July 16, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA KAMPUS

Prof Muhadjir Dorong BSI Kerja Sama dengan Unismuh untuk Pembiayaan Studi S3 Bagi Dosen

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Komisaris Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, M.A.P., membuka peluang kerja sama pembiayaan studi doktor bagi ratusan dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

Peluang tersebut mengemuka dalam kuliah tamu dan silaturahim Prof. Muhadjir bersama jajaran pimpinan Unismuh Makassar di Ruang Rapat Senat, Lantai 17 Gedung Iqra Unismuh, Kamis, 16 Juli 2026.

Pertemuan dihadiri Rektor Unismuh Makassar Dr. Ir. H. Abd. Rakhim Nanda, S.T., M.T., IPU., para wakil rektor, Badan Pembina Harian, direktur, dekan, pimpinan lembaga, kepala pusat, ketua program studi, serta jajaran BSI wilayah Makassar.

Dalam pertemuan itu, Rektor menyampaikan bahwa peningkatan kualifikasi akademik dosen menjadi salah satu prioritas utama Unismuh. Dari keseluruhan tenaga pengajar yang dimiliki, masih terdapat sekitar 442 dosen berkualifikasi magister atau S-2 yang perlu didorong melanjutkan pendidikan ke jenjang doktor.

“Percepatan pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas kami. Untuk pembangunan fisik, kampus bisa memperoleh pembiayaan dalam jumlah besar. Kami berharap pembiayaan untuk pembangunan SDM juga dapat memperoleh perhatian,” ujar Rakhim Nanda.

Menurut Rektor, Unismuh telah berupaya membantu dosen yang melanjutkan studi, antara lain dengan membiayai semester pertama. Namun, untuk semester selanjutnya, sebagian dosen masih harus menyisihkan penghasilan pribadi guna membayar biaya pendidikan.

Karena itu, Unismuh menawarkan penyusunan skema pembiayaan bersama yang memungkinkan dosen melanjutkan studi tanpa harus menanggung seluruh biaya secara langsung.

BSI Siap Menindaklanjuti

Menanggapi usulan tersebut, Prof. Muhadjir menyatakan bahwa pembiayaan pendidikan dosen memungkinkan untuk ditindaklanjuti melalui BSI. Ia langsung meminta jajaran BSI wilayah Makassar membicarakan skema yang paling tepat bersama pimpinan Unismuh.

“Untuk pembiayaan saya kira tidak ada masalah. Silakan ditindaklanjuti. BSI, insya Allah, setuju menyediakan pembiayaan untuk teman-teman,” kata Muhadjir, yang juga Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Meski demikian, ia menyarankan agar pembiayaan studi tidak sepenuhnya dibebankan kepada universitas. Dosen penerima pembiayaan tetap perlu memiliki bagian tanggung jawab agar program studi lanjut dijalankan secara disiplin dan dapat diselesaikan tepat waktu.

“Saran saya jangan 100 persen ditanggung oleh perguruan tinggi. Harus ada juga beban kepada yang bersangkutan agar mereka bertanggung jawab,” ujarnya.

Skema tersebut, lanjut Muhadjir, dapat dihubungkan dengan sistem penggajian atau payroll BSI. Dengan demikian, pembayaran dapat dikelola secara terukur tanpa menambah beban administrasi universitas.

Muhadjir juga meminta BSI menjajaki kemungkinan dukungan berupa subsidi, baik melalui BSI Maslahat maupun program tanggung jawab sosial perusahaan. Namun, ia menegaskan bahwa bentuk dan besaran dukungan masih harus dibicarakan pada tingkat teknis dan direksi.

“Saya tidak berjanji, tetapi akan menjadi catatan saya untuk diarahkan ke tingkat direksi. Yang penting, ekosistemnya bisa berjalan,” katanya.

Bisa Menjadi Model bagi PTMA

Prof. Muhadjir berharap kerja sama pembiayaan studi lanjut tersebut tidak berhenti sebagai program untuk Unismuh Makassar. Apabila skemanya berhasil, model yang sama dapat diterapkan pada Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah lainnya.

Menurut dia, banyak PTMA memiliki dosen yang ingin melanjutkan pendidikan, tetapi terkendala kemampuan pembiayaan. Karena itu, kerja sama perguruan tinggi dengan lembaga keuangan syariah dapat menjadi salah satu jalan mempercepat peningkatan kualitas akademik dosen.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh yang baik. Kalau sistemnya bagus, bisa kita kloning untuk PTMA yang lain, terutama yang kemampuan pembiayaannya belum kuat,” ujar Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa Unismuh Makassar memikul tanggung jawab besar sebagai salah satu pusat pembinaan PTMA di kawasan Indonesia Timur. Karena itu, penguatan Unismuh diharapkan memberikan dampak terhadap perkembangan kampus-kampus Muhammadiyah lainnya.

“Unismuh jangan hanya membesarkan diri sendiri, tetapi juga ikut membesarkan perguruan tinggi Muhammadiyah yang lain,” pesannya.

BSI Wilayah Makassar Siapkan Skema

Deputi BSI wilayah Makassar yang hadir dalam pertemuan tersebut menyatakan siap menindaklanjuti arahan Komisaris Utama BSI dan usulan Rektor Unismuh.

Ia mencatat pembiayaan studi lanjut bagi sekitar 400 dosen sebagai salah satu agenda prioritas yang akan dibicarakan lebih lanjut dengan pimpinan universitas.

“Insya Allah, skemanya akan kami matangkan dan kolaborasikan. Termasuk kemungkinan pemberian subsidi yang dapat membantu meringankan dosen yang sedang menjalankan studi,” ujarnya.

Selain pembiayaan pendidikan, BSI dan Unismuh juga menjajaki pengembangan layanan perbankan di dalam kampus, integrasi sistem digital, pembiayaan rumah sakit pendidikan, pengadaan alat kesehatan, serta pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.

Rektor Unismuh menyambut positif respons tersebut. Menurutnya, dukungan pembiayaan studi doktor bukan semata-mata berkaitan dengan kesejahteraan dosen, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, publikasi, dan pelayanan kepada mahasiswa.

“Kami bersyukur karena pernyataan Prof. Muhadjir membesarkan harapan kita. Setelah pertemuan ini, tugas kami adalah menindaklanjutinya menjadi skema yang jelas, bertanggung jawab, dan benar-benar memberikan manfaat bagi dosen serta institusi,” kata Rakhim Nanda.

Kunjungan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat kembali hubungan kelembagaan Unismuh Makassar dengan BSI. Kedua belah pihak sepakat melanjutkan pembicaraan pada tingkat teknis agar berbagai peluang kerja sama dapat segera direalisasikan.