August 20, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Utama Kegiatan

FKIK Unismuh Lepas Emergency Medical Team ke NTT, Perkuat Layanan Korban Gempa

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar melepas Emergency Medical Team (EMT) untuk membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 18 Agustus 2026.

Pelepasan tim menjadi bagian dari respons kemanusiaan FKIK Unismuh terhadap bencana gempa yang mengguncang sejumlah wilayah di NTT. Tim yang diberangkatkan melibatkan tenaga medis dengan berbagai kompetensi, termasuk bidang kedokteran emergensi, ortopedi dan traumatologi, serta anestesi.

Dekan FKIK Unismuh Makassar Prof. Dr. dr. Suryani As’ad, M.Sc., Sp.GK(K) mengatakan, keterlibatan sivitas akademika dalam misi kemanusiaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses pendidikan kedokteran yang berbasis pengalaman langsung di lapangan.

“Pengiriman tim ini sekaligus merupakan implementasi kurikulum learning by doing bagi residen PPDS Emergency Medicine FKIK Unismuh Makassar dan mahasiswa kedokteran yang sedang menjalani co-ass,” ujar Prof Suryani.

Menurutnya, pengalaman menghadapi langsung situasi kedaruratan menjadi bagian penting dalam pembentukan kompetensi tenaga medis. Namun, keterlibatan peserta didik tetap berada dalam pendampingan dan supervisi para dokter spesialis serta tenaga medis yang berpengalaman dalam pelayanan kegawatdaruratan dan kebencanaan.

Pelepasan Emergency Medical Team tersebut turut dihadiri Direktur RS PKU Muhammadiyah Unismuh Makassar Prof. Dr. Syarifuddin Wahid, Ph.D., Sp.PA(K) serta unsur dokter spesialis kedokteran forensik.

Hadir pula Koordinator Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pusat dr. Corona Rintawan, Sp.EM(K), yang juga merupakan Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Emergency Medicine Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar.

Selain itu, hadir Koordinator EMT Sulawesi Selatan Dr. Hisbullah, Sp.An-IC(K), Dr. Ikhsan Kitta, Sp.OT(K), serta Dr. Netty, Sp.EM(K).

Para dokter tersebut merupakan dosen Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar sekaligus Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) di RS PKU Muhammadiyah Unismuh Makassar. Keterlibatan mereka memperkuat pendampingan klinis bagi residen PPDS Emergency Medicine dan mahasiswa kedokteran yang menjalani pendidikan profesi.

Dr. Ikhsan Kitta, Sp.OT(K) yang terlibat dalam koordinasi Emergency Medical Team menjelaskan bahwa penanganan korban bencana membutuhkan kerja tim lintas disiplin. Kondisi kegawatdaruratan di lokasi bencana menuntut tenaga medis mampu melakukan penilaian cepat, menentukan prioritas penanganan, serta menyesuaikan pelayanan dengan kondisi sarana dan sumber daya yang tersedia.

Keikutsertaan dokter dari berbagai disiplin juga penting karena korban gempa dapat mengalami beragam kondisi medis, mulai dari cedera jaringan lunak, patah tulang, trauma berat, hingga kondisi yang membutuhkan tindakan anestesi dan penanganan emergensi.

Bagi residen PPDS Emergency Medicine dan mahasiswa yang sedang menjalani co-ass, keterlibatan dalam tim menjadi kesempatan untuk mengintegrasikan pengetahuan yang diperoleh di ruang kuliah dan rumah sakit dengan kondisi riil di lapangan.

Mereka tidak hanya belajar mengenai penanganan klinis pasien, tetapi juga tata kelola pelayanan kesehatan dalam situasi bencana, sistem triase, koordinasi lintas profesi, komunikasi dengan masyarakat terdampak, hingga kerja sama dengan jejaring kemanusiaan.

Keterlibatan dr. Corona Rintawan, Sp.EM(K) sebagai Koordinator MDMC Pusat sekaligus Ketua Prodi PPDS Emergency Medicine FK Unismuh juga memperkuat keterhubungan antara misi kemanusiaan Muhammadiyah dan proses pendidikan dokter spesialis kedokteran emergensi di Unismuh Makassar.

Sementara itu, kehadiran Koordinator EMT Sulsel Dr. Hisbullah bersama para dokter spesialis lainnya memperlihatkan bahwa pengiriman tim ke NTT dilakukan dengan dukungan tenaga medis yang memiliki kompetensi dalam penanganan pasien kritis dan korban trauma.

Prof Suryani menegaskan bahwa pembelajaran kedokteran tidak hanya berlangsung di ruang kuliah maupun rumah sakit pendidikan. Situasi nyata di tengah masyarakat juga menjadi ruang pembelajaran untuk membentuk keterampilan, kepekaan sosial, kemampuan bekerja dalam tim, serta tanggung jawab kemanusiaan calon dokter dan dokter spesialis.

Saat pelepasan tim di Bandara Sultan Hasanuddin, pada Kamis, 20 Agustus 2026, Wakil Rektor I Unismuh Prof Andi Sukri Syamsuri juga turut hadir melepas kontingen tersebut.

Pengiriman Emergency Medical Team FKIK Unismuh ke NTT dengan demikian tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak gempa, tetapi juga menjadi implementasi pendidikan kedokteran yang memadukan kompetensi klinis, pengalaman lapangan, dan nilai kemanusiaan.

Pengiriman Emergency Medical Team FKIK Unismuh ke lokasi bencana NTT juga sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui penguatan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana; SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penerapan pembelajaran berbasis pengalaman nyata bagi residen dan mahasiswa kedokteran; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi FKIK Unismuh, RS PKU Muhammadiyah Unismuh Makassar, MDMC, dan jejaring Emergency Medical Team. Dengan demikian, misi kemanusiaan ini tidak hanya menghadirkan layanan medis bagi korban gempa, tetapi juga memperkuat pendidikan kedokteran yang berdampak, kolaboratif, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.