UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Sustainable Waste Solutions Center (SWSC) Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) mendorong Communication Culture Fest (CCF) 2026 menjadi percontohan penyelenggaraan festival budaya mahasiswa berkonsep Green Event. Kegiatan yang digelar Program Studi Ilmu Komunikasi Unismuh Makassar itu berlangsung di Lobi Phinisi Point Mall, Makassar, Minggu, 12 Juli 2026, dengan mengintegrasikan pertunjukan seni dan edukasi pengelolaan sampah.
Melalui kolaborasi tersebut, SWSC mendampingi panitia dalam menerapkan prinsip ramah lingkungan melalui penyediaan tempat sampah terpilah, edukasi kepada pengunjung, serta pemantauan kebersihan selama acara berlangsung. Upaya ini dilakukan untuk membangun kesadaran bahwa penyelenggaraan kegiatan publik dapat berjalan seiring dengan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
Festival yang terbuka untuk masyarakat umum itu melibatkan 65 mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2023 sebagai pengisi acara. Berbagai pertunjukan ditampilkan, mulai dari tari tradisional, monolog, pembacaan puisi, musik akustik, hingga pertunjukan budaya khas Bugis-Makassar yang menarik perhatian pengunjung pusat perbelanjaan.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Unismuh Makassar, Dr. Syukri, S.Sos., M.Si., mengatakan bahwa CCF tidak hanya menjadi panggung apresiasi seni, tetapi juga wahana pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengelola kegiatan secara profesional.
“Communication Culture Fest ini menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengelola kegiatan secara profesional. Kolaborasi dengan SWSC juga memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa dalam menghadirkan pertunjukan budaya dengan tetap memperhatikan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Syukri.
Syukri juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa, panitia, mitra, serta seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurut dia, kolaborasi lintas unit menjadi modal penting untuk membangun budaya penyelenggaraan acara yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Ia berharap praktik Green Event yang diterapkan pada CCF 2026 dapat berkembang menjadi kebiasaan baru dalam setiap kegiatan kemahasiswaan di lingkungan Unismuh Makassar. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya terampil menyelenggarakan acara, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unismuh Makassar, Dr. A. Luhur Prianto, M.Si., turut hadir memberikan motivasi kepada mahasiswa. Ia menilai CCF perlu terus dikembangkan sebagai ruang kreativitas, pembelajaran, sekaligus kolaborasi yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Senada dengan itu, Wakil Dekan III FISIP Unismuh Makassar, Dr. Nurwahid, M.Si., mengatakan kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan dan ruang publik.
“Kita berharap kegiatan seperti ini dapat menginspirasi pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan lainnya di Universitas Muhammadiyah Makassar,” kata Nurwahid.
Selama festival berlangsung, panitia bersama SWSC mengarahkan pengunjung untuk membuang sampah sesuai kategori pada wadah yang telah disediakan. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya agar pengelolaan limbah menjadi lebih efektif.
Mahasiswa yang terlibat sebagai pengisi acara juga bertanggung jawab menjaga kebersihan area kegiatan dan mengelola sampah yang dihasilkan selama festival. Panitia bersama SWSC selanjutnya mencatat volume serta jenis sampah yang terkumpul sebagai bahan evaluasi untuk penyelenggaraan kegiatan serupa pada masa mendatang.
Ketua Divisi Edukasi dan Advokasi Lingkungan SWSC Unismuh Makassar, Wardah, M.A., menjelaskan bahwa penyediaan wadah sampah terpilah bukan sekadar fasilitas pendukung, melainkan bagian dari proses membangun kesadaran kolektif mengenai tanggung jawab terhadap sampah.
“Wadah sampah terpilah memang penting, tetapi tujuan utamanya adalah membangun kesadaran bahwa setiap orang bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkannya. CCF 2026 dapat menjadi contoh bahwa kegiatan seni dan budaya juga dapat diselenggarakan dengan memperhatikan pengelolaan sampah,” jelas Wardah.
Wardah menambahkan, pendampingan SWSC pada CCF merupakan bagian dari komitmen mendukung penguatan budaya kampus berkelanjutan. Ia menilai penerapan konsep Green Event dalam kegiatan mahasiswa dapat menjadi model yang direplikasi pada berbagai agenda akademik maupun kemahasiswaan di Unismuh Makassar sehingga praktik pengelolaan sampah yang bertanggung jawab semakin mengakar di lingkungan kampus.

