August 31, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Utama Kemahasiswaan dan Prestasi

Dua Tim Unismuh Makassar Raih Juara Nasional PKP2 PKM-PTMA 2026

Mahasiswa Unismuh Makassar Peraih Juara Ke 2 PKM Karsa Cipta (Foto: LPKA Unismuh Makassar)

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR – Dua tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar meraih juara nasional pada Penilaian Kemajuan Pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PKP2 PKM-PTMA) Tahun 2026, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Unismuh Makassar meraih Juara II Skema PKM Karsa Cipta (PKM-KC) serta Juara III Skema PKM Riset Eksakta (PKM-RE) dalam kompetisi yang diikuti mahasiswa PTMA penerima pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026.

Mahasiswa Unismuh Makassar Peraih Juara ke 3 PKM Riset Ekstra (Foto: LPKA Unismuh Makassar)

Ajang yang diselenggarakan Pusat Prestasi Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (Puspresma PTMA) tersebut sekaligus menjadi ruang evaluasi bagi tim PKM sebelum menghadapi PKP2 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026.

Aplikasi Bahasa Isyarat Raih Juara II

Juara II PKM Karsa Cipta dipersembahkan tim yang diketuai Andi Syafiqah Ramadhani Nasrum melalui inovasi berjudul “Rancang Bangun Aplikasi Penerjemah Bahasa Isyarat Dua Arah Berbasis Perangkat Bergerak dengan Pelacakan Gerakan dan Teks ke Suara.”

Aplikasi tersebut dirancang untuk menjembatani komunikasi antara pengguna bahasa isyarat dan masyarakat umum melalui perangkat bergerak.

Sistem mengintegrasikan teknologi pelacakan dan pengenalan gerakan dengan fitur teks ke suara sehingga memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah.

Selain menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan teknologi, inovasi tersebut membawa misi sosial untuk memperluas akses komunikasi yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas.

Bio-Binder Cangkang Sawit Raih Juara III

Prestasi berikutnya diraih tim PKM Riset Eksakta yang diketuai Muhammad Risman.

Tim tersebut meraih Juara III melalui penelitian berjudul “Inovasi Bio-Binder Berbasis Limbah Cangkang Sawit pada Mortar Prefabrikasi: Eksplorasi Durabilitas dan Konduktivitas Termal di Lingkungan Agresif Pesisir Pantai.”

Penelitian tersebut mengeksplorasi pemanfaatan limbah cangkang sawit sebagai material bio-binder pada mortar prefabrikasi.

Tim meneliti aspek durabilitas dan konduktivitas termal material, terutama ketika digunakan pada lingkungan pesisir yang memiliki karakter agresif terhadap material konstruksi.

Gagasan tersebut mempertemukan inovasi material konstruksi dengan pemanfaatan limbah dan prinsip keberlanjutan. Hasil penelitian diharapkan berkontribusi terhadap pengembangan material konstruksi yang lebih adaptif, bernilai guna, dan ramah lingkungan.

Modal Menuju PKP2 Kemdiktisaintek

Ketua Divisi Pengembangan Prestasi dan Kreativitas Mahasiswa Unismuh Makassar, Dr Dian Pramana Putra, M.Pd., mengatakan capaian tersebut merupakan hasil pembinaan dan kerja serius mahasiswa selama menjalankan program PKM.

Menurutnya, PKP2 PKM-PTMA bukan semata kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk mengukur kualitas pelaksanaan program sebelum mengikuti penilaian Kemdiktisaintek.

“Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Unismuh Makassar mampu mengubah gagasan kreatif menjadi karya dan penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Lebih dari sekadar meraih juara, PKP2 ini menjadi ruang evaluasi untuk melihat kekuatan dan bagian yang masih perlu disempurnakan dari program masing-masing tim,” ujar Dian.

Seluruh masukan dari dewan penilai, lanjutnya, akan menjadi bahan evaluasi dalam proses pendampingan berikutnya.

“Kami tidak ingin berhenti pada capaian PKP2 PKM-PTMA. Masukan yang diperoleh akan ditindaklanjuti melalui pendampingan, penguatan substansi, evaluasi luaran, kesiapan data, serta peningkatan kemampuan presentasi mahasiswa. Target berikutnya memastikan tim semakin siap menghadapi PKP2 Kemdiktisaintek 2026,” tambahnya.

Bangun Budaya Prestasi Berkelanjutan

Ketua Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) Unismuh Makassar, Dr Nenny, S.T., M.T., IPM., mengapresiasi capaian mahasiswa serta seluruh tim pembina.

Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bagian dari upaya Unismuh membangun ekosistem prestasi mahasiswa secara terstruktur dan berkelanjutan.

