UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR – Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) menggelar Pelatihan Dai yang diikuti ratusan mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 10–11 Juli 2026, di Aula Ahwal Syakhshiyah, sebagai bentuk pembekalan mahasiswa sebelum terjun dalam program pengabdian masyarakat di pelosok desa.
Pelatihan yang mengusung tema “Menebar Cahaya Dakwah dari Pelosok hingga Ruang Digital” ini diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Ma’had Al-Birr, Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM), dan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF). Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan dakwah mahasiswa sekaligus memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan sosial dan digital di masyarakat.
Ketua Umum Himaprodi Ahwal Syakhshiyah, Dhevaiz Qalbutama Ramadhan, menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai bekal utama bagi mahasiswa. “Pelatihan dai ini dilaksanakan agar para mahasiswa yang akan mengikuti program pengabdian memiliki pembekalan dan gambaran ketika berada di pelosok nanti,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini berlandaskan nilai Al-Qur’an, khususnya Surah Ali Imran ayat 104.
Menurut Dhevaiz, ayat tersebut mengajarkan pentingnya peran organisasi dalam mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Ia menilai pelatihan ini menjadi ruang aktualisasi nilai-nilai tersebut dalam konteks kekinian. Selain itu, mahasiswa didorong untuk tidak hanya berdakwah secara konvensional, tetapi juga memanfaatkan teknologi digital.
Ketua Program Studi Ahwal Syakhshiyah, Dr. Muktasim Billah, Lc., M.H., turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. “Kami selalu mendukung seluruh agenda yang diselenggarakan Himaprodi, khususnya Pelatihan Dai ini,” katanya. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah implementasi ilmu yang telah diperoleh mahasiswa selama proses pendidikan.
Ia menjelaskan bahwa peserta pelatihan merupakan mahasiswa yang telah menempuh pembinaan di Ma’had Al-Birr. Oleh karena itu, mereka dinilai memiliki dasar keilmuan yang cukup untuk diterapkan langsung di masyarakat. Program studi, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan yang berorientasi pada pengabdian dan penguatan kompetensi mahasiswa.
Secara tidak langsung, Muktasim menilai kegiatan ini mampu menjembatani teori dan praktik dakwah di lapangan. Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program agar dampaknya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Hal ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam mencetak lulusan yang berdaya saing dan berkontribusi.
Ketua Bidang Dakwah Himaprodi, Usamah, menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat terus berlanjut. “Saya berharap Pelatihan Dai ini dapat terus diselenggarakan pada periode-periode berikutnya,” ungkapnya. Ia menilai regenerasi dai muda menjadi kunci dalam menjaga kesinambungan dakwah di tengah masyarakat.
Usamah juga menambahkan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan retorika, tetapi juga pembentukan karakter dan pemahaman keislaman yang moderat. Ia berharap para peserta mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai kebaikan di berbagai lingkungan.
Kegiatan ini melibatkan ratusan mahasiswa FAI yang mengikuti berbagai materi pelatihan, mulai dari teknik dakwah, komunikasi publik, hingga pemanfaatan media digital. Peserta juga mendapatkan pembekalan praktis untuk menghadapi kondisi sosial masyarakat yang beragam, khususnya di wilayah pelosok desa.
Selain itu, kolaborasi dengan berbagai lembaga seperti PUTM dan AMCF memperkuat kualitas materi yang diberikan. Para peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman dan perspektif dari praktisi dakwah. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas penyampaian dakwah yang adaptif dan relevan.
Melalui pelatihan ini, Himaprodi Ahwal Syakhshiyah berharap dapat mencetak generasi dai muda yang mampu berdakwah secara luas, tidak hanya di pelosok desa, tetapi juga di ruang digital yang semakin berkembang. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan menjadi agenda rutin yang memperkuat peran mahasiswa dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan membawa kemaslahatan bagi umat.

