UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Sebanyak 300 mahasiswa baru Ma’had Al-Birr Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mengikuti kunjungan edukatif ke Sustainable Waste Solutions Center (SWSC) Unismuh Makassar, Kamis, 3 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengenalan lingkungan kampus sekaligus pembentukan kesadaran mahasiswa baru terhadap pentingnya pengelolaan limbah secara berkelanjutan.
Melalui kunjungan itu, mahasiswa diperkenalkan dengan sistem pengelolaan sampah di lingkungan Unismuh sekaligus diajak membangun kebiasaan sederhana yang mendukung terwujudnya kampus yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
SWSC Tak Sekadar Mengelola Sampah
Kepala Sustainable Waste Solutions Center (SWSC) Unismuh Makassar, Dr. Hj. Fatmawati A. Mappasere, M.Si., mengatakan keberadaan SWSC tidak hanya berfungsi sebagai unit pengelolaan sampah, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan inovasi lingkungan di kampus.
Menurutnya, pengelolaan lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh sivitas akademika. Mahasiswa memiliki posisi penting karena kebiasaan yang dibangun sejak awal masa perkuliahan dapat berkembang menjadi budaya kampus.
“Mahasiswa sebagai generasi intelektual memiliki peran penting dalam membangun budaya baru dalam pengelolaan lingkungan. Perubahan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti membiasakan memilah sampah sejak dari sumbernya,” ujar Fatmawati.
Ia menjelaskan, pengelolaan limbah berkelanjutan menjadi bagian dari komitmen Unismuh dalam membangun lingkungan kampus yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
Karena itu, pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas. Kesadaran dan partisipasi warga kampus menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.
Kenali Tata Kelola Limbah Sejak Jadi Mahasiswa
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa baru Ma’had Al-Birr mendapatkan penjelasan mengenai tugas, fungsi, serta berbagai program SWSC.
Ketua Divisi Operasional dan Tata Kelola Limbah SWSC Unismuh, Sahlan, S.P., M.Si., menjelaskan tahapan pengelolaan limbah, mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga penanganan berdasarkan jenis sampah.
Sementara itu, Ketua Divisi Edukasi dan Advokasi SWSC Unismuh, Wardah, S.Sos., M.A., menekankan pentingnya edukasi dalam membangun kesadaran lingkungan di kalangan mahasiswa.
Mahasiswa, menurutnya, dapat menjadi bagian dari perubahan dengan membiasakan perilaku ramah lingkungan di kampus, kemudian membawa kebiasaan tersebut ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Belajar Langsung di Fasilitas SWSC
Tidak hanya menerima penjelasan di ruang pertemuan, para mahasiswa juga diajak melihat langsung sejumlah fasilitas pengelolaan limbah yang dimiliki SWSC.
Mereka mengamati proses pemilahan dan tata kelola sampah sekaligus berdiskusi mengenai berbagai persoalan lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran langsung tersebut diharapkan membuat mahasiswa memahami bahwa persoalan sampah tidak selesai ketika sampah dibuang ke tempatnya. Pemilahan sejak dari sumber menjadi salah satu langkah awal agar sampah dapat dikelola secara lebih baik.
Bangun Karakter Peduli Lingkungan
Pengenalan SWSC kepada mahasiswa baru Ma’had Al-Birr juga menjadi bagian dari upaya Unismuh menumbuhkan karakter peduli lingkungan sejak awal mahasiswa memasuki kehidupan kampus.
Kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui pendidikan lingkungan; SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan; serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, khususnya dalam pengurangan dan pengelolaan sampah.
Melalui edukasi sejak awal masa perkuliahan, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mengenal fasilitas kampus, tetapi juga mengambil peran dalam membangun budaya kampus hijau di Unismuh Makassar.
Kontributor: Bukhairul Iman
Editor: Hadisaputra