“PKM merupakan ruang yang sangat baik bagi mahasiswa untuk belajar mengidentifikasi persoalan, menghasilkan gagasan, melakukan riset, mengembangkan inovasi, bekerja dalam tim, serta menyampaikan hasilnya secara ilmiah,” ujar Nenny.

“Dua capaian ini menunjukkan bahwa potensi mahasiswa dapat menghasilkan prestasi ketika didukung oleh proses pembinaan yang konsisten,” lanjutnya.

Ia berharap prestasi tersebut mendorong semakin banyak mahasiswa Unismuh terlibat dalam PKM maupun berbagai kompetisi akademik dan inovasi lainnya.

Prestasi Harus Berujung pada Dampak

Wakil Rektor yang membidangi Kemahasiswaan Unismuh Makassar, Dr Mawardi Pewangi, M.Pd.I., menilai tema kedua tim memperlihatkan kemampuan mahasiswa menghadirkan inovasi yang bersinggungan langsung dengan persoalan masyarakat.

“Prestasi mahasiswa tidak semata-mata kita ukur dari jumlah penghargaan yang diperoleh. Yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan dan kreativitas yang mereka miliki dapat diwujudkan menjadi solusi,” jelas Mawardi.

Menurutnya, inovasi komunikasi bagi pengguna bahasa isyarat dan penelitian material berbasis pemanfaatan limbah menjadi contoh bahwa kreativitas mahasiswa dapat diarahkan untuk menghasilkan kebermanfaatan.

Ia meminta kedua tim tidak cepat berpuas diri setelah meraih penghargaan tersebut.

“Jadikan penghargaan ini sebagai energi untuk melangkah ke tahapan berikutnya. Perkuat substansi, sempurnakan data, pastikan luaran tercapai, dan tingkatkan kualitas komunikasi ilmiah agar semakin siap menghadapi PKP2 Kemdiktisaintek,” pesannya.

Kampus Harus Melahirkan Solusi

Rektor Unismuh Makassar, Dr Ir H Rakhim Nanda, S.T., M.T., IPU., menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa, dosen pendamping, LPKA, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan PKM.

“Selamat kepada mahasiswa Unismuh Makassar yang kembali membawa nama baik universitas melalui prestasi tingkat nasional. Kami juga memberikan apresiasi kepada para dosen pendamping dan tim pembinaan kemahasiswaan yang secara konsisten mendampingi mahasiswa mulai dari pengembangan ide hingga pelaksanaan program,” ujar Rakhim Nanda.

Menurutnya, dua karya tersebut mencerminkan orientasi pendidikan tinggi yang tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi mendorong mahasiswa menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Perguruan tinggi harus menjadi ruang tempat pengetahuan bertemu dengan persoalan nyata. Dari kampus harus lahir gagasan, riset, dan inovasi yang memberi solusi,” tegasnya.

“Kami ingin mahasiswa Unismuh Makassar tidak hanya memiliki prestasi akademik yang tinggi, tetapi juga mempunyai kepekaan sosial dan kemampuan memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan,” lanjut Rakhim Nanda.

Bersiap Menghadapi PKP2 Kemdiktisaintek

PKP2 PKM-PTMA 2026 menjadi wadah evaluasi dan pendampingan bagi mahasiswa PTMA penerima pendanaan PKM Tahun 2026.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk mengasah kreativitas mahasiswa, meningkatkan kemampuan menulis dan berkomunikasi ilmiah, memberikan pengalaman berkompetisi, serta memperoleh masukan terhadap kemajuan program.

Bagi Unismuh Makassar, keberhasilan meraih Juara II PKM-KC dan Juara III PKM-RE bukan menjadi akhir perjalanan. Hasil evaluasi PKP2 PKM-PTMA akan digunakan untuk memperkuat substansi, luaran, kualitas karya, dan kesiapan presentasi sebelum menghadapi PKP2 Kemdiktisaintek 2026.

Dua inovasi tersebut sekaligus memperlihatkan kontribusi mahasiswa Unismuh terhadap agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Aplikasi penerjemah bahasa isyarat dua arah berkaitan dengan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, melalui upaya memperluas akses komunikasi dan inklusi bagi penyandang disabilitas, serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pemanfaatan teknologi untuk menjawab persoalan sosial.

Sementara penelitian bio-binder berbasis limbah cangkang sawit bersinggungan dengan SDG 9, SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui inovasi material konstruksi, pemanfaatan limbah menjadi sumber daya bernilai guna, dan pengembangan alternatif bahan bangunan yang lebih berkelanjutan.

Kontributor : Bukhairul Iman
Editor : Hadisaputra