UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Program Studi Sarjana Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menjalani asesmen lapangan dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK), pada 12–14 Juli 2026.
Asesmen dilakukan oleh dua asesor LAMSPAK, yakni Prof. Dr. H. Najahan Musyafak, M.A. dari Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang dan Dr. Yanuar Luqman, S.Sos., M.Si. dari Universitas Diponegoro.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari evaluasi eksternal untuk memverifikasi kesesuaian antara dokumen yang telah diajukan dan kondisi faktual penyelenggaraan pendidikan di Prodi KPI Fakultas Agama Islam Unismuh Makassar.
Proses asesmen mencakup peninjauan tata kelola program studi, kurikulum dan pembelajaran, sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, layanan kemahasiswaan, kerja sama, serta sarana dan prasarana pendukung.
Rektor Paparkan Capaian Unismuh
Dalam penyambutan tim asesor, Rektor Unismuh Makassar, Dr Abd Rakhim Nanda, memaparkan transformasi dan sejumlah capaian universitas pada tingkat nasional maupun internasional.
Ia mengatakan, berbagai capaian institusi merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya mutu secara berkelanjutan.
“Unismuh terus bertumbuh sebagai perguruan tinggi yang memadukan keunggulan akademik, nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan, serta orientasi reputasi internasional. Seluruh capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika,” ujar Rakhim.
Unismuh Makassar telah meraih Akreditasi Institusi Unggul berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor 31/SK/BAN-PT/Ak/PT/I/2024.
Unismuh juga masuk peringkat 801–1.000 dunia dalam Times Higher Education Sustainability Impact Ratings 2026 serta masuk dalam radar Times Higher Education World University Rankings 2026.
Pada pemeringkatan Asia, Unismuh menempati posisi 1.201–1.300 dalam QS World University Rankings: Asia. Kampus tersebut juga berada pada peringkat ke-624 dunia dalam UI GreenMetric World University Rankings.
“Pemeringkatan dan akreditasi bukan tujuan akhir. Capaian tersebut harus berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran, produktivitas riset, kualitas pengabdian kepada masyarakat, serta pelayanan yang semakin baik kepada mahasiswa,” katanya.
Rakhim turut menyampaikan bahwa Unismuh berhasil meraih dan mempertahankan sertifikasi ISO 21001:2018. Dalam bidang tata kelola keuangan, Unismuh memperoleh status Wajar Tanpa Pengecualian dari kantor akuntan publik.
Pada Anugerah Diktisaintek 2025, Unismuh meraih peringkat kedua kategori perguruan tinggi swasta dengan jumlah usulan program studi terbanyak yang memperoleh rekomendasi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Unismuh juga membukukan 18 penghargaan dalam LLDIKTI Wilayah IX Awards 2025. Capaian tersebut menunjukkan penguatan tata kelola, layanan akademik, kemahasiswaan, penelitian, dan publikasi yang dilakukan secara berkelanjutan.
Saat ini, Unismuh Makassar mengelola 73 program studi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 program studi telah meraih akreditasi Unggul, dua program studi berakreditasi A dan tersertifikasi ASIIN, serta 13 program studi berstatus Baik Sekali.
Selain itu, terdapat 11 program studi berakreditasi Baik, satu berakreditasi B, 10 berstatus Terakreditasi Minimum, serta tiga program studi yang telah memperoleh Akreditasi Pertama.
“Kami berharap asesmen lapangan ini tidak hanya menghasilkan penilaian, tetapi juga memberikan masukan yang konstruktif untuk penguatan Prodi KPI. Kami terbuka terhadap setiap rekomendasi agar program studi ini semakin relevan dengan perkembangan komunikasi, penyiaran, dan media digital,” tutur Rakhim.
Menurutnya, Prodi KPI memiliki posisi strategis dalam menyiapkan lulusan yang mampu menyampaikan pesan-pesan Islam secara mencerahkan melalui berbagai platform komunikasi.
