UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Sebanyak 12 mahasiswa Program Studi Ahwal Syakhshiyah, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar), menggelar Gerakan Bersih Masjid (Gebermas) di lima masjid di Kecamatan Mamajang, Kota Makassar. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 7 Agustus 2026 dan Senin, 10 Agustus 2026 itu dilakukan untuk meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah sekaligus memperkuat semangat gotong royong bersama masyarakat.
Pada tahap pertama, Gebermas dilaksanakan di Masjid An-Nur dan Masjid Baitul Mu’minin pada Jumat, 7 Agustus 2026. Adapun tahap kedua berlangsung di Masjid Nurul Muntaha, Masjid Nurud Da’wah, dan Masjid Nurul Falah pada Senin, 10 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya membersihkan bagian dalam masjid, tetapi juga halaman, tempat wudu, dan lingkungan sekitar. Kegiatan itu menjadi bentuk keterlibatan langsung mahasiswa dalam menjaga fasilitas keagamaan yang digunakan masyarakat.
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mamajang, Kota Makassar Muhiddin, S.Ag., MA., mengatakan kebersihan masjid merupakan tanggung jawab bersama. Menurut dia, masjid sebagai tempat ibadah sekaligus pusat kegiatan umat perlu dijaga kebersihan dan kenyamanannya secara berkelanjutan.
“Masjid sebagai tempat ibadah dan pusat kegiatan umat perlu dijaga kebersihan serta kenyamanannya secara berkelanjutan,” kata Muhiddin.
Ia menilai Gebermas memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar membersihkan lingkungan masjid. Kegiatan tersebut, menurut dia, dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter mahasiswa melalui pembiasaan untuk peduli terhadap lingkungan, bekerja sama, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Mahasiswa belajar membangun kepedulian, bekerja sama, serta memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Penghulu KUA Kecamatan Mamajang, Agus Tajang, S.H., juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Menurut dia, Gebermas memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk berinteraksi dan terlibat langsung dalam kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat.
“Gebermas menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa karena mereka dapat terlibat langsung dalam kegiatan sosial dan keagamaan,” kata Agus.
Selain lingkungan masjid menjadi lebih bersih dan nyaman, kegiatan tersebut mempertemukan mahasiswa dengan masyarakat dalam aktivitas gotong royong. Interaksi itu diharapkan dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat di sekitar kampus.
Mahasiswa Program Studi Ahwal Syakhshiyah berharap Gebermas tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Gerakan tersebut diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan mendorong lebih banyak mahasiswa serta masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan masjid.
Kebersihan lingkungan masjid dinilai menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung kenyamanan beribadah dan pelaksanaan berbagai kegiatan keumatan. Melalui GEBERMAS, mahasiswa Unismuh Makassar berupaya menunjukkan bahwa kepedulian terhadap rumah ibadah dapat menjadi bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membangun masyarakat yang sehat, nyaman, religius, dan berkemajuan.
(Citizen Report: Khairil Anwar/ Editor: Bukhaerul)

