UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR– Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar kegiatan Scopus Citation Excellence: Strategi Efektif Meningkatkan Sitasi dan Reputasi Publikasi Internasional, Kamis, 9 Juli 2026 di Ruang Teater I Gift Lantai 2 Menara Iqra Unismuh Makassar.
Kegiatan ini menghadirkan Prof. Amirullah Abduh, M.Ed., Ph.D., Secretary of Institute for Research and Community Services, sebagai narasumber utama dan dibuka oleh Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. Abd. Rakhim Nanda, ST., MT., IPU.
Ketua LP3M Unismuh Makassar, Dr. Muh. Arief Muhsin, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen LP3M untuk memperkuat kapasitas dosen dalam menghasilkan publikasi bereputasi internasional yang memiliki dampak nyata melalui peningkatan sitasi.
“Scopus Citation Excellence menjadi salah satu program strategis LP3M untuk mendampingi dosen agar tidak hanya mampu mempublikasikan artikel di jurnal bereputasi, tetapi juga meningkatkan dampak publikasinya melalui sitasi yang berkualitas,” ujar Arief Muhsin.
Perkuat Roadmap Menuju Universitas Bereputasi Dunia
Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abd. Rakhim Nanda, menegaskan bahwa peningkatan kualitas publikasi ilmiah merupakan bagian penting dari roadmap pengembangan institusi menuju universitas bereputasi internasional.

Menurutnya, Unismuh telah menunjukkan perkembangan signifikan melalui berbagai capaian, seperti peningkatan posisi pada pemeringkatan internasional, sertifikasi institusi, hingga penguatan tata kelola. Namun, penguatan kualitas sumber daya manusia, khususnya produktivitas riset dosen, tetap menjadi prioritas utama.
“Kegiatan seperti Scopus Citation Excellence sangat penting dalam menunjang roadmap pengembangan institusi. Kita ingin membangun budaya riset yang kuat sehingga publikasi dosen tidak hanya banyak, tetapi juga berkualitas dan memiliki dampak internasional,” kata Rektor.
Ia juga mendorong dosen untuk memanfaatkan peluang pendanaan riset dari BRIN maupun BIMA, serta aktif membangun kolaborasi nasional dan internasional sebagai upaya meningkatkan reputasi akademik universitas.
Sitasi Berkualitas Berawal dari Riset Berkualitas
Dalam sesi utama, Prof. Amirullah Abduh menjelaskan bahwa peningkatan sitasi tidak dapat dilakukan melalui cara instan. Sitasi yang tinggi, menurutnya, merupakan konsekuensi dari kualitas riset, pemilihan jurnal yang tepat, serta strategi diseminasi hasil penelitian.
Ia menekankan bahwa peneliti sebaiknya tetap konsisten meneliti bidang keahlian masing-masing daripada sekadar mengikuti tren penelitian.
“Tidak harus mengejar tema yang sedang populer. Yang paling penting adalah melakukan penelitian sesuai kepakaran, menggunakan metodologi yang kuat, dan menghasilkan karya yang benar-benar memberikan kontribusi ilmiah,” jelas Prof. Amirullah.
Selain kualitas riset, ia menilai pemahaman terhadap academic community menjadi faktor penting agar artikel lebih mudah dikenali dan disitasi oleh para peneliti lain dalam bidang yang sama.
“Ketika kita memahami komunitas akademik di bidang kita, peluang artikel diterima dan disitasi akan jauh lebih besar karena penelitian kita masuk dalam percakapan ilmiah yang relevan,” ujarnya.

Prof. Amirullah juga mengingatkan pentingnya memilih jurnal bereputasi yang diterbitkan oleh top publisher, universitas ternama, maupun asosiasi keilmuan internasional karena memiliki keberlanjutan dan visibilitas yang lebih tinggi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa publikasi tidak berhenti setelah artikel terbit. Peneliti perlu mendiseminasikan karya melalui berbagai platform ilmiah seperti SSRN, ResearchGate, maupun jejaring akademik lainnya agar peluang sitasi semakin besar.
Lima Strategi Meningkatkan Sitasi Publikasi
Dari pemaparan Prof. Amirullah, terdapat beberapa langkah strategis yang dapat diterapkan dosen untuk meningkatkan sitasi publikasi internasional, yaitu:
Pertama, melakukan riset sesuai bidang kepakaran dengan metodologi yang kuat sehingga menghasilkan penelitian yang berkualitas.
Kedua, membangun kolaborasi dengan peneliti bereputasi, baik nasional maupun internasional, agar publikasi memiliki jangkauan yang lebih luas.
Ketiga, memilih jurnal bereputasi yang diterbitkan oleh top publisher, universitas, atau asosiasi keilmuan internasional.
Keempat, mendiseminasikan artikel melalui platform akademik seperti SSRN, ResearchGate, maupun jejaring ilmiah lainnya agar lebih mudah ditemukan dan disitasi.
Kelima, berorientasi pada kualitas, bukan sekadar kuantitas, karena publikasi pada jurnal bereputasi tinggi (Q1 dan Q2) memiliki kontribusi lebih besar terhadap reputasi akademik dan pemeringkatan universitas.
Melalui kegiatan ini, LP3M Unismuh Makassar berharap budaya riset yang unggul semakin berkembang sehingga produktivitas publikasi internasional dosen meningkat, diikuti pertumbuhan sitasi yang berdampak pada penguatan reputasi akademik Universitas Muhammadiyah Makassar di tingkat global.

