UNISMUH.AC.ID, TAICHUNG — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dan Chaoyang University of Technology (CYUT), Taiwan, memperkuat kerja sama akademik dengan mendorong pelaksanaan sejumlah program bersama. Kolaborasi diarahkan pada pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, serta peningkatan kapasitas akademisi kedua perguruan tinggi.
Penguatan kerja sama itu dibahas dalam kunjungan delegasi Unismuh ke CYUT di Taichung, Taiwan, Selasa, 22 September 2026. Delegasi dipimpin Rektor Unismuh Makassar Dr Ir H Abd Rakhim Nanda ST MT IPU.
Turut dalam delegasi Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Prof Dr dr Suryani As’ad MSc SpGK(K), Kepala Kantor Laboratorium Terpadu Dr Ir Nurnawaty ST MT IPM, Ketua Lembaga Kerja Sama dan Urusan Internasional (LKUI) Unismuh Makassar Dr Maharida, serta Rismawati SE dari jajaran rektorat Unismuh Makassar.
Pertemuan kedua perguruan tinggi berlangsung di Gedung CYUT. Salah satu agenda yang dibicarakan adalah program pertukaran akademik yang direncanakan berlangsung pada April 2027.
Program tersebut antara lain berbentuk Visiting Professor serta INTENSE Program yang ditujukan bagi mahasiswa dan alumni. Berdasarkan pembahasan dalam pertemuan, program INTENSE direncanakan memperoleh pembiayaan penuh dari Pemerintah Taiwan.
Rektor Unismuh Makassar Abd Rakhim Nanda menyampaikan kesiapan Unismuh untuk menindaklanjuti nota kesepahaman yang telah ditandatangani kedua institusi menjadi kegiatan yang lebih konkret dan berkelanjutan.
Arah kerja sama tersebut juga disampaikan Rakhim dalam kuliah umum yang menjadi bagian dari kunjungannya ke CYUT. Menurut dia, kemitraan antarperguruan tinggi perlu bergerak melampaui dokumen kerja sama dan menghasilkan program yang dapat dirasakan manfaatnya.
“Our collaboration should grow from a Memorandum of Understanding into a Memorandum of Action, Innovation, and Impact,” kata Rakhim.
Ia menekankan bahwa kerja sama perlu berkembang dari pertukaran pengetahuan menuju penelitian bersama, inovasi bersama, proyek percontohan, hingga dampak bagi masyarakat.
Pendekatan tersebut membuka ruang bagi kedua universitas untuk mengembangkan kolaborasi lintas bidang. Pertukaran dosen dan mahasiswa dapat menjadi pintu masuk untuk mempertemukan kepakaran kedua kampus, yang kemudian dapat dikembangkan ke penelitian dan inovasi bersama.
Dalam paparan di CYUT, Rakhim antara lain menunjukkan peluang kerja sama Indonesia dan Taiwan dalam bidang ketahanan air. Taiwan memiliki pengalaman dalam rekayasa presisi, teknologi air pintar, infrastruktur maju, serta diversifikasi dan penggunaan kembali air. Indonesia, sementara itu, memiliki karakter wilayah tropis, kepulauan, kawasan pesisir, dan ruang yang luas untuk pengembangan laboratorium sosial-ekologis.
Pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk memperluas hubungan antarakademisi. Selain program mobilitas, kedua pihak membuka peluang pengembangan penelitian, pertukaran mahasiswa, dan peningkatan kapasitas sumber daya akademik pada masa mendatang.
Dari pihak CYUT, rangkaian kegiatan turut melibatkan Dekan Urusan Internasional Dr Li-Wei Liu bersama jajaran Office of International Affairs. Pertemuan dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata dan foto bersama.
Selain melakukan pertemuan kerja sama, Rakhim menyampaikan kuliah umum bertajuk “Water Resilience: Empowering Communities, Securing a Sustainable Future—From Resilient Infrastructure to Resilient Communities in a Changing Climate.”
Kuliah umum di Gedung Teknik E-409 CYUT itu dipandu Wakil Presiden CYUT Dr Sung-Chi Hsu dan dihadiri Ketua Departemen Teknik Sipil dan Konstruksi CYUT Dr Keng-Tsang Hsu.
Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan dengan sesi berbagi pengalaman bersama mahasiswa dan ramah tamah sebelum berakhir pada pukul 16.00 waktu setempat.
Penguatan kemitraan Unismuh-CYUT juga berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui mobilitas dan peningkatan kapasitas akademik serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan jejaring internasional. Kolaborasi pada isu ketahanan air turut bersinggungan dengan SDG 6 Air Bersih dan Sanitasi Layak dan SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim.

