October 20, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Utama

Dari Mimpi Naik Pesawat hingga Jadi Wisudawan Terbaik Unismuh Makassar

Wisudawan Terbaik Unismuh Makassar Berbagi Cerita di Wisuda ke-89 Unismuh Makassar

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Sepuluh tahun lalu, Bahrur Rahman Hasba menuliskan sebuah keinginan sederhana dalam buku hariannya: naik pesawat, bepergian ke luar daerah, hingga menginjakkan kaki di luar negeri. Impian itu akhirnya terwujud melalui berbagai kompetisi yang diikutinya selama kuliah di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

Kini, perjalanan pendidikan pemuda asal Kabupaten Gowa tersebut mencapai babak baru. Bahrur ditetapkan sebagai wisudawan terbaik tingkat universitas jenjang sarjana (S1) pada Wisuda Ke-89 Unismuh Makassar yang berlangsung di Balai Sidang Muktamar Ke-47, Selasa, 20 Oktober 2026.

Tidak hanya memperoleh penghargaan akademik, lulusan Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) itu juga mendapat beasiswa melanjutkan pendidikan magister (S2). Setelah menyelesaikan studi, ia akan diprioritaskan untuk diangkat menjadi dosen tetap Persyarikatan di Unismuh Makassar.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Rektor Unismuh Makassar Nomor 338 Tahun 1448 H/2026 M tentang Wisudawan Berprestasi Tingkat Fakultas dan Universitas. Keputusan itu dibacakan Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof Andi Sukri Syamsuri, dalam prosesi wisuda hari pertama.

“Kepada wisudawan berprestasi strata satu tingkat universitas diberikan beasiswa studi lanjut dan diprioritaskan menjadi dosen tetap Persyarikatan Unismuh Makassar setelah menyelesaikan studi program strata dua,” kata Prof Andis saat membacakan keputusan rektor.

Bahrur meraih predikat tersebut dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,91 dan skor prestasi 95,58. Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya dalam waktu tiga tahun sebelas bulan.

Penghargaan kepada para wisudawan berprestasi diserahkan langsung oleh Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, didampingi para wakil rektor. Seusai penyerahan penghargaan, Bahrur mendapat kesempatan menyampaikan pesan dan kesan mewakili para lulusan.

Beasiswa dan Perjuangan Keluarga

Di hadapan peserta wisuda dan orang tua, Bahrur mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut tidak dapat dilepaskan dari dukungan keluarga, kesempatan memperoleh beasiswa, dan perjuangan selama menempuh pendidikan.

“Berdiri sebagai wisudawan terbaik Unismu Makassar adalah sebuah kehormatan terbesar bagi saya sekaligus pengingat untuk tetap rendah hati,” ujarnya.

Bahrur merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Sejak sekolah dasar, ia mengaku telah memikirkan cara memperoleh beasiswa agar dapat melanjutkan pendidikan tanpa terlalu membebani orang tuanya.

Kesempatan itu datang ketika ia diterima di Unismuh Makassar dan memperoleh Beasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar (BUMM) kategori prestasi sebesar 75 persen. “Beasiswa ini merupakan kesempatan terbesar bagi diri saya pribadi untuk melanjutkan mimpi saya untuk bersekolah kembali,” tuturnya.

Selama kuliah, Bahrur juga mencari penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan membayar biaya laboratorium Pendidikan Fisika. Ia berusaha mandiri karena memahami kondisi ekonomi keluarga, terlebih salah seorang kakaknya tidak memperoleh beasiswa.

Bagi Bahrur, kesempatan mengenyam pendidikan tinggi kemudian membuka jalan menuju pengalaman yang sebelumnya hanya tertulis dalam buku harian. Melalui berbagai perlombaan nasional dan internasional, ia berhasil bepergian ke sejumlah daerah hingga ke luar negeri.

“Mimpi tanpa aksi hanyalah sebuah imajinasi,” katanya, mengulang prinsip yang selama ini menjadi pegangan hidupnya.

Salah satu bagian yang paling personal dalam testimoninya adalah ketika Bahrur menyampaikan penghargaan kepada kedua orang tuanya. Ia mengatakan, ayah dan ibunya hanya mengenyam pendidikan hingga sekolah menengah atas, tetapi berhasil mengantarkan ketiga anaknya menyelesaikan pendidikan sarjana.

“Gelar ini bukan semata-mata milik saya, tetapi saya persembahkan gelar ini kepada Bapak Ibu saya,” ungkapnya.

Bahrur juga mengingatkan rekan-rekannya bahwa prestasi akademik perlu disertai sikap rendah hati, empati, integritas, dan kemampuan memperlakukan orang lain dengan baik.
“Perjuangan tanpa doa akan kehilangan sandaran dan keberhasilan tanpa akhlak akan kehilangan makna,” pesannya.

Penghargaan berdasarkan Prestasi dan Karakter

Penetapan wisudawan terbaik Unismuh tidak hanya mempertimbangkan pencapaian akademik. Dalam pembacaan keputusan rektor, Prof Andis menjelaskan bahwa proses seleksi juga mencakup pengetahuan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, kemampuan membaca Al-Quran, serta pengalaman organisasi dan kemahasiswaan.

Selain Bahrur sebagai wisudawan terbaik jenjang S1, Unismuh menetapkan Wahyuddin Yahya dari Program Magister Manajemen sebagai wisudawan berprestasi tingkat universitas jenjang S2.

Wahyuddin, yang berasal dari Kabupaten Takalar, menyelesaikan pendidikan magisternya dalam waktu dua tahun dengan IPK 4,00 dan skor prestasi 95,98. Berdasarkan keputusan rektor, ia memperoleh fasilitas dukungan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan doktor (S3).

Dalam pidato wisudanya, Rektor Unismuh Abd Rakhim Nanda menegaskan bahwa penghargaan kepada wisudawan terbaik merupakan bagian dari upaya universitas menyiapkan sumber daya manusia unggul. Kesempatan studi lanjut diharapkan dapat menjadi jalan bagi para lulusan untuk mengembangkan ilmu sekaligus berkontribusi kepada almamater.

Menurut Rakhim, prestasi tidak boleh berhenti pada penghargaan yang diterima saat wisuda. Keberhasilan akademik perlu dilanjutkan dengan pengembangan kompetensi, integritas, dan pengabdian kepada masyarakat.

Wisuda Ke-89 Unismuh Makassar berlangsung selama dua hari, 20–21 Oktober 2026, dengan jumlah keseluruhan 1.598 lulusan. Penghargaan kepada Bahrur dan Wahyuddin menjadi bagian dari komitmen universitas memberi kesempatan studi lanjut kepada lulusan berprestasi sekaligus menyiapkan calon akademisi bagi pengembangan Unismuh Makassar.