UNISMUH.AC.ID, MANGGARAI TIMUR — Memasuki hari kedua penugasan di Nusa Tenggara Timur, Emergency Medical Team (EMT) Universitas Muhammadiyah Makassar mulai memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak gempa di Kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Jumat, 21 Agustus 2026.
Setelah hari pertama difokuskan pada mobilisasi dari Makassar menuju wilayah penugasan dan koordinasi awal, kegiatan hari kedua bergeser pada penguatan sistem pelayanan kesehatan, pemeriksaan pasien, hingga persiapan lokasi rumah sakit lapangan.
Ketua EMT Unismuh Makassar Dr. Muhammad Ihsan Kitta, Sp.OT(K) mengatakan, tim mengawali kegiatan dengan berkoordinasi bersama Kepala Puskesmas Dampek dan dokter Puskesmas.
Koordinasi tersebut diarahkan untuk mendukung penataan sistem posko sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak dapat berjalan lebih tertib dan terintegrasi.
“Hari ini kami melakukan koordinasi dan support penataan sistem posko bersama Kepala Puskesmas Dampek dan dokter Puskesmas,” kata Ihsan, Jumat malam.
Menurutnya, pembenahan sistem posko menjadi penting karena pelayanan kesehatan pada masa tanggap darurat tidak hanya membutuhkan tenaga medis, tetapi juga pengaturan alur pasien, pembagian tugas personel, ketersediaan logistik, serta mekanisme rujukan apabila ditemukan pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Tinjau Lokasi Rumah Sakit Lapangan
Agenda berikutnya adalah berkoordinasi dengan Camat Lambaleda Utara terkait rencana penentuan lokasi rumah sakit lapangan.
Ihsan bersama tim kemudian meninjau langsung lapangan yang dipertimbangkan sebagai lokasi pendirian fasilitas kesehatan sementara tersebut.
“Kami juga berkoordinasi dengan Camat Lambaleda Utara terkait rencana lokasi RS lapangan, kemudian dilanjutkan dengan meninjau lapangan,” jelasnya.
Penyiapan rumah sakit lapangan menjadi salah satu langkah antisipatif untuk memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan di daerah terdampak. Fasilitas tersebut diperlukan apabila pelayanan pada fasilitas kesehatan yang tersedia belum mampu menampung kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.
Selain penataan sistem, tim mulai melakukan pemeriksaan dan visite pasien di Posko Damer. Ihsan menjelaskan, lokasi tersebut saat ini berfungsi sebagai posko pengganti Puskesmas Dampek.
“Kami melakukan pemeriksaan dan visite pasien di Posko Damer, yang menjadi posko pengganti Puskesmas Dampek,” ujarnya.
Kegiatan medis kemudian dilanjutkan dengan pelayanan kesehatan di Posko Golo Mangung, Kecamatan Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur.
Di lokasi tersebut, personel EMT Unismuh melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga yang datang ke posko.
Bagi Ihsan, hari kedua menjadi tahapan penting karena EMT Unismuh mulai beralih dari fase mobilisasi menuju pelayanan langsung kepada masyarakat.
“Setelah kemarin kami fokus pada perjalanan dan koordinasi awal, hari ini tim mulai masuk pada pelayanan kesehatan, sekaligus membantu memperkuat sistem yang sudah berjalan di lapangan,” katanya.
Ia menegaskan, EMT Unismuh tidak membangun mekanisme pelayanan yang terpisah. Tim hadir untuk memperkuat fasilitas kesehatan dan struktur respons yang telah ada bersama pemerintah kecamatan, Puskesmas, MDMC, serta unsur kesehatan lainnya.
Bertemu EMT Universitas Airlangga
Di sela kegiatan, EMT Unismuh juga bertemu dengan Emergency Medical Team Universitas Airlangga (Unair) yang turut berada di wilayah respons bencana.
Menurut Ihsan, keberadaan berbagai tim kesehatan di lokasi bencana membutuhkan koordinasi agar sumber daya yang tersedia dapat saling melengkapi.
Kolaborasi antartim juga penting untuk menghindari tumpang tindih layanan dan memastikan wilayah maupun kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan dapat dijangkau secara lebih luas.
Dengan dimulainya pelayanan di Posko Damer dan Golo Mangung, EMT Unismuh memasuki fase pelayanan lapangan setelah menyelesaikan mobilisasi dan koordinasi awal sehari sebelumnya.
Tim selanjutnya akan terus menyesuaikan pelayanan dengan perkembangan situasi, hasil asesmen kebutuhan kesehatan masyarakat, dan koordinasi bersama pemerintah serta fasilitas kesehatan setempat.
Keterlibatan EMT Unismuh dalam respons gempa NTT juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah kecamatan, Puskesmas, MDMC, dan berbagai Emergency Medical Team dalam memperkuat respons kesehatan pascabencana.

