UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Program Studi Diploma Tiga Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar meraih status akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia atau LAM-PTKes.
Penetapan itu tertuang dalam Surat Keputusan LAM-PTKes Nomor 0381/LAM-PTKes/Akr/Dip/VI/2026 tentang Status Akreditasi Program Studi Diploma Tiga Keperawatan Universitas Muhammadiyah Makassar. SK tersebut ditetapkan di Jakarta pada 27 Juni 2026 dan berlaku selama empat tahun.
Capaian ini menjadi penanda penting bagi FKIK Unismuh Makassar. Akreditasi unggul bukan hanya pengakuan administratif, melainkan cermin dari tata kelola akademik, kualitas pembelajaran, sumber daya dosen, sarana praktik, serta relevansi lulusan dengan kebutuhan layanan kesehatan.
Kaprodi D3 Keperawatan FKIK Unismuh Makassar, Dr. Sitti Zakiyyah Putri, S.ST., S.Kep., Ns., M.Kes., yang dikonfirmasi Senin, 6 Juli 2026, menyampaikan bahwa hasil tersebut merupakan buah dari kerja kolektif dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan mitra lahan praktik.
“Akreditasi unggul ini kami maknai sebagai amanah. Prodi D3 Keperawatan harus terus menjaga mutu pembelajaran, memperkuat praktik klinik, dan memastikan lulusan memiliki kompetensi profesional, etika, serta kepedulian sosial yang kuat,” ujarnya.
Menurutnya, proses akreditasi menjadi ruang evaluasi menyeluruh bagi program studi. Seluruh aspek diperiksa, mulai dari kurikulum, sistem pembelajaran, pembimbingan praktik, rekam jejak dosen, capaian mahasiswa, hingga kemitraan dengan fasilitas pelayanan kesehatan.
Ia mengatakan, rekomendasi LAM-PTKes juga menjadi perhatian serius. Dalam dokumen rekomendasi, prodi diminta terus meningkatkan lingkungan belajar, terutama sarana prasarana perpustakaan dan laboratorium yang mendukung keselamatan mahasiswa serta peningkatan mutu pembelajaran laboratorium.
“Rekomendasi itu akan kami tindak lanjuti. Bagi kami, akreditasi unggul bukan garis akhir, tetapi titik awal untuk bergerak lebih terukur,” katanya.
Dekan FKIK Unismuh Makassar, Prof. Suryani As’ad, menyebut capaian D3 Keperawatan sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan kesehatan di Unismuh.
Menurut dia, penguatan kualitas pendidikan tenaga kesehatan perlu dilakukan secara sinergis. Pendidikan tenaga kesehatan tidak cukup hanya kuat pada aspek teori, tetapi juga harus ditopang oleh keterampilan yang mumpuni, etika profesi, empati, disiplin, serta pemahaman yang kuat terhadap keselamatan pasien.
“FKIK terus mendorong setiap program studi untuk membangun budaya mutu. Akreditasi unggul ini menunjukkan bahwa D3 Keperawatan memiliki fondasi yang kuat, tetapi kami tetap harus memperkuat laboratorium, perpustakaan, dan jejaring praktik klinik,” kata Prof. Suryani.
Ia menambahkan, FKIK Unismuh akan menjadikan hasil akreditasi tersebut sebagai energi baru untuk memperbaiki layanan akademik. Evaluasi dari LAM-PTKes, kata dia, akan diterjemahkan dalam program konkret, terutama peningkatan fasilitas pembelajaran berbasis praktik.
Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Andi Sukri Syamsuri, menilai capaian D3 Keperawatan memperkuat posisi Unismuh sebagai perguruan tinggi yang konsisten membangun mutu akademik berbasis data dan standar eksternal.
“Akreditasi unggul adalah bukti bahwa sistem penjaminan mutu berjalan. Universitas tidak hanya mendorong prodi mengejar status akreditasi, tetapi memastikan proses akademik sehari-hari benar-benar mengikuti standar mutu,” ujar Prof. Andis, sapaan akrab Wakil Rektor I Bidang Akademik Unismuh Makassar itu.
Menurut dia, Unismuh terus memperkuat integrasi antara kurikulum, capaian pembelajaran lulusan, praktik lapangan, dan kebutuhan dunia kerja. Pada bidang kesehatan, integrasi itu menjadi semakin penting karena lulusan akan berhadapan langsung dengan masyarakat dan sistem layanan kesehatan.
Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abd. Rakhim Nanda, menyampaikan apresiasi kepada pimpinan FKIK, pengelola prodi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan seluruh mitra yang telah berkontribusi dalam proses akreditasi tersebut.
“Capaian unggul ini adalah kabar baik bagi Unismuh Makassar. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana status unggul itu dirasakan dalam mutu layanan akademik, kualitas lulusan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Rakhim.
Ia mengatakan, Unismuh menempatkan akreditasi sebagai bagian dari ikhtiar membangun reputasi kampus yang berdampak. Karena itu, setiap capaian harus diikuti dengan perbaikan berkelanjutan, termasuk penguatan fasilitas, digitalisasi layanan akademik, dan peningkatan kapasitas dosen.
“Universitas akan terus mendukung penguatan FKIK, termasuk D3 Keperawatan. Kita ingin lulusan Unismuh hadir sebagai tenaga kesehatan yang kompeten, berakhlak, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Dengan status terakreditasi unggul, D3 Keperawatan FKIK Unismuh Makassar kini memiliki modal kelembagaan yang lebih kuat untuk meningkatkan kepercayaan publik. Capaian itu sekaligus menjadi tantangan agar prodi terus menjaga kualitas pembelajaran, memperluas jejaring kerja sama, dan memperkuat mutu lulusan di bidang keperawatan.

