menduduki posisi strategis di lembaga pemerintah, perusahaan, maupun organisasi masyarakat juga perlu diperhatikan.
Budu menilai para alumni memiliki peran penting sebagai representasi mutu pendidikan almamater. Kompetensi, integritas, dan keberhasilan mereka menjalankan tanggung jawab profesional akan turut membentuk penilaian masyarakat terhadap perguruan tinggi.
Karena itu, ia mengingatkan para wisudawan agar tetap menjaga hubungan dengan Unismuh setelah menyelesaikan pendidikan. Para alumni diharapkan menjadi duta yang membawa nama baik universitas melalui prestasi dan pengabdian di tengah masyarakat.
Budu juga menyampaikan harapan agar lulusan Unismuh segera memperoleh pekerjaan atau mampu mengembangkan usaha secara mandiri sesuai kompetensi masing-masing.
Menurut dia, keberhasilan lulusan memasuki dunia kerja akan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap universitas. Hal itu sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun reputasi Unismuh pada tingkat nasional dan internasional.
Dengan penguatan akreditasi, tata kelola kelembagaan, pengembangan program studi yang relevan, serta dukungan alumni yang berdaya saing, Unismuh diharapkan terus meningkatkan kontribusinya dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia timur.