“Prodi KPI harus mampu melahirkan komunikator dan praktisi media yang tidak hanya terampil secara profesional, tetapi juga memiliki integritas, kecakapan digital, serta komitmen dakwah yang berkemajuan,” ujarnya.
FAI Tegaskan Komitmen Penguatan Mutu
Dekan Fakultas Agama Islam Unismuh Makassar, Dr Amirah Mawardi, M.Si., mengatakan asesmen lapangan menjadi bagian penting dalam upaya fakultas menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Menurut Amirah, proses akreditasi tidak hanya berorientasi pada pencapaian peringkat, tetapi juga menjadi sarana evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola, proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pelayanan mahasiswa.
“Asesmen ini menjadi momentum bagi Fakultas Agama Islam untuk melihat kembali kekuatan yang telah dimiliki sekaligus mengidentifikasi bagian-bagian yang masih perlu ditingkatkan,” ujar Amirah.
Ia menjelaskan, FAI Unismuh terus mendorong setiap program studi membangun budaya mutu yang tidak berhenti setelah proses akreditasi selesai. Perbaikan harus menjadi bagian dari aktivitas akademik sehari-hari.
“Kami berharap masukan dari para asesor dapat menjadi dasar penguatan Prodi KPI agar semakin adaptif terhadap perkembangan komunikasi, penyiaran, dan media digital, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan,” katanya.
Prodi KPI Siapkan Asesmen Secara Kolektif
Ketua Program Studi KPI Unismuh, Dr. Aliman, Lc., M.Fil.I., menyampaikan bahwa persiapan asesmen lapangan dilakukan secara kolektif dengan melibatkan pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta pengguna lulusan.
Menurut Aliman, tim program studi telah melakukan penataan dokumen, evaluasi kurikulum, penguatan data penelitian dan pengabdian, serta pembenahan berbagai fasilitas pendukung pembelajaran.
“Asesmen lapangan ini kami maknai sebagai proses konfirmasi sekaligus pembelajaran untuk memastikan seluruh layanan akademik Prodi KPI berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan,” ujar Aliman.
Ia mengatakan, Prodi KPI terus berupaya menyesuaikan kurikulum dengan perubahan ekosistem komunikasi dan penyiaran. Perkembangan media digital, kecerdasan artifisial, produksi konten, dan dakwah melalui berbagai platform menjadi perhatian dalam pengembangan program studi.
“Kami ingin menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami ilmu komunikasi dan penyiaran Islam, tetapi juga memiliki keterampilan digital, integritas, kemampuan berdakwah, dan kepekaan terhadap persoalan masyarakat,” katanya.
Aliman berharap asesmen LAMSPAK dapat memberikan rekomendasi konstruktif bagi pengembangan Prodi KPI, baik dalam aspek pembelajaran, kompetensi dosen, produktivitas riset, jejaring kerja sama, maupun penguatan profil lulusan.
Momentum Refleksi dan Pengembangan
Asesmen lapangan tersebut diikuti pimpinan universitas, pimpinan Fakultas Agama Islam, pengelola program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, pengguna lulusan, serta tim penyusun dokumen akreditasi.
Selama asesmen, kedua asesor melakukan klarifikasi dan pendalaman terhadap data yang tercantum dalam dokumen evaluasi diri dan laporan kinerja program studi. Tim asesor juga meninjau fasilitas pembelajaran dan berbagai sarana pendukung kegiatan akademik.
Asesmen tersebut diharapkan menjadi momentum bagi Prodi KPI Unismuh untuk melakukan refleksi, memperkuat budaya mutu, serta meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan layanan kemahasiswaan.
Melalui asesmen LAMSPAK, Prodi KPI Fakultas Agama Islam Unismuh Makassar menegaskan komitmennya menghasilkan lulusan yang kompeten dalam bidang komunikasi dan penyiaran Islam, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta berpegang pada nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan.

