UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Kreativitas Ilmiah Mahasiswa Penelitian dan Penalaran (UKM LKIM-PENA) Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar Seminar Hasil Penelitian Pengurus Periode 2025–2026, Rabu, 29 Juli 2026.
Mengusung tema “Penelitian Progresif untuk Indonesia Emas 2045”, kegiatan tersebut menguji 14 hasil penelitian yang disusun oleh kelompok pengurus UKM LKIM-PENA Unismuh Makassar.
Seminar itu menjadi ruang akademik bagi para peneliti muda untuk mempertanggungjawabkan proses dan hasil penelitian mereka. Para peserta juga memperoleh kritik, saran, dan evaluasi sebagai bahan penyempurnaan artikel sebelum diajukan ke jurnal ilmiah.
Ketua Umum UKM LKIM-PENA Unismuh Makassar, Alpin N Nasir, mengatakan, terselenggaranya seminar hasil merupakan buah dari kesungguhan para pengurus dalam menjalankan program penelitian selama satu periode kepengurusan.
Baca juga: Pelantikan Pengurus UKM LKIM PENA Unismuh Makassar, Wakil Rektor IV: Menulis adalah Amal Jariyah
“Ini merupakan hasil dari kerja keras dan kerja ikhlas teman-teman pengurus sehingga kita dapat memaksimalkan pelaksanaan seminar hasil penelitian pada periode kali ini,” ujar Alpin.
Ia mengapresiasi komitmen para pengurus yang tetap menyelesaikan penelitian hingga penghujung periode. Menurutnya, proses tersebut menunjukkan bahwa tradisi akademik dan penelitian terus tumbuh di lingkungan LKIM-PENA.
Ketua Bidang Penelitian dan Penalaran UKM LKIM-PENA, Abd Hadi Aqsha, menjelaskan, 14 penelitian yang diseminarkan telah dikerjakan sejak awal periode kepengurusan 2025–2026.
Ia menegaskan bahwa seminar hasil bukan merupakan akhir dari perjalanan penelitian. Seluruh kelompok diarahkan untuk memperbaiki naskah berdasarkan masukan para penguji dan melanjutkannya ke tahap publikasi.
“Penelitian ini dikerjakan oleh pengurus UKM LKIM-PENA sejak awal hingga penghujung periode. Seminar hasil bukan akhir dari penelitian. Insya Allah, artikel dari 14 kelompok akan diajukan ke jurnal yang berbeda,” kata Hadi.
Sekretaris Bidang Penelitian dan Penalaran UKM LKIM-PENA, Sri Wahyuni, mengatakan, karya-karya yang dihasilkan para pengurus menjadi bukti kemampuan lembaga tersebut dalam melahirkan peneliti muda.
“Kita tumbuh dari lembaga kepenulisan. Karya-karya pengurus hari ini menjadi bukti bahwa UKM LKIM-PENA mampu melahirkan peneliti muda dengan karya yang dapat memberikan dampak bagi kampus dan masyarakat,” ujar Sri Wahyuni.
Baca juga: Unismuh Makassar Jadi PTS Terbaik di Indonesia Timur Versi Webometrics Juli 2026
Dalam seminar tersebut, penguji Sandi Pratama mengingatkan bahwa keberhasilan penelitian tidak hanya diukur dari selesainya pengambilan data, penyusunan laporan, maupun pelaksanaan seminar hasil.
“Penelitian yang benar-benar selesai adalah penelitian yang berhasil dipublikasikan,” kata Sandi.
Menurutnya, publikasi menjadi bagian penting dalam rangkaian penelitian karena memungkinkan temuan dan gagasan peneliti dibaca, diuji, serta dikembangkan oleh masyarakat akademik.
Melalui publikasi, hasil penelitian tidak lagi hanya tersimpan sebagai laporan internal. Temuan yang dihasilkan dapat menjangkau pembaca yang lebih luas, membuka diskusi ilmiah, dan menjadi referensi bagi penelitian berikutnya.
Karena itu, kritik dan masukan yang diberikan dalam seminar hasil diharapkan tidak hanya menjadi catatan administratif, tetapi digunakan untuk memperkuat metodologi, analisis, pembahasan, serta kebaruan setiap penelitian.
Sebanyak 14 karya yang dipresentasikan sekaligus menunjukkan tumbuhnya budaya riset di kalangan mahasiswa Unismuh Makassar. Para pengurus tidak hanya didorong produktif menghasilkan karya, tetapi juga konsisten mengantarkan hasil penelitian ke ruang publikasi ilmiah.
Bagi UKM LKIM-PENA, seminar dapat menjadi penanda berakhirnya satu tahap penelitian. Namun, publikasi merupakan awal perjalanan sebuah pengetahuan agar menemukan pembacanya dan memberikan manfaat lebih luas bagi kampus, masyarakat, serta pengembangan ilmu pengetahuan.

