NEWS.UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Fun Islamic Brain di Panti Asuhan Al-Wahab, Jalan Palm Merah Nomor 1, Kassi-Kassi, Kota Makassar, Sabtu, 18 Juli 2026.
Kegiatan tersebut mengusung konsep stimulasi kreativitas dalam belajar agama melalui kombinasi lomba cerdas cermat interaktif dan hafalan surah pendek.
Sebanyak 30 anak Panti Asuhan Al-Wahab mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi lomba cerdas cermat Islami, hafalan surah-surah pendek, permainan edukatif, serta pemberian apresiasi dan hadiah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Mata Kuliah Al-Islam Kemuhammadiyahan VI yang diampu Dr Sulaeman Masnan, S.Pd.I., M.Pd.I.
Ketua Panitia, Muh Nugraha R, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan motivasi dan kreativitas anak-anak dalam belajar agama melalui metode yang interaktif, edukatif, dan menyenangkan.
Menurutnya, pembelajaran agama tidak harus selalu disampaikan dengan metode yang monoton. Materi keislaman dapat dikemas melalui permainan, tantangan, dan kompetisi sehat agar anak-anak terlibat secara aktif.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman belajar agama yang menyenangkan, sehingga anak-anak dapat belajar sambil bermain dan tetap aktif berpartisipasi,” ujar Nugraha.
Ia mengatakan, metode yang menyenangkan dapat membantu anak-anak memahami pengetahuan keislaman sekaligus menumbuhkan keberanian dan motivasi belajar.
Melalui lomba cerdas cermat Islami, peserta diajak menjawab berbagai pertanyaan keagamaan secara berkelompok. Pola tersebut tidak hanya menguji pengetahuan, tetapi juga melatih kemampuan berpikir cepat, komunikasi, dan kerja sama.
Anak-anak didorong untuk berdiskusi, mendengarkan pendapat teman, serta mengambil keputusan bersama sebelum menyampaikan jawaban.
“Melalui kegiatan kelompok, anak-anak belajar bahwa pengetahuan tidak hanya diperoleh secara individual. Mereka juga belajar bekerja sama, saling membantu, dan menghargai pendapat teman,” jelasnya.
Selain cerdas cermat, panitia mengadakan hafalan surah-surah pendek. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan peserta dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an sejak usia dini.
Nugraha menyebut terdapat tiga pesan utama yang ingin disampaikan kepada anak-anak melalui kegiatan tersebut.
Pertama, belajar agama dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Kedua, anak-anak perlu membangun keberanian dan kepercayaan diri dalam menyampaikan pengetahuan yang dimiliki. Ketiga, semangat membaca serta menghafal Al-Qur’an perlu dibiasakan sejak dini.
“Belajar agama bukan hanya soal mengetahui jawaban yang benar, tetapi juga bagaimana nilai-nilai Islam membentuk sikap, keberanian, kebersamaan, dan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Dosen pengampu Mata Kuliah Al-Islam Kemuhammadiyahan VI, Dr Sulaeman Masnan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dalam kehidupan masyarakat.
Kegiatan pengabdian juga melatih mahasiswa merancang program, membangun komunikasi dengan mitra, bekerja dalam tim, serta memahami karakteristik peserta kegiatan.
Pelaksanaan Fun Islamic Brain, lanjutnya, menunjukkan bahwa nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan tidak hanya dipelajari secara konseptual di ruang kelas, tetapi perlu diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Program tersebut sekaligus menjadi implementasi salah satu unsur Caturdarma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, khususnya pengabdian kepada masyarakat serta penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Bagi mahasiswa Pendidikan Sosiologi, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman dalam memahami proses pembelajaran, interaksi kelompok, pembentukan kepercayaan diri, serta pentingnya pendekatan pendidikan yang sesuai dengan lingkungan sosial anak.
Panitia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada satu kali pertemuan. Kolaborasi antara Unismuh Makassar dan Panti Asuhan Al-Wahab diharapkan dapat dikembangkan melalui program pembinaan yang lebih berkelanjutan.
Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Unismuh juga berkomitmen terus menghadirkan kegiatan pengabdian yang edukatif, kreatif, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui Fun Islamic Brain, mahasiswa ingin menegaskan bahwa belajar agama dapat berlangsung dengan suasana gembira tanpa kehilangan substansi. Permainan dan kompetisi menjadi pintu masuk untuk menumbuhkan pengetahuan, kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta karakter Islami pada anak-anak.

