August 19, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Uncategorized

Psikolog Unismuh Dampingi Klien Bapas Makassar Bangun Kesiapan Reintegrasi Sosial

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Psikolog Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar), Rukiana Novianti Putri, S.Psi., M.Psi., Psikolog, memberikan bimbingan kepribadian kepada klien pemasyarakatan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Makassar, 19 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bapas Kelas I Makassar, Jalan Letjen Hertasning, Kecamatan Rappocini, itu mengangkat tema “Kenali Diri, Tentukan Arah, Bangun Kehidupan Baru.”

Bimbingan diarahkan untuk membantu peserta mengenali diri, mengelola pikiran dan emosi, membangun kebiasaan positif, serta menyiapkan langkah konkret dalam proses reintegrasi sosial.

Rukiana mengawali sesi dengan mengajak peserta melakukan refleksi mengenai kehidupan yang ingin mereka bangun ke depan. Peserta didorong menetapkan tujuan hidup yang jelas dan realistis serta dapat dimulai melalui tindakan sederhana.

Menurutnya, proses perubahan perlu diawali dengan kemampuan memahami diri sendiri, termasuk mengenali kekuatan, kelemahan, pemicu emosional, serta kebutuhan yang mendasari perilaku seseorang.

Kenali Pola Pikiran dan Perilaku

Dalam sesi bimbingan, peserta juga diajak memahami keterkaitan antara situasi, pikiran, perasaan, perilaku, dan akibat dari pilihan yang dilakukan.

Rukiana memberikan gambaran bahwa dua orang yang menghadapi situasi serupa dapat menghasilkan respons dan akibat berbeda karena cara mereka memaknai serta menyikapi keadaan tersebut.

Pemahaman terhadap pola itu menjadi penting agar peserta mampu mengenali respons yang berisiko membawa mereka kembali pada pola perilaku lama.

Selain pengenalan diri, materi diarahkan pada pembentukan kebiasaan positif melalui tiga langkah sederhana, yakni menentukan kebiasaan yang perlu dimulai, kebiasaan yang perlu dihentikan, dan kebiasaan yang perlu dipertahankan.

Rukiana menekankan bahwa perubahan dalam kehidupan tidak selalu harus dimulai melalui langkah besar. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian dari proses membangun pola kehidupan baru.

Kelola Lingkungan Sosial

Aspek lain yang menjadi perhatian dalam bimbingan adalah lingkungan sosial. Peserta diajak memetakan relasi yang mereka miliki berdasarkan pengaruhnya terhadap proses perubahan.

Lingkungan tersebut dibagi menjadi relasi yang mendukung perubahan, lingkungan yang bersifat netral, serta lingkungan yang berpotensi membawa seseorang kembali pada kebiasaan lama.

Pemetaan itu diharapkan membantu peserta lebih sadar dalam memilih lingkungan dan membangun hubungan sosial yang mendukung kehidupan secara positif.

Pada akhir sesi, setiap peserta diminta menyusun rencana aksi personal berupa satu langkah konkret yang akan dilakukan dalam tujuh hari berikutnya.

Pendekatan tersebut diarahkan agar proses refleksi tidak berhenti pada pemahaman, tetapi dilanjutkan dengan tindakan yang dapat dilakukan dan dievaluasi dalam kehidupan sehari-hari.

Perkuat Proses Reintegrasi Sosial

Kegiatan bimbingan kepribadian menjadi bagian dari kolaborasi perguruan tinggi dan Bapas dalam mendukung pembinaan klien pemasyarakatan.

Pendekatan psikologis digunakan untuk membantu peserta membangun kesiapan mental dan emosional, mengenali faktor risiko, serta memperkuat kemampuan mengambil keputusan selama menjalani proses kembali ke tengah masyarakat.

Bagi Unismuh Makassar, keterlibatan psikolog dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan menghadirkan keilmuan psikologi pada kelompok yang membutuhkan pendampingan.

Kolaborasi Unismuh Makassar dan Bapas Kelas I Makassar ini juga memiliki keterkaitan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui dukungan terhadap proses reintegrasi sosial, serta SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui pembinaan yang mendukung individu kembali menjalani kehidupan sosial secara positif dan produktif.