October 17, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Utama

Delapan Dosen FKIP Unismuh Perkuat Kerja Sama Pendidikan dengan Jepang

UNISMUH.AC.ID, KOBE, JEPANG — Delapan dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Makassar melakukan kunjungan akademik ke perusahaan pendidikan internasional With The World (WTW) di Kobe, Jepang, Kamis 15 Oktober 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari pengembangan profesional dosen sekaligus upaya memperkuat implementasi kerja sama internasional di bidang pendidikan.

Kegiatan bertajuk Academic Visit to With The World tersebut meliputi studi banding (benchmarking), presentasi profil kedua institusi, diskusi akademik, serta penandatanganan dokumen implementasi kerja sama.

Delapan dosen yang mengikuti kegiatan ini terdiri atas tujuh dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, yakni Dr. Andi Bulkis Maghfirah Mannong, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Unit Kerja Sama FKIP Unismuh; Dr. Farisha Andi Baso, S.Pd., M.Pd.; Dr. Ratu Yulianti Natsir, S.Pd., M.Pd.; Dr. Sitti Maryam Hamid, S.Pd., M.Pd.; Dr. Eka Prabawati Rum, S.Pd., M.Pd.; Ardiana, S.Pd., M.Pd.; dan Uyunnasirah Hambali, S.Pd., M.Pd. Satu peserta lainnya, Nurazmi, S.Pd., M.Pd., berasal dari Program Studi Pendidikan Fisika.

Rombongan FKIP Unismuh diterima oleh Shodai Fujiwa selaku Manager of the Educational Team, serta Thanittaya Igarashi dan Wulandari Nikomangayu yang mewakili Global Team With The World.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak memaparkan profil institusi, pengalaman dalam penyelenggaraan program pendidikan, serta pendekatan masing-masing dalam mengembangkan pembelajaran. Diskusi juga membahas peluang kolaborasi di bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian bersama, serta pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Unit Kerja Sama FKIP Unismuh Makassar, Dr. Andi Bulkis Maghfirah Mannong, mengatakan, kunjungan akademik tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan dosen mengenai praktik pendidikan internasional sekaligus memperkuat kemitraan yang telah terjalin.

“Kunjungan akademik ini menjadi kesempatan bagi FKIP Unismuh Makassar untuk memperkuat kerja sama internasional sekaligus mempelajari praktik pendidikan global yang dapat dikembangkan dalam proses pembelajaran di kampus,” ujarnya.

Kunjungan ini juga memberikan kesempatan kepada para dosen untuk mempelajari praktik pengelolaan program pendidikan internasional yang dikembangkan oleh industri pendidikan Jepang, termasuk pendekatan pembelajaran kolaboratif lintas negara.

Mengenal With The World

With The World merupakan perusahaan teknologi dan layanan pendidikan yang berdiri pada 2 April 2018 dan berkantor pusat di Kobe, Prefektur Hyogo, Jepang. Perusahaan ini bergerak dalam pengembangan pembelajaran internasional, pertukaran budaya, pendidikan global, dan program kolaborasi antarlembaga pendidikan.

Salah satu program utamanya adalah Online International Exchange, yang mempertemukan pelajar dari berbagai negara melalui pembelajaran dan diskusi daring. Melalui program tersebut, peserta tidak hanya berlatih berkomunikasi dalam bahasa Inggris, tetapi juga bertukar perspektif mengenai persoalan sosial, budaya, lingkungan, serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs).

Berdasarkan profil perusahaan yang tercantum dalam platform EDU-Port Nippon, program Kementerian Pendidikan Jepang, With The World telah membangun jejaring pendidikan di 67 negara, melibatkan lebih dari 500 sekolah dan institusi mitra, serta menjangkau sekitar 20.000 peserta setiap tahun.

Pada 2026, perusahaan ini juga tercatat sebagai pelaksana proyek kolaborasi pendidikan internasional yang didukung melalui program EDU-Port Nippon. Proyek tersebut mengembangkan pembelajaran kolaboratif berbasis penyelidikan dan pemecahan masalah global, termasuk melalui kerja sama dengan institusi pendidikan di Indonesia.

Model pendidikan tersebut menjadi salah satu rujukan yang relevan bagi pengembangan pembelajaran lintas budaya dan internasionalisasi pendidikan di lingkungan FKIP Unismuh Makassar.

Dari Kerja Sama Formal Menuju Program Nyata

Hubungan kelembagaan antara Universitas Muhammadiyah Makassar dan With The World telah terjalin sejak 2021. Kerja sama sebelumnya mencakup penyelenggaraan kelas internasional virtual yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berinteraksi dan belajar bersama peserta dari berbagai negara.

Kunjungan akademik di Kobe menjadi kelanjutan dari kemitraan tersebut. Cakupan pembahasan kini diarahkan lebih luas pada pengembangan kompetensi dosen dan potensi kolaborasi dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Salah satu agenda penting dalam pertemuan ini adalah penandatanganan dokumen implementasi kerja sama sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan kedua pihak.

Melalui dokumen tersebut, kedua institusi diharapkan dapat menindaklanjuti hasil pembahasan ke dalam kegiatan akademik yang lebih terarah, baik dalam pengembangan pembelajaran, penelitian kolaboratif, maupun program pengabdian kepada masyarakat.

Pengembangan kompetensi dosen menjadi salah satu aspek yang diharapkan memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut. Interaksi langsung dengan pelaku industri pendidikan internasional dapat memberikan wawasan mengenai inovasi pembelajaran, kebutuhan pendidikan global, dan peluang pengembangan program lintas negara.

“Kami berharap para dosen memperoleh wawasan baru tentang pengembangan pembelajaran kolaboratif lintas negara yang dapat diadaptasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di FKIP Unismuh Makassar,” demikian usulan pernyataan yang dapat dikonfirmasi kepada perwakilan dosen peserta kunjungan.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya kemitraan antara perguruan tinggi dan industri pendidikan. Kerja sama internasional tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi perlu ditindaklanjuti melalui aktivitas konkret yang memberikan manfaat bagi dosen, mahasiswa, dan masyarakat.

Melalui kunjungan akademik di Kobe, FKIP Unismuh Makassar berupaya memperluas ruang kolaborasi internasional dengan menghubungkan pengalaman akademik dosen dan praktik pendidikan global. Langkah tersebut diharapkan membuka peluang pengembangan program bersama yang berkelanjutan pada masa mendatang.