July 14, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA UTAMA

Rektor Unismuh Teladankan Budaya Kampus Berkelanjutan Lewat Bank Sampah

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr. Ir. H. Abd. Rakhim Nanda, M.T., IPU, menunjukkan komitmen membangun budaya kampus berkelanjutan dengan menjadi nasabah Bank Sampah Sustainable Waste Solutions Center (SWSC) Unismuh Makassar. Ia datang langsung membawa dokumen bekas dari ruang kerjanya untuk ditimbang dan didaftarkan sebagai tabungan di Bank Sampah SWSC, Selasa 14 Juli 2026.

Aksi yang dilakukan di lingkungan kampus Unismuh Makassar itu menjadi bentuk keteladanan pimpinan dalam mendorong pengelolaan sampah dari sumbernya. Langkah tersebut diharapkan memperkuat budaya memilah sampah di kalangan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan seluruh sivitas akademika sebagai bagian dari pengembangan kampus berkelanjutan.

Rektor tidak hanya menyerahkan dokumen yang telah dipilah, tetapi juga mengantarkannya sendiri ke lokasi Bank Sampah SWSC. Berkas-berkas tersebut kemudian ditimbang dan dicatat sebagai saldo tabungan sesuai mekanisme yang diterapkan Bank Sampah.

Kepala Pusat Sustainable Waste Solutions Center (SWSC) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr. Fatmawati A. Mappasere, M.Si., menilai kehadiran Rektor sebagai nasabah Bank Sampah memiliki makna strategis bagi penguatan budaya pengelolaan sampah di lingkungan kampus.

“Kehadiran Bapak Rektor sebagai nasabah Bank Sampah memiliki makna yang sangat besar. Beliau tidak hanya memberikan dukungan melalui kebijakan, tetapi menunjukkan contoh nyata,” kata Fatmawati.

Menurut Fatmawati, keteladanan pimpinan menjadi faktor penting untuk menggerakkan partisipasi seluruh warga kampus. Ia berharap langkah tersebut mampu menginspirasi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga seluruh sivitas akademika agar mulai memilah sampah dari ruang kerja dan aktivitas sehari-hari.

“Keteladanan seperti inilah yang diharapkan mampu menginspirasi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga seluruh warga kampus untuk mulai memilah sampah dari ruang kerja dan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Fatmawati menjelaskan, pengelolaan sampah yang efektif harus dimulai dari proses pemilahan di sumber. Ia mengatakan sampah yang telah dipisahkan berdasarkan jenis akan lebih mudah dimanfaatkan kembali, didaur ulang, serta memiliki nilai ekonomi melalui sistem Bank Sampah. Upaya tersebut, menurutnya, sejalan dengan pengembangan konsep Integrated, Green, Islamic, and Futuristic (I-GIFt) yang menjadi arah pembangunan Unismuh Makassar.

Dalam operasionalnya, SWSC didukung oleh tim yang menangani pengelolaan limbah dan edukasi lingkungan. Sahlan, S.P., M.Si., selaku Ketua Divisi Operasional dan Tata Kelola Limbah, mengoordinasikan sistem operasional Bank Sampah, pengelolaan limbah, serta memastikan proses pemilahan dan penimbangan berjalan sesuai standar. Sementara itu, Wardah, S.Sos., M.A., sebagai Ketua Divisi Edukasi dan Advokasi Lingkungan, mengembangkan program sosialisasi dan kampanye perubahan perilaku agar budaya memilah sampah menjadi kebiasaan di lingkungan kampus.

Rektor Abd. Rakhim Nanda menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan lingkungan tidak cukup mengandalkan penyediaan fasilitas maupun regulasi. Menurutnya, perubahan hanya dapat terwujud apabila seluruh warga kampus memiliki kesadaran untuk memulai dari kebiasaan sederhana.

“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Jika setiap dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa mulai memilah sampah dari meja kerjanya masing-masing, maka kita sedang membangun budaya baru yang berdampak besar bagi lingkungan,” kata Abd. Rakhim Nanda.

Ia juga menekankan bahwa sistem Bank Sampah memberi manfaat ganda. Selain mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, program tersebut mendukung penerapan ekonomi sirkular karena berbagai jenis sampah anorganik, seperti kertas, kardus, dan botol plastik, dapat ditabung serta memiliki nilai ekonomi.

Melalui aksi simbolis tersebut, Unismuh memperlihatkan bahwa komitmen terhadap keberlanjutan tidak berhenti pada penyusunan kebijakan, tetapi diwujudkan melalui keteladanan pimpinan. Sinergi antara pimpinan universitas, pengelola SWSC, dan seluruh sivitas akademika diharapkan semakin memperkuat transformasi budaya pengelolaan sampah serta mengukuhkan Unismuh Makassar sebagai pelopor kampus berkelanjutan yang menerapkan pengelolaan sampah dari sumbernya.